Kelas 9 SMP/MTs Bahasa Inggris-Think Globally Act Locally Guru 2017

8,165,378 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Kelas_09_SMP_Bahasa_Inggris_Think_Globally_Act_Locally_Guru_001.jpg

Bahasa Inggris adalah bahasa utama dalam komunikasi antarbangsa dan pergaulan dunia. Makin datarnya dunia dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan pergaulan tidak dapat lagi dibatasi oleh batas-batas negara. Kurikulum 2013 menyadari peran penting bahasa Inggris tersebut.

Kurikulum 2013 dirancang untuk menyongsong model pembelajaran abad 21. Di dalamnya terdapat pergeseran pembelajaran dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu dari berbagai sumber belajar melampaui batas guru dan satuan pendidikan. Peran bahasa Inggris dalam model pembelajaran seperti itu menjadi sangat sentral mengingat lebih banyak sumber belajar yang menggunakan bahasa Inggris dibandingkan bahasa lainnya.

Sejalan dengan peran di atas, pembelajaran bahasa Inggris untuk SMP/MTs Kelas IX ini disusun untuk meningkatkan kemampuan berbahasa para siswa. Penyajiannya menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis teks, baik lisan maupun tulis, dengan menempatkan bahasa Inggris sebagai sarana berkomunikasi. Pemahaman terhadap jenis, kaidah dan konteks suatu teks ditekankan sehingga memudahkan siswa menangkap makna yang terkandung dalam suatu teks maupun menyajikan gagasan dalam bentuk teks yang sesuai sehingga mudah dipahami orang lain. Mengingat bahasa Inggris baru secara resmi diajarkan mulai Kelas IX SMP/MTs, komunikasi yang disajikan di sini adalah komunikasi sehari-hari. Bagi beberapa daerah yang telah mengajarkan bahasa Inggris mulai dari kelas-kelas akhir SD/MI, materi yang disajikan perlu diperkaya dengan materi tambahan yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, walaupun struktur pembelajarannya tetap mengacu pada model yang ada dalam buku ini.

Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, kemampuan berbahasa Inggris dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan. Pembelajaran model ini dimulai dengan peningkatan kompetensi pengetahuan tentang jenis, kaidah, dan konteks suatu teks, dilanjutkan dengan kompetensi keterampilan menyajikan suatu teks tulis dan lisan baik terencana maupun spontan dengan pelafalan dan intonasi yang tepat. Pembelajaran berkelanjutan ini bermuara pada pembentukan sikap kesantunan berbahasa.

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak untuk berani mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam berbagai bentuk kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

31,009 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *