Kelas 10 SMA Bahasa Indonesia Guru 2017

8,165,689 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Kelas_10_SMA_Bahasa_Indonesia_Guru_2017_001

Free Download Buku Sekolah Digital

Cara Download Buku Pelajaran Sekolah

  • Download via website: Klik tombol merah bertuliskan “Click Here to Download”
  • Download via email: Menghubungi Redaksi ebookanak.com via WA 0815 6148 165

Spesifikasi Buku Pelajaran Sekolah

  • Judul : Kelas 10 SMA Bahasa Indonesia Guru 2017
  • Kurikulum: 2013 Edisi Revisi 2017
  • Penulis : Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah.
  • Penelaah :  Dwi Purnanto, Hasanuddin WS, Liliana Muliastuti, Muhammad Rapi Tang.
  • Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

 

Daftar Isi 

Kata Pengantar i

Petunjuk Umum iv

Daftar Isi xiii

Pengembangan Literasi Kelas X 1

Bab I Menyusun Laporan Hasil Observasi 7

  1. Menginterpretasi Laporan Hasil Observasi 9
  2. Merevisi Isi Teks Laporan Hasil Observasi 28
  3. Menganalisis Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi 38
  4. Mengonstruksikan Teks Laporan Hasil Observasi 50

Bab II Mengembangkan Pendapat dalam Eksposisi 61

  1. Menginterpretasi Makna dalam Teks Eksposisi 64
  2. Mengembangkan Isi Eksposisi 78
  3. Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Eksposisi 84
  4. Menyajikan Gagasan ke dalam Teks Eksposisi 100

Bab III Menyampaikan Ide Melalui Anekdot 126

  1. Mengkritisi Teks Anekdot dari Aspek Makna Tersirat 118
  2. Mengonstruksi Makna Tersirat dalam Teks Anekdot 112
  3. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot 107
  4. Menciptakan Kembali Teks Anekdot dengan Memerhatikan Struktur dan Kebahasaan 105

Bab IV  Melestarikan Nilai Kearifan Lokal Melalui Cerita Rakyat 135

  1. Mengidentifikasi Nilai-nilai dan Isi Hikayat 138
  2. Mengembangkan Makna (Isi dan Nilai) Hikayat 157
  3. Membandingkan Nilai dan Kebahasaan Hikayat dengan Cerpen 161
  4. Mengembangkan Hikayat ke dalam Bentuk Cerpen 172

Bab V  Membuat Kesepakatan Melalui Negosiasi 181

  1. Mengevaluasi Teks Negosiasi secara Lisan Maupun Tertulis 184
  2. Menjelaskan Pengajuan, Penawaran, dan Persetujuan dalam Teks Negosiasi 194
  3. Menganalisis Teks Negosiasi 205
  4. Mengonstruksikan Teks Negosiasi 215

Bab VI  Berpendapat Melalui Debat 221

  1. Menemukan Esensi Debat 224
  2. Mengontruksi Bagian-bagian dalam Berdebat 233
  3. Menganalisis Isi Debat 244
  4. Berlatih Praktik Debat 257

Bab VII  Belajar dari Biografi 267

  1. Menelaah Teks Biografi 269
  2. Mengungkapkan Kembali Keteladanan dalam Teks Biografi 285
  3. Menganalisis Makna dan Kebahasaan Teks Biografi 289
  4. Menceritakan Kembali Isi Teks Biografi 298

Bab VIII  Mendalami Puisi 311

  1. Mengidentifikasi Komponen Penting dalam Puisi 314
  2. Mendemonstrasikan Puisi 323
  3. Menganalisis Unsur Pembangun Puisi 332
  4. Menulis Puisi 340

Glosarium 349

Daftar Pustaka 353

Indeks 355

Profil Penulis 357

Profil Penelaah 362

Profil Editor 366

 

Kata Pengantar

Ungkapan puji syukur selayaknya kami panjatkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa yang telah memberikan petunjuk dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan buku teks pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA dan SMK/MAK. Sekalipun waktu yang tersedia sangat singkat namun dengan bantuan berbagai pihak dan arahan dari para penelaah, akhirnya kami dapat mempersembahkan buku ini sebagai bahan ajar bagi peserta didik.

Pengembangan buku ini bertolak dari Kurikulum 2013 yang direvisi. Berdasarkan kurikulum tersebut, tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan pada pengembangan kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik melalui kegiatan mendengarkan  (listening), membaca (reading), memirsa (viewing), berbicara (speaking), dan menulis (writing). Kompetensi memirsa merupakan kompetensi yang diperlukan di Abad 21 karena konteks social ini sangat dekat dengan peserta didik. Peserta didik dihadapkan pada bahasa untuk berbagai tujuan, audiens, dan konteks. Peserta didik dipajankan pada beragam pengetahuan dan pendapat yang disajikan dan dikembangkan dalam teks dan penyajian multimodal (lisan, cetakan, dan konteks digital) yang mengakibatkan kompetensi mendengarkan, memirsa, membaca, berbicara, menulis dan mencipta dikembangkan secara sistematis dan berperspektif ke masa depan.

Pengembangan kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat secara cerdas, santun, dan bermartabat melalui penguasaan, pemahaman, dan keterampilan menggunakan teks, baik lisan maupun tulis. Untuk mendukung tujuan tersebut maka pembelajaran kompetensi  berbahasa,  bukan  hanya  pada  penguasaan  tentang  bahasa  namun juga pada penggunaan bahasa secara lisan dan tulis dalam konteks sosial-budaya. Pembelajaran kompetensi bersastra, bukan hanya pada kegiatan mengapresiasi, tetapi juga berekspresi dan berkreasi sastra sesuai dengan potensi peserta didik.

Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2013 juga diharapkan dapat mengembangkan aktivitas literasi peserta didik. Literasi bertujuan mengembangkan  kemampuan  peserta didik dalam memahami,  menafsirkan, dan menciptakan teks yang tepat, akurat, fasih, dan penuh percaya diri selama belajar di sekolah dan untuk bekal berkehidupan di masyarakat. Pilihan teks mencakup teks media, teks sehari-hari, dan teks di dunia kerja. Pada pengembangan kompetensi literasi ini peserta didik di SMA/MA atau SMK/MAK dituntun untuk dapat membaca paling sedikit 18 judul buku, namun bukan buku teks pelajaran. Dengan demikian, pada saat peserta didik belajar di Kelas X harus dapat membaca paling sedikit 6 judul buku. Buku-buku yang dimaksud adalah buku-buku pengayaan pengetahuan, pengayaan keterampilan, atau pengayaan kepribadian, baik fiksi (kumpulan  puisi, kumpulan cerpen, novel, drama) maupun buku nonfiksi (biografi, otobiografi, buku motivasi, petuah, atau buku panduan  beribadah). Untuk menuntun  peserta didik agar dapat membaca 6 judul buku, Ibu/Bapak guru dapat memotivasi peserta didik agar buku bacaan itu dilaporkan setiap bulan, dengan asumsi bahwa satu semester itu ditempuh dalam 6 bulan. Namun, Ibu/Bapak guru dapat menerapkan cara lain untuk mengakselerasi kegiatan membaca  buku  yang dilakukan  peserta  didik  sehingga kegiatan ini mendorong peserta didik untuk aktif membaca dan menulis sebagai salah satu cara menunjang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Konsep utama pengembangan buku teks ini adalah genre-based. Adapun genre (fungsi bahasa) dimaknai sebagai kegiatan sosial yang memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan tujuan  kegiatan sosial dan  fungsi komunikasi. Setiaap jenis genre (tipe teks) memilki kekhasan cara pengungkapan  struktur  retorika  teks, isi, dan kekhasan unsur kebahasaan. Inilah cara pandang baru tentang bahasa. Jika KTSP menekankan  pendekatan  komunikatif  maka  Kurikulum  2013 lebih menajamkan efek komunikasinya dan dampak fungsi sosialnya. Misalnya, jika pada KTSP peserta didik diajari menulis surat dengan format standar tidak terlalu menekankan pada isi surat, maka materi surat pada Kurikulum 2013 harus dapat berdampak sosial yang menunjukkan kepribadian saat menulis surat lamaran pekerjaan atau surat lamaran yang dapat meyakinkan orang lain. Bahasa dan Isi menjadi dua hal yang saling menunjang. Ini sejalan dengan perkembangan teori pengajaran bahasa di Eropa dan Amerika, Content Language Integrated Learning (CLIL) yang menonjolkan 4 unsur penting  sebagai penajaman  pengertian  kompetensi  berbahasa, yaitu isi (content), bahasa/komunikasi (communication), kognisi (cognition), dan budaya (culture).

Dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia kepada peserta didik, Ibu/ Bapak guru menggunakan teks dalam konteks sosial. Untuk mencapai kompetensi berbahasa dan bersastra yang diharapkan, peserta didik dapat diajak untuk mengikuti tahapan belajar secara saksama. Ibu/Bapak guru dapat memulai pembelajaran dari pemahaman  teks dan mendorong  siswa dapat mengidentifikasi jenis dan makna yang terdapat dalam teks. Peserta didik diajak untuk mengkonstruksi pikirannya dari teks yang dibaca atau didengar (diusahakan agar kemampuan  mendengarkan  dan membaca dikembangkan secara seimbang). Tahap berikutnya, peserta didik diajak untuk  mengidentifikasi struktur  retorika, isi, dan penggunaan  unsur  kebahasaan. Selanjutnya, peserta didik diajak untuk melakukan pemodelan dan mendekonstruksi. Padatahapini,Ibu/Bapakgurudapatmenggunakanpendekatanscientificsebagaisalah satu alternatif proses pembelajaran kepada peserta didik. Tahap berikutnya adalah mengkonstruksi  teks, baik dengan bantuan  teman  (berkelompok)  maupun  guru. Namun, pada akhirnya, peserta didik harus dituntun  untuk dapat mengkonstruksi secara mandiri.

Adapun  bahan  pembelajaran yang disampaikan  kepada peserta didik kelas X SMA/MA atau SMK/MAK terdiri atas: (1) Laporan Hasil Observasi; (2) Eksposisi; (3) Anekdot; (4) Cerita Rakyat; (5) Negosiasi; (6) Berdebat; (7) Biografi; dan (8) Puisi. Selain itu,  peserta didik  diharapkan  dapat  melaporkan  buku  yang dibaca secara terprogram  (paling sedikit membaca 6 buku, selain buku  teks pelajaran). Ibu/Bapak guru juga dapat menambah teks lain, selain yang terdapat di dalam buku siswa sehingga peserta didik semakin kaya dengan berbagai contoh teks yang sering ditemukan di lingkungan sosial-budayanya.

Ibu/Bapak guru harus dapat memotivasi peserta didik untuk  dapat mengikuti tahap-tahap belajar sebagaimana disajikan dalam buku ini. Namun, sangat dimungkinkan Bapak/Ibu guru mengembangkan pembelajaran secara kreatif disesuaikan dengan materi, karakteristik sosial, dan kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, sebaiknya peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dan tahap- tahap belajar sebagaimana yang diarahkan oleh Bapak/Ibu guru agar dapat memiliki kompetensi berbahasa dan bersastra yang menjadi tujuan belajar.

Pengembangan buku ini mendapat  bantuan  dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami menyampaikan  ucapan  terima  kasih yang tiada terhingga kepada para penelaah, yaitu: Prof. Dr. Bambang Kaswanti Purwo (Universitas Atmajaya); Prof. Dr. Hasanuddin W.S. (Universitas Negeri Padang); Prof. Dr. Rapi Tang, M.S. (Universitas Negeri Makassar); Dr.  Felicia N. Utorodewo,  M.Si. (Universitas Indonesia);  Dr. Dwi Purnanto  (Universitas Sebelas Maret); dan Dr. Liliana Muliastuti (Universitas Negeri Jakarta). Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Mohamad Hamka, M.Si. yang telah memberi masukan  dalam pengembangan  Kompetensi Dasar ke dalam buku teks pelajaran. Semoga semua yang telah dilakukan ini merupakan amal kebaikan dalam silaturahim akademik.

Kami menyadari pengembangan buku ini masih banyak terdapat kekurangan dan masih memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, berbagai masukan dan saran dari pengguna dan pemerhati untuk penyempurnaan buku ini sangat kami harapkan.

 

Penulis

 

 

Disklaimer

Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Hak Cipta © 2017 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

969 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *