Ebook Anak

Aba Walid Menyembah Tuhan Bergantian

1,137,666 kali dilihat, 3,318 kali dilihat hari ini

Aba Walid Menyembah Tuhan Bergantian

Setelah mendengar penjelasan Utbah bin Rabi’ah, kemudian Nabi Muhammad Saw menjawabnya dengan membacakan wahyu Allah SWT.

Mendengar suara Nabi Muhammad Saw yang begitu indah saat membacakan wahyu Allah, tiba-tiba Utbah bin Rabi’ah bersujud.

Utbah bin Rabi’ah menangis terharu.

Utbah bin Rabi’ah tahu perkataan Nabi Muhammad Saw benar dan dia tidak dapat membujuk Nabi Muhammad Saw.

Utbah bin Rabi’ah segera berpamitan pulang.

Kaumnya segera mengerubungi Aba Walid.

Mereka penasaran ingin tahu hasil pertemuan Aba Walid dengan Nabi Muhammad Saw.

“Wahai kaumku, aku sudah menyampaikan segala pesan kalian kepada Muhammad,” kata Aba Walid.

“Lalu, apa jawaban Muhammad?” tanya salah seorang pembesar Quraisy kepada Aba Walid.

“Sesudah aku menyampaikan maksudku, Muhammad membacakan bacaan yang sangat menggetarkan hati,” lanjut Aba Walid.

“Bacaan itu bukan syair, bukan sajak, dan bukan sihir. Kupikir, mungkin kita sebaiknya menerima ajakan Muhammad, mungkin kita akan ikut memegang sejarah,” jelas Aba Walid dengan penuh keyakinan.

Kaum Quraisy kaget mendengar kata-kata Aba Walid.

Mereka pun segera mengejek Aba Walid yang mereka sangka telah dipengaruhi sihir Nabi Muhammad Saw.

“Hai Aba Walid, rupanya engkau sudah terkena sihir Muhammad!” ejek kaum Quraisy.

“Aku sama sekali tidak terkena sihir Muhammad, aku masih teguh memegang agama nenek moyang kita!” sangkal Aba Walid tidak mau disalahkan.

“Baiklah kalau begitu, apa ada cara lain untuk membujuk Muhammad?” tanya pembesar yang lain.

“Bagaimana kalau kita membujuk Muhammad agar mau berganti-ganti menyembah Tuhan kita, lalu menyembah Allah,” usul yang lain.

“Siapa yang akan menemui Muhammad?” tanya kaum Quraisy yang lainnya.

“Kurasa, hanya Aba Walid yang mampu membujuk Muhammad,” ucap yang lainnya.

Aba Walid pun menyanggupi.

Aba Walid kembali menemui Nabi Muhammad Saw.

“Ya Muhammad, jika engkau menginginkan kami menyembah Tuhanmu, baiklah kami akan menyembah Tuhanmu asalkan engkau juga menyembah Tuhan kami,“ usul Aba Walid kepada Nabi Muhammad Saw.

Mendengar hal itu, Nabi Muhammad Saw kembali membacakan wahyu dari Allah SWT.

Wahyu itu adalah surah Al-Kafirun yang berisi jawaban atas ajakan orang kafir.

Seperti sebelumnya, Nabi Muhammad Saw juga menolak ajakan Aba Walid tersebut.

Orang-orang Quraisy terus-menerus merayu Nabi Muhammad Saw.

Namun, Nabi Muhammad sedikit pun tidak tergoda.

Orang-orang Quraisy yang sudah kehilangan cara mulai melakukan kekerasan terhadap Nabi Muhammad Saw dan para pengikutnya.

Melihat kekejaman yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy terhadap para pengikutnya, Nabi Muhammad Saw memerintahkan umatnya hijrah ke Habsyi.

Di sana, mereka memperoleh keamanan dan ketenteraman hidup.

Mereka yang hijrah berjumlah sepuluh orang laki-laki dan lima orang perempuan.

Mereka menetap di sana selama tiga bulan.

Sementara itu, Nabi Muhammad Saw dan beberapa orang Muslim masih tetap tinggal di Mekah.

 

Supported Content by:

Studio Creative Business Media (CBM Agency)

Kontak:

Telp/WA/SMS: 0815 6148 165

Kontributor

Penulis: Rani Yulianti

Penyunting: Nurul Ihsan

Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin

Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan

Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

www.ebookanak.com

www.katabaca.com

www.cbmagency.com

www.cbmagency.com/shop

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *