Kelas 2 SD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Siswa 2017

5,379,675 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Free Download Buku Sekolah Digital

Cara Download Buku Pelajaran Sekolah

  • Download via website: Klik tombol merah bertuliskan “Click Here to Download”
  • Download via email: Menghubungi Redaksi ebookanak.com via WA 0815 6148 165

Spesifikasi Buku Pelajaran Sekolah

  • Judul : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
  • Kelas: 2 SD
  • Kurikulum: 2013 Edisi Revisi 2017
  • Penulis : Susi Bonardy dan Yenny Suria.
  • Penelaah : YH. Bintang Nusantara, Vincensius Darmin Mbula, FX. Adi Susanto, Matias Endar Suhendar.
  • Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

 

Daftar Isi

Kata Pengantar  iii

Daftar Isi  iv

Pendahuluan  vi

Pelajaran 1 : Pribadi Peserta Didik dan Lingkungannya  1

  1. Orang tuaku 1
  2. Anggota Keluargaku 8
  3. Bermain Bersama Teman 14
  4. Bekerja Bersama Teman 19

Pelajaran 2 : Yesus Kristus  26

  1. Kisah Kain dan Habel 26
  2. Kisah Nuh 34
  3. Kisah Abraham 42
  4. Kisah Esau dan Yakub 50
  5. Kelahiran Yesus Kristus 56
  6. Yesus Dipersembahkan di Bait Allah 64
  7. Yesus Tertinggal di Bait Allah 70
  8. Yesus Teladanku 76

Pelajaran 3 : Gereja  84

  1. Iman Adalah Anugerah 84
  2. Beriman Berarti Berbuat Demi Allah 94
  3. Beriman Berarti Melaksanakan Perintah Allah 102
  4. Beriman Berarti Berjuang melawan godaan 112
  5. Berdoa Kepada Allah 122
  6. Doa Pujian 132
  7. Doa Syukur 139
  8. Doa Permohonan 148

Pelajaran 4: Masyarakat 156

  1. Tempat Tinggalku 156
  2. Tetanggaku 164
  3. Hidup Rukun dengan Tetangga 172

Daftar Pustaka  182

Daftar Istilah  184

Profil  186

 

Kata Pengantar

Kita bersyukur kepada Allah yang Mahakuasa atas terbitnya buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti yang telah direvisi dan diselaraskan sesuai perkembangan Kurikulum 2013.

Agama terutama  bukanlah soal  mengetahui mana yang   benar atau yang   salah. Tidak  ada gunanya mengetahui  tetapi tidak melakukannya, seperti dikatakan oleh  Santo Yakobus: “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Demikianlah, belajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah. Tidak  sekadar belajar lalu  berubah, tetapi juga mengubah keadaan. Begitulah Kurikulum 2013 dirancang agar tahapan pembelajaran memungkinkan siswa berkembang dari  proses menyerap pengetahuan dan  mengembangkan  keterampilan hingga memekarkan sikap serta  nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Pembelajaran agama diharapkan mampu menambah wawasan keagamaan, mengasah keterampilan beragama dan mewujudkan sikap beragama peserta didik  yang utuh dan berimbang yang  mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya, sesama manusia dengan lingkungannya. Untuk itu, pendidikan agama  perlu diberi penekanan  khusus terkait  dengan  penanaman  karakter dalam pembentukan budi  pekerti yang  luhur. Karakter yang ingin kita tanamkan antara lain: kejujuran, kedisiplinan, cinta kebersihan, cinta kasih, semangat berbagi, optimisme, cinta tanah air, kepenasaran intelektual, dan kreativitas.

Nilai-nilai karakter itu digali dan diserap dari  pengetahuan agama yang dipelajari para siswa dan menjadi penggerak dalam pembentukan, pengembangan, peningkatan, pemeliharaan, dan perbaikan perilaku anak didik agar mau dan mampu melaksanakan tugas-tugas hidup mereka secara selaras, serasi, seimbang antara lahir-batin, jasmani-rohani, material-spiritual, dan individu-sosial. Selaras dengan itu, pendidikan agama Katolik secara khusus bertujuan membangun dan membimbing peserta didik agar tumbuh berkembang mencapai kepribadian utuh yang makin mencerminkan diri mereka sebagai gambar Allah, sebab demikianlah “Allah menciptakan manusia itu  menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia” (Kejadian 1:27). Sebagai makhluk yang  diciptakan seturut gambar Allah, manusia perlu mengembangkan sifat cinta kasih dan takut akan Allah, memiliki kecerdasan, keterampilan, budi pekerti luhur, memelihara lingkungan, serta ikut bertanggung jawab dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. [Sigit DK: 2013]

Buku   pelajaran  Pendidikan  Agama  Katolik  dan  Budi  Pekerti ini ditulis dengan semangat itu. Pembelajarannya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa  dalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Akan tetapi, pengetahuan agama bukanlah hasil akhir yang dituju. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata dan sikap keseharian yang  sesuai dengan tuntunan agamanya, baik  dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial. Untuk itu, sebagai buku agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajarannya dinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Di dalamnya, dirancang urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa. Dengan demikian, buku ini menuntun apa yang  harus dilakukan siswa bersama guru dan teman-teman sekelasnya untuk memahami dan menjalankan ajaran iman katolik.

Buku ini bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa didorong untuk mempelajari agamanya melalui pengamatan  terhadap sumber belajar yang  tersedia dan terbentang luas di  sekitarnya. Lebih-lebih untuk usia remaja perlu ditantang untuk kritis sekaligus peka dalam menyikapi fenomena alam, sosial, dan seni budaya.

Peran guru sangat penting untuk menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersedian kegiatan yang ada pada buku  ini. Penyesuaian ini antara lain  dengan membuka kesempatan luas bagi kreativitas guru untuk memperkayanya dengan kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan dengan tempat di mana buku  ini diajarkan, baik belajar melalui sumber tertulis maupun belajar langsung dari  sumber lingkungan sosial dan alam sekitar.

Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia sebagai lembaga yang bertanggungjawab atas ajaran iman Katolik berterima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas kerja sama yang baik selama ini  mulai dari proses penyusunan kurikulum hingga penulisan buku teks pelajaran ini.

Jakarta, medio Februari 2016

Koordinator Tim Penulis Buku

Komisi  Kateketik KWI

 

Disklaimer

Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Hak Cipta © 2017 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

3,660 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *