Ebook Anak

Ibnu Sina Bapak Kedokteran Modern

1,497,280 kali dilihat, 977 kali dilihat hari ini

Ibnu Sina Bapak Kedokteran Modern

Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina lebih dikenal dengan nama Ibnu Sina.

Masyarakat Barat menyebutnya dengan nama Avicena.

Ibnu Sina seorang dokter, filsuf, dan ilmuwan.

Ibnu Sina lahir di desa Khormeisan, dekat Bukhara (sekarang bagian Uzbekistan) pada tahun 980.

Ibnu Sina dianggap meletakkan dasar-dasar kedokteran modern.

Buku Ibnu Sina, Al-Qanun fi At Tibb, dianggap sebagai salah satu kitab klasik dalam ilmu kedokteran.

Ibnu Sina wafat pada tahun 1037.

 

Si Cerdas dari Khormeisan

Ibnu Sina lahir di Khormeisan, sebuah wilayah Kerajaan Persia.

Ayah Ibnu Sina, seorang sarjana yang dihormati.

Sang Ayah ingin agar Ibnu Sina belajar di Bukhara.

Ibnu Sina muda sangat cerdas.

Ingatan Ibnu Sina sangat tajam.

Pada usia lima tahun, Ibnu Sina sudah menghafal Al Qur’an.

Ibnu Sina juga mempelajari puisi Persia, aritmatika, bahkan filosofi.

Karena kecerdasannya itu, guru Ibnu Sina menganjurkannya untuk fokus menimba ilmu.

 

101-tokoh-ternama-dunia-ibnu-sina-bapak-kedokteran-dunia

Dalam usia muda, Ibnu Sina sudah menguasai ilmu kedokteran. Pada usia lima tahun, Ibnu Sina sudah menghafal Al Qur’an.

 

Menyembuhkan Raja Bukhara

Dalam usia muda, Ibnu Sina sudah menguasai ilmu kedokteran.

Suatu kali, Raja Bukhara, Nuh bin Mansur, jatuh sakit.

Raja Nuh bin Mansur kemudian memanggil Ibnu Sina untuk mengobatinya.

Ibnu Sina pun diperbolehkan untuk masuk ke perpustakaan Istana Samani yang besar.

Buku-buku di perpustakaan itu menambah pengetahuan Ibnu Sina.

Pada usia delapan belas, Ibnu Sina sudah menguasai berbagai bidang ilmu.

 

Banyak Membaca, Banyak Berkarya

Di tengah semua kesibukannya, Ibnu Sina menyempatkan diri untuk membaca.

Ketika berada di istana, Ibnu Sina bisa mendapatkan buku-buku yang diinginkannya dengan mudah di perpustakaan.

Ibnu Sina pun menyibukkan diri membuat bukunya, Al-Qanun dan Al-Syifa.

Ketika sedang bepergian, Ibnu Sina menyempatkan diri menulis risalah-risalah yang lebih ringkas.

Bahkan, ketika ditangkap dan dipenjarakan, Ibnu Sina tetap aktif menulis risalah, karya ilmiah, dan perenungan-perenungannya.

 

Al-Qanun fi At Tibb

Sumbangan besar Ibnu Sina bagi dunia kedokteran adalah bukunya, Al-Qanun fi At Tibb.

Buku Al-Qanun fi At Tibb menjelaskan kaidah-kaidah umum ilmu kedokteran, pengobatan, dan berbagai macam penyakit.

Buku Al-Qanun fi At Tibb selama berabad-abad digunakan sebagai rujukan utama dalam ilmu kedokteran.

Bahkan, setelah diterjemahkan, buku Al-Qanun fi At Tibb pun sempat menjadi rujukan di universitas-universitas Eropa.***

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Mitha Yanuarti
  • Ilustrator: Inner child
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Oase (Bandung, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *