Kelas 11 SMA Seni Budaya Guru 2017

6,494,127 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Kelas_11_SMA_Seni_Budaya_Guru_2017_001

Free Download Buku Sekolah Digital

Cara Download Buku Pelajaran Sekolah

  • Download via website: Klik tombol merah bertuliskan “Click Here to Download”
  • Download via email: Menghubungi Redaksi ebookanak.com via WA 0815 6148 165

Spesifikasi Buku Pelajaran Sekolah

  • Judul : Kelas 11 SMA Seni Budaya Guru 2017
  • Kurikulum: 2013 Edisi Revisi 2017
  • Penulis : Sem Cornelyoes Bangun, Siswandi, Tati Narawati, dan Jose Rizal Manua.
  • Penelaah :  M. Yoesoef, Bintang Hanggoro Putra, Eko Santoso, Nur Sahid, Rita Milyartini, Dinny Devi Triana, Djohan, Muksin, Widia Pekerti, dan Fortunata Tyasrinestu.
  • Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

 

Daftar Isi 

Kata Pengantar  iii

Daftar Isi  iv

Semester 1

Bab 1 Ringkasan Buku Siswa  1

  1. Pembelajaran Apresiasi dan Kreasi Seni Rupa 1
  2. Berapresiasi 2
  3. Berkreasi 3
  4. Gaya Lukisan Siswa 5

Bab 2 Metode Pembelajaran  8

  1. Pendekatan Saintiik 8
  2. Model Pembelajaran 8
  3. Model Berbasis Proyek 9
  4. Bahasa Sebagai Penghela 9

Bab 3 Metode Penilaian  10

  1. Penilaian Otentik 10
  2. Tingkat Berpikir 10
  3. Unjuk Kerja 10
  4. Portofolio 10

Bab 4 Memahami Konsep Musik Barat  13

  1. Konsep Musik Barat 14
  2. Unsur Musik 20

Bab 5 Pertunjukan Musik Barat  30

  1. Bentuk-Bentuk Pertunjukan Musik Barat 34
  2. Tujuan Pertunjukan Musik 35
  3. Sejarah Perkembangan Pertunjukan Musik 36

Bab 6 Konsep, Teknik, dan Prosedur dalam Berkarya Tari Kreasi  47

  1. Konsep Gerak Tari Kreasi Tari 48
  2. Teknik Berkar ya Tari Kreasi 50
  3. Menerapkan Prosedur Tari Kreasi: Dari Seni Tradisi ke Tari Kreasi 50
  4. Proses Pembelajaran 52
  5. Evaluasi 53
  6. Remedial 56
  7. Interaksi dengan Orang Tua Siswa 57

Bab 7 Menerapkan Gerak Tari Kreasi (Fungsi, Teknik, Bentuk, Jenis Dan Nilai Estetis Sesuai Iringan)  58

  1. Fungsi Tari 59
  2. Bentuk Tari 60
  3. Jenis Tari 61
  4. Nilai Estetis 61
  5. Proses Pembelajaran 63
  6. Evaluasi 65
  7. Remedial 67
  8. Interaksi dengan Orang Tua Siswa 68

Bab 8 Pembelajaran Seni Peran atau Akting  69

  1. Strategi Pembelajaran 69
  2. Materi Pembelajaran 70
  3. Pengayaan Materi Pembelajaran 75
  4. Metode Pembelajaran 80
  5. Evaluasi Pembelajaran 80

Bab 9 Teknik Penulisan Naskah Teater  81

  1. Strategi Pembelajaran 81
  2. Materi Pembelajaran 82
  3. Berlatih Membaca Naskah Teater 83
  4. Pengayaan Materi Pembelajaran 97
  5. Metode Pembelajaran 99
  6. Evaluasi Pembelajaran 99

Semester 2

Bab 1 Ringkasan Buku Siswa  101

  1. Pedoman Pembelajaran 101
  2. Pameran Seni Rupa 102
  3. Pengkajian Seni Rupa 102
  4. Fenomena Seni Rupa 103
  5. Penampilan Kritik Seni Rupa 103

Bab 2 Metode Pembelajaran  104

  1. Pendekatan Saintiik 104
  2. Pembelajaran Inkuiri 104
  3. Pembelajaran Berbasis Proyek 105
  4. Bahasa Sebagai Penghela 105

Bab 3 Metode Penilaian  106

  1. Penilaian Otentik 106
  2. Tingkat Berpikir 106
  3. Unjuk Kerja 106
  4. Portofolio 106
  5. Hak Cipta Karya Seni Rupa dan Desain 108

Bab 4 Memahami Konsep Musik Barat  113

  1. Memainkan Alat Musik Barat 115
  2. Menampilkan Beberapa Lagu dalam Pagelaran Musik Barat 123

Bab 5 Membuat Tulisan tentang Musik Barat  127

  1. Motivasi 129
  2. Sumber untuk Guru 129
  3. Pembelajaran dan Penilaian 131

Bab 6 Konsep, Teknik, dan Prosedur dalam Berkarya Tari Kreasi  138

  1. Mendeskripsikan Karya Tari Kreasi Baru Berdasarkan Teknik Tata Pentas 140
  2. Evaluasi Tari Kreasi Berdasarkan Teknik Tata Pentas 141
  3. Proses Pembelajaran 141
  4. Evaluasi 144
  5. Remedial 147
  6. Interaksi dengan Orang Tua Siswa 148

Bab 7 Mengevaluasi Tari Kreasi (Bentuk, Jenis, Nilai Estetis, dan Tata Pentas)  149

  1. Evaluasi Tari Kreasi 150
  2. Cara Menulis Evaluasi Tari 151
  3. Proses Pembelajaran 151
  4. Evaluasi 154
  5. Remedial 157
  6. Interaksi dengan Orang Tua Siswa 158

Bab 8 Pembelajaran Merencanakan Pementasan Teater Modern  159

  1. Strategi Pembelajaran 160
  2. Materi Pembelajaran 160
  3. Metode Pembelajaran 166
  4. Evaluasi Pembelajaran 166

Bab 9 Pembelajaran Pementasan Teater Modern  168

  1. Strategi Pembelajaran 169
  2. Materi Pembelajaran 169
  3. Metode Pembelajaran 172
  4. Evaluasi Pembelajaran 172

Glosarium  174

Daftar Pustaka  185

Proil Penulis  187

Proil Penelaah  191

Proil Editor  201

 

Kata Pengantar

Proses globalisasi yang sedang dan sudah berlangsung dewasa ini secara faktual telah menjangkau kawasan budaya di seluruh dunia sebagai satu kesatuan wilayah hunian manusia dengan kriteria dan ukuran yang relatif sama dan satu. Budaya global yang relatif telah menjadi ukuran dan menandai konstelasi dunia dewasa ini, yaitu karakteristik budaya yang berorientasi pada nilai-nilai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bersumber dari pemikiran rasional silogistis Barat. Proses tersebut mengakibatkan terjadinya tarik-menarik antara kekuatan global di satu sisi dan pertahanan lokal di sisi lainnya. Dalam hal ini antara proses globalisasi yang berorientasi dan tunduk pada sistem dan semangat ilmu pengetahuan dan teknologi Barat versus pelokalan yang pada umumnya justru sebaliknya. Batas antara keduanya memang tidak pernah dapat diambil secara tegas hitam-putih.  Roberston (1990) menggambarkannya sebagai the global instituationalization of life-world and the localization of globality.

Berbagai upaya kompromistis dilakukan agar masyarakat memiliki kekuatan untuk berada di kedua posisi sekaligus untuk berada pada titik keseimbangan. Berbagai upaya dilakukan untuk membangkitkan dan memberdayakan system indigenous knowledge, indigenous technology, indigenous art, indigenous wisdom,dsb yang biasanya kurang atau tidak ilmiah tetapi justru kaya atau kental kandungan nilai etika dan estetika yang berakar pada budaya masyarakat pendukungnya. Pengkajian terhadap pengetahuan lokal secara ilmiah akan memperkaya pengetahuan dengan derajat kandungan nilai-nilai humanitas yang relatif tinggi.

Di tengah pusaran pengaruh hegemoni global tersebut, fenomena di bidang pendidikan yang terjadi juga telah membuat lembaga pendidikan serasa kehilangan ruang gerak. Selain itu, juga membuat semakin menipisnya pemahaman Siswa tentang sejarah lokal serta tradisi budaya di lingkungannya. Padahal, dari perspektif kultural tidak dapat disangkal Indonesia memiliki kekayaan kebudayaan lokal yang luar biasa. Junus Melalatoa (1995) telah mencatat, sekurang-kurangnya 540 suku bangsa di Indonesia yang masing- masing memiliki dan mengembangkan tradisi atau pola kebudayaan lokal yang berbeda. Dalam pola-pola kebudayaan tersebut juga berubah sebagai reaksi terhadap dominannya pengaruh budaya global. Reaksi balik tersebut bukan untuk melawan tetapi mencari titik temu dalam rangka menjaga eksistensi dan identitas kelompok dan kebudayaan lokal mereka. Salah satu upaya untuk menjaga eksistensi dan penguatan budaya, dilaksanakan melalui pendidikan seni yang syarat dengan muatan nilai kearifan lokal dan penguatan karakter bangsa. Sudah tentu sebagai suatu proses pendidikan dilaksanakan secara sistemik yang berlangsung secara bertahap berkesinambungan dalam situasi dan kondisi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh sebab itu, tidaklah salah jika pendidikan merupakan salah satu arah dari Millennium Development Goals (MDGs) (www.unmillenniumproject.org/goals & https://id.wikipedia.org/wiki/Tujuan_Pembangunan).

Pendidikan sebagai wahana untuk memanusiakan manusia muda pada dasarnya merupakan aktivitas menyiapkan kehidupan, baik perorangan, masyarakat, maupun suatu bangsa menuju kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang lebih baik di era globalisasi dan menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2040. Pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal sebagai penanaman nilai dan ketahanan budaya bangsa sangat diperlukan. Penanaman nilai di kalangan generasi muda saat ini dipandang penting mengingat tantangan yang dihadapi mereka di masa depan sangat berat. Terutama berkaitan dengan pergeseran nilai yang akan, sedang, dan sudah terjadi baik dalam keluarga maupun masyarakat.

Terkaitdengan hal tersebut,kiranya diperlukan materi bahan ajar yang dapatmengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi generasi muda yang sedang mengarungi masa globalisasi, agar memiliki pegangan hidup dalam bermasyarakat dan bernegara dalam lingkungan lokal maupun global. Buku ini menawarkan berbagai contoh metode dan pendekatan pendidikan seni (rupa, musik, tari, teater) Indonesia berbasis Kurtilas. Memang belum sempurna, harapan kami semoga  buku ini “menjadi pelita di tengah gulita”.

 

Penulis

Tati Narawati

Sem Cornelyoes Bangun

Siswandi

Jose Rizal Manua

 

 

 

Disklaimer

Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email [email protected] diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Hak Cipta © 2017 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

818 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *