Ebook Anak

Muhammad dan Tulang Belulang Ubay bin Khalaf

1,155,602 kali dilihat, 4,166 kali dilihat hari ini

Muhammad dan Tulang Belulang Ubay bin Khalaf

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Uqbah bin Abu Mu’ith memutuskan untuk meludahi Nabi Muhammad Saw.

Esoknya, ketika bertemu Nabi Muhammad Saw, Uqbah bin Mu’ith segera meludahi Nabi Muhammad Saw.

Namun, yang terjadi malah air ludah Uqbah bin Mu’ith berbalik ke wajahnya sendiri.

Uqbah bin Mu’ith merasa mukanya terasa panas dan sakit.

Uqbah bin Mu’ith segera menyesali perbuatannya.

Masih banyak pemuka kaum Quraisy yang memusuhi Nabi Muhammad Saw.

Salah satunya, Ubayy bin Khalaf.

Pada suatu hari, Ubayy bin Khalaf datang kepada Nabi Muhammad Saw dengan membawa tulang-tulang binatang yang sudah kering.

“Hai Muhammad, aku dengar engkau berkata bahwa manusia yang sudah mati, kemudian di hari kiamat nanti akan dibangkitkan lagi. Padahal, dia telah menjadi tulang yang berserakan, betulkah itu?”

“Ya betul. Karena, Allah Mahakuasa dalam segala hal,” Nabi Muhammad Saw menjawab dengan yakin.

“Engkau memang seorang pembohong, masa tulang bisa hidup kembali,” Ubayy bin Khalaf pun mematahkan tulang-tulang yang dibawanya.

“Allah telah menghidupkanmu, kemudian engkau akan mati. Setelah itu, engkau hidup kembali dan akan masuk ke neraka bila engkau tidak beriman kepada Allah,” ucap Nabi Muhammad Saw lagi.

Namun, Ubayy bin Khalaf tidak terpengaruh dengan ucapan Nabi Muhammad Saw.

Ubay bin Khalaf malah menertawakan dan pergi meninggalkan Nabi Muhammad Saw.

Hakam bin Ash pun tidak ketinggalan menghina Nabi Muhammad Saw. 

Begitu melihat Nabi Muhammad Saw, Hakam bin Ash mengikutinya.

Hakam bin Ash memain-mainkan mulutnya hingga tampak sangat mengejek Nabi Muhammad Saw.

Hakam bin Ash melakukan hal tersebut terus-menerus untuk mengejek Nabi Muhammad Saw.

Beberapa kali Nabi Muhammad Saw menoleh dan melarang Hakam bin Ash melakukan hal tersebut, tapi Hakam bin Ash tidak peduli.

Hakam bin Ash menganggap Nabi Muhammad Saw telah terpengaruh oleh ejekannya.

Karena Hakam bin Ash tidak mau menuruti larangan Nabi Muhammad Saw, maka Allah SAW menjatuhkan hukuman kepadanya.

Bentuk hidung dan mulut Hakam bin Ash berubah menjadi sangat jelek.

Setelah menyadari keadaan mukanya yang aneh, Hakam bin Ash pun menyesal, namun wajahnya tidak bisa kembali ke bentuk semula.

Hakam bin Ash pun menjadi hinaan kaumnya sendiri.

Hakam bin Ash pun jatuh sakit dan meninggal dunia dengan sangat menderita.

 

Supported Content by:

Studio Creative Business Media (CBM Agency)

Kontak:

Telp/WA/SMS: 0815 6148 165

Kontributor

Penulis: Rani Yulianti

Penyunting: Nurul Ihsan

Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin

Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan

Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

www.ebookanak.com

www.katabaca.com

www.cbmagency.com

www.cbmagency.com/shop

 

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *