Kelas 8 SMP Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Siswa 2017

7,097,139 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Kelas 8 SMP Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Siswa 2017

Free Download Buku Sekolah Digital

Cara Download Buku Pelajaran Sekolah

  • Download via website: Klik tombol merah bertuliskan “Click Here to Download”
  • Download via email: Menghubungi Redaksi ebookanak.com via WA 0815 6148 165

Spesifikasi Buku Pelajaran Sekolah

  • Judul : Pendidikan Agama Katolik dan Budi PekertI Kelas 8 SMP
  • Kurikulum: 2013 Edisi Revisi 2017
  • Penulis : Lorensius Atrik Wibawa, Y. Sulisdwiyanta.
  • Penelaah : Adisusanto, Bintang Nusantara, Vinsensius Darmin Mbula.
  • Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

 

Daftar Isi 

Kata Pengantar  iii

Daftar Isi   iv

Bab I  Pribadi Yesus Kristus 1

  1. Yesus Pemenuhan Janji Allah 2
  2. Kemanusiaan dan Ke-Allahan Yesus 7

Bab II  Yesus Mewartakan Kerajaan Allah 11

  1. Kerajaan Allah sebagai Pokok Pewartaan Yesus 12
  2. Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan 20
  3. Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Tindakan dan Mukjizat 26

Bab III  Panggilan dan Perutusan Murid Yesus 33

  1. Panggilan Para Murid Yesus 34
  2. Cara Hidup Murid Yesus 40
  3. Melaksanakan Tugas Perutusan sebagai Murid Yesus 44

Bab IV  Konsekuensi Pewartaan Yesus 49

  1. Berbagai Tanggapan terhadap Pewartaan Yesus 50
  2. Sengsara dan Wafat Yesus sebagai Penolakan Manusia 53
  3. Kebangkitan Yesus sebagai Tanda Penerimaan Bapa 60

Bab V  Peran Roh Kudus bagi Murid Yesus  65

  1. Yesus Mengutus Roh Kudus 66
  2. Roh Kudus Memberi Daya Kekuatan 71
  3. Mengikuti Bimbingan Roh Kudus 78

Bab VI  Gereja sebagai Paguyuban Orang Beriman  84

  1. Gereja sebagai Paguyuban 85
  2. Ciri Gereja sebagai Paguyuban 91
  3. Bentuk-bentuk Pelayanan Gereja sebagai Paguyuban 95

Bab VII  Gereja sebagai Tanda dan Sarana Penyelamatan  100  

  1. Tanda dan Sarana Penyelamatan dalam Hidup Manusia 101
  2. Gereja sebagai Tanda dan Sarana Penyelamatan Manusia 106

Bab VIII  Sakramen–Sakramen Gereja  113

  1. Sakramen Baptis 114
  2. Sakramen Ekaristi 119
  3. Sakramen Penguatan/Krisma 124
  4. Sakramen Tobat 131
  5. Sakramen Pengurapan Orang Sakit 137

Glosarium  142

Daftar Pustaka  145

Profil Penulis 147

Profil Penelaah 149

Profil Editor 152

Profil Ilustrator 153

 

Kata Pengantar

Kita semua bersyukur kepada Allah yang Mahakuasa atas terbitnya buku Pendidikan  Agama Katolik dan Budi Pekerti yang telah direvisi dan diselaraskan sesuai perkembangan Kurikulum 2013.

Agama terutama bukanlah soal mengetahui mana yang benar atau yang salah. Tidak ada gunanya mengetahui tetapi tidak melakukannya, seperti dikatakan olehSanto Yakobus: “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Demikianlah, belajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah. Tidak sekadar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan. Begitulah Kurikulum 2013 dirancang agar tahapan pembelajaran memungkinkan siswa berkembang dari proses menyerap pengetahuan dan mengembangkan keterampilan hingga memekarkan sikap serta nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Pembelajaran agama diharapkan mampu menambah wawasan keagamaan, mengasah keterampilan beragama dan mewujudkan sikap beragama peserta didik yang utuh dan berimbang yang mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya, sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya. Untuk itu pendidikan agama perlu diberi penekanan  khusus terkait dengan penanaman karakter dalam pem- bentukan budi pekerti yang luhur. Karakter yang ingin kita tanamkan antara lain: kejujuran, kedisiplinan, cinta kebersihan, cinta kasih, semangat berbagi, optimisme, cinta tanah air, kepenasaran intelektual, dan kreativitas.

Nilai-nilai karakter itu digali dan diserap dari pengetahuan agama yang dipelajari para siswa itu dan menjadi penggerak dalam pembentukan, pengembangan, peningkatan, pemeliharaan, dan perbaikan perilaku anak didik agar mau dan mampu melaksanakan tugas-tugas hidup  mereka secara selaras, serasi, seimbang antara lahir-batin, jasmani-rohani, material-spiritual, dan individu-sosial. Selaras dengan itu, Pendidikan Agama Katolik secara khusus bertujuan  membangun dan membimbing peserta didik agar tumbuh berkembang mencapai kepribadian utuh yang semakin mencerminkan diri mereka sebagai gambar Allah, sebab demikianlah “Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya  dia”  (Kejadian  1:27). Sebagai makhluk yang diciptakan seturut gambar Allah, manusia perlu mengembangkan sifat cinta kasih dan takut akan Allah, memiliki kecerdasan, keterampilan, pekerti luhur, memelihara lingkungan, serta ikut bertanggung jawab dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. [Sigit DK:2013].

Buku pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti ini ditulis dengan semangat  itu.  Pembelajarannya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Akan tetapi pengetahuan agama bukanlah hasil akhir yang dituju. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan  agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial. Untuk itu, sebagai buku agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajarannya dinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Di dalamnya dirancang urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa. Dengan demikian, buku ini menuntun  apa yang harus dilakukan siswa bersama guru dan teman-teman sekelasnya untuk memahami dan menjalankan ajaran iman katolik. Buku ini bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa didorong untuk mempelajari agamanya melalui pengamatan terhadap sumber belajar yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Lebih-lebih untuk usia remaja perlu ditantang untuk kritis sekaligus peka dalam menyikapi fenomena alam, sosial, dan seni budaya.

Peran guru sangat penting untuk menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan yang ada pada buku ini. Penyesuaian ini antara lain dengan membuka kesempatan luas bagi kreativitas guru untuk memperkayanya  dengan kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan dengan tempat  di mana buku ini diajarkan, baik belajar melalui sumber tertulis maupun belajar langsung dari sumber lingkungan sosial dan alam sekitar.

Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia  sebagai lembaga yang ber- tanggungjawab atas ajaran iman Katolik berterima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas kerja sama yang baik selama ini mulai dari proses penyusunan kurikulum hingga penulisan buku teks pelajaran ini.

 

Jakarta, medio Februari 2016

Koordinator Tim Penulis Buku

 

Disklaimer

Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Hak Cipta © 2017 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

22,301 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *