Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Guru 2017

6,494,231 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Kelas_12_SMA_Pendidikan_Agama_Katolik_dan_Budi_Pekerti_Guru_1_001

Free Download Buku Sekolah Digital

Cara Download Buku Pelajaran Sekolah

  • Download via website: Klik tombol merah bertuliskan “Click Here to Download”
  • Download via email: Menghubungi Redaksi ebookanak.com via WA 0815 6148 165

Spesifikasi Buku Pelajaran Sekolah

  • Judul : Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Guru 2017
  • Kurikulum: 2013 Edisi Revisi 2017
  • Penulis : DR. Vincentius Darmin Mbula, OFM
  • Penelaah : Drs. Matheus Beni Mite, M.Hum
  • Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

 

Daftar Isi 

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI iv

PENDAHULUAN 1

BAB I. PANGGILAN HIDUP SEBAGAI UMAT  ALLAH 7

  1. Hidup Manusia yang Bermakna 8
  2. Panggilan Hidup Berkeluarga 14
  3. Perkawinan dalam Tradisi Katolik 27
  4. Tantangan dan Peluang untuk Membangun Keluarga yang Dicita-citakan 39
  5. Panggilan Hidup Membiara 47
  6. Panggilan Karya/ Profesi 57

BAB II. MEMPERJUANGKAN NILAI-NILAI KEHIDUPAN MANUSIA DALAM MASYARAKAT 83

  1. Nilai-Nilai Kehidupan Penting dalam Masyrakat yang Diperjuangkan 84
  2. Landasan untuk Memperjuangkan Nilai-Nilai Penting dalam Masyarakat 136
  3. Yesus Kristus, Pejuang Keadilan, Kejujuran, Kebenaran dan Kedamain 149

BAB III. KEBERAGAMAN DALAM  HIDUP BERMASYARAKAT 168

  1. Keberagaman sebagai realitas Asali Kehidupan Manusia169
  2. Mengupayakan Perdamaian dan Persatuan Bangsa 185

BAB IV. DIALOG DAN KERJA SAMA ANTAR-UMAT BERAGAMA 205

  1. Kekhasan Agama-Agama di Indonesia 206
  2. Dialog Antar-Umat Beragama dan Berkepercayaan Lain 234
  3. Membangun Persaudaraan Sejati, Melalui Kerja sama antar-Umat Beragama  243

BAB V. PERAN SERTA UMAT KATOLIK DALAM PEMBANGUNAN BANGSA INDONESIA 267

  1. Membangun Bangsa dan Negara yang Dikehendaki Tuhan 268
  2. Tantangan dan Peluang Umat Katolik dalam Membangun Bangsa dan Negara seperti yang Dikehendaki Tuhan 287
  3. Dasar Keterpanggilan Gereja dalam Membangun Bangsa dan Negara 301

GLOSARIUM 318

DAFTAR SINGKATAN320

DAFTAR PUSTAKA 321

 

Kata Pengantar

Agama terutama bukanlah soal mengetahui mana yang benar atau yang salah. Tidak ada gunanya mengetahui tetapi tidak melakukannya, seperti dikatakan oleh Santo Yakobus: “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Demikianlah, belajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah. Tidak sekadar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan. Begitulah Kurikulum 2013 dirancang agar tahapan pembelajaran memungkinkan siswa berkembang dari proses menyerap pengetahuan dan mengembangkan keterampilan hingga memekarkan sikap serta nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Pembelajaran agama diharapkan mampu menambah wawasan keagamaan, mengasah keterampilan beragama dan mewujudkan sikap beragama peserta didik yang utuh dan berimbang yang mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya, sesama manusia dan manusis dengan lingkungannya. Untuk itu pendidikan agama perlu diberi penekanan khusus terkait dengan penanaman karakter dalam pembentukan budi pekerti yang luhur. Karakter yang ingin kita tanamkan antara lain: kejujuran, kedisiplinan, cinta kebersihan, cinta kasih, semangat berbagi, optimisme, cinta tanah air, kepenasaran intelektual, dan kreativitas.

Nilai-nilai karakter itu digali dan diserap dari pengetahuan agama yang dipelajari para siswa itu dan menjadi penggerak dalam pembentukan, pengembangan, peningkatan, pemeliharaan, dan perbaikan perilaku anak didik agar mau dan mampu melaksanakan tugas-tugas hidup mereka secara selaras, serasi, seimbang antara lahir-batin, jasmani- rohani, material-spiritual, dan individu-sosial. Selaras dengan itu, pendidikan agama Katolik secara khusus bertujuan membangun dan membimbing peserta didik agar tumbuh berkembang mencapai kepribadian utuh yang semakin mencerminkan diri mereka  sebagai  gambar Allah,  sebab  demikianlah  “Allah  menciptakan  manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia” (Kejadian 1:27). Sebagai makhluk yang diciptakan seturut gambar Allah, manusia perlu mengembangkan sifat cinta kasih dan takut akan Allah, memiliki kecerdasan, keterampilan, pekerti luhur, memelihara lingkungan, serta ikut bertanggung jawab dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. [Sigit DK: 2013]

Buku pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas XII ini ditulis dengan semangat itu. Pembelajarannya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa dalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Akan tetapi pengetahuan agama bukanlah hasil akhir yang dituju. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial. Untuk itu, sebagai buku agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajarannya dinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Di dalamnya dirancang urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa. Dengan demikian, buku ini menuntun apa yang harus dilakukan siswa bersama guru dan teman-teman sekelasnya untuk memahami dan menjalankan ajaran agamanya. Buku ini bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa didorong untuk mempelajari agamanya melalui pengamatan terhadap sumber belajar yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Lebih-lebih untuk usia remaja perlu ditantang untuk kritis sekaligus peka dalam menyikapi fenomena alam, sosial, dan seni budaya.

Peran guru sangat penting untuk menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersedian kegiatan yang ada pada buku ini. Penyesuaian ini antara lain dengan membuka kesempatan luas bagi kreativitas guru untuk memperkayanya dengan kegiatan- kegiatan lain yang sesuai dan relevan dengan tempat di mana buku ini diajarkan, baik belajar melalui sumber tertulis maupun belajar langsung dari sumber lingkungan sosial dan alam sekitar.

Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan untuk penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

 

Jakarta, Januari 2015

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

 

 

Disklaimer

Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email [email protected] diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Hak Cipta © 2017 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

172 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *