Ebook Anak

Nabi Muhammad Terima Perintah Shalat dari Allah

1,776,333 kali dilihat, 10,484 kali dilihat hari ini

Nabi Muhammad Terima Perintah Shalat dari Allah

Nabi Muhammad Melihat Orang Memanen Padi Pada Saat Isra Miraj

Pada saat Nabi Muhammad Saw mengalami penganiayaan dari kaumnya, Allah SWT kemudian menghiburnya.

Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad Saw ke alam gaib, sehingga Nabi Muhammad Saw bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Isra’ artinya berjalan pada malam hari dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa di Palestina. 

Mi’raj artinya diangkat ke alam gaib melalui langit yang berlapis-lapis.

Kedua kejadian tersebut terjadi dalam waktu semalam.

Kejadian tersebut merupakan keistimewaan yang didapat Nabi Muhammad Saw dari Allah SWT.

Sebelum Nabi Muhammad Saw melakukan Isra’, terlebih dahulu Malaikat Jibril membedah dadanya dan mengeluarkan kotoran-kotoran yang terdapat di dalam dadanya.

Hati Nabi Muhammad Saw disucikan dengan air zamzam, kemudian dadanya ditutup kembali.

Setelah itu, Nabi Muhammad Saw mendapat kendaraan yang bernama Buraq.

Kecepatan Buraq sama dengan kilat.

Nabi Muhammad Saw pun mengendarai Buraq sampai ke Baitul Maqdis di Palestina.

Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad Saw mengerjakan shalat dua rakaat.

Setelah selesai shalat, Malaikat Jibril menghidangkan dua buah minuman kepadanya.

Yang satu berisi susu dan yang satu lagi berisi minuman keras.

Nabi Muhammad Saw memilih yang berisikan susu.

Air susu merupakan lambang kesucian.

Dalam perjalanan Isra’, Nabi Muhammad Saw melihat orang yang sedang panen.

Setelah dipotong, tumbuh lagi dan dipotong lagi dan seterusnya.

Nabi Muhammad Saw bertanya kepada Malaikat Jibril.

“Siapakah gerangan itu?”

“Itulah contoh umatmu yang suka bersedekah, harta yang disedekahkan tidaklah hilang. Bahkan, makin bertambah di sisi Tuhan. Di kemudian hari, hartanya akan berlipat ganda,” jawab Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw.

Rasulullah Lihat Panen Padi Saat Isra Miraj

“Itulah contoh umatmu yang suka bersedekah, harta yang disedekahkan tidaklah hilang. Bahkan, makin bertambah di sisi Tuhan. Di kemudian hari, hartanya akan berlipat ganda,” jawab Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw.

Kemudian, Nabi Muhammad Saw menemukan kuburan yang bau harumnya.

Lalu, Nabi Muhammad Saw bertanya kepada Malaikat Jibril.

“Kuburan siapakah ini, wahai Jibril?”

“Itulah kuburan Siti Masyitah, tukang sisir anak raja Firaun. Masyitah yang beriman kepada Allah tidak mengaku Tuhan kepada Firaun. Akibatnya, Masyitah dan keluarganya disiksa, direbus dengan air panas dalam kuali yang besar sampai menemui ajalnya,” jelas Malaikat Jibril panjang lebar.

 

Rasulullah Melihat Orang Memukul Kepalanya Sendiri Ketika Isra Miraj

Kemudian, Nabi Muhammad Saw menemukan kuburan yang bau harumnya.

Lalu, Nabi Muhammad Saw bertanya kepada Malaikat Jibril.

“Kuburan siapakah ini, wahai Jibril?”

“Itulah kuburan Siti Masyitah, tukang sisir anak raja Firaun. Masyitah yang beriman kepada Allah tidak mengaku Tuhan kepada Firaun. Akibatnya, Masyitah dan keluarganya disiksa, direbus dengan air panas dalam kuali yang besar sampai menemui ajalnya,” jelas Malaikat Jibril panjang lebar.

Mereka pun melanjutkan perjalanan.

Kemudian, Nabi Muhammad Saw melihat orang yang sudah tua.

“Siapakah gerangan orang tua itu?” tanya Nabi Muhammad Saw keheranan.

“Itulah gambaran umur dunia ini,” jawab Malaikat Jibril.

Nabi Muhammad Saw pun melihat orang yang memukul-mukul kepalanya dengan pukulan besi.

Kepalanya itu pecah, tapi kemudian bentuknya kembali lagi seperti semula.

Orang yang memukul itu selalu memekik kesakitan.

“Siapakah gerangan orang itu?” tanya Nabi Muhammad Saw keheranan.

“Inilah orang yang enggan mengerjakan shalat, kepalanya tidak mau sujud kepada Allah. Kemudian hari, dia akan merasakan sendiri atas kemalasannya,” jelas Malaikat Jibril.

Rasulullah Lihat Orang Pukul Kepalanya Sendiri

Orang yang memukul itu selalu memekik kesakitan.

Nabi Muhammad Saw pun melihat orang yang menghadapi dua macam hidangan makanan.

Satu makanan yang baik dan yang satu makanan yang busuk.

Namun, orang itu memakan makanan yang busuk.

Sementara itu, makanan yang baik dibiarkan.

“Apa pula ini?” tanya Nabi Muhammad Saw kepada Malaikat Jibril.

“Inilah contoh umatmu yang suka menggoda istri atau suami orang, sedangkan pasangan sendiri dibiarkan saja dan tidak dipedulikan,” jelas Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw.

Perjalanan Nabi Muhammad Saw telah melebihi langit ketujuh sehingga Malaikat Jibril tidak dapat menemaninya lagi.

Malaikat Jibril menunggu di dekat Sidratul Muntaha dan Nabi Muhammad Saw meneruskan perjalanannya.

Nabi Muhammad Saw diangkat ke tempat yang paling atas untuk menerima perintah shalat dari Allah SWT.

Sesampainya di sana, Nabi Muhammad Saw bersujud dan memanjatkan ampun, kemudian berdoa kepada Allah SWT.

Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad Saw dan umatnya untuk mengerjakan shalat wajib lima puluh waktu sehari semalam.

Setelah selesai menerima perintah shalat dari Allah SWT, Nabi Muhammad Saw turun ke langit keenam.

Di langit keenam, Nabi Muhammad Saw bertemu dengan Nabi Musa.

 

Nabi Muhammad Terima Perintah Shalat dari Allah

“Ya Muhammad, apa yang engkau bawa untuk umatmu dari perjalanan mulia ini?” tanya Nabi Musa as.

“Aku membawa tugas dari Tuhanku untukku dan umatku, yaitu perintah shalat wajib lima puluh waktu sehari semalam,” jawab Nabi Muhammad Saw kepada Nabi Musa as.

“Kembalilah engkau, mohonlah kepada Tuhan supaya perintah shalat dikurangi karena umatmu tidak akan sanggup untuk mengerjakannya!” saran Nabi Musa as.

Nabi Muhammad Saw pun merasa kalau ucapan Nabi Musa itu benar.

Nabi Muhammad Saw pun kembali ke langit ketujuh.

Nabi Muhammad Saw memohon keringanan shalat.

Allah SWT pun mengabulkan.

Perintah shalat jadi berkurang.

Dari lima puluh menjadi 45.

Nabi Muhammad Saw pun kembali ke tempat Nabi Musa as.

“Apakah engkau mendapat keringanan dari Tuhan?” tanya Nabi Musa as kepada Nabi Muhammad Saw.

“Betul, saya telah mendapat keringanan. Yang tadinya lima puluh waktu menjadi 45 waktu,” jelas Nabi Muhammad Saw.

“Masih berat juga. Kembalilah ke sana dan mohonlah keringanan lagi karena umatmu masih belum sanggup!” kata Nabi Musa as memberi alasan.

Nabi Muhammad Saw pun kembali ke sana.

Nabi Muhammad Saw meminta dikurangi lagi.

Allah SWT pun mengabulkannya.

Akhirnya, waktu shalat menjadi lima waktu dan tidak dapat dikurangi lagi.

Namun yang lima waktu ini pahalanya sama dengan 50 kali lipat.

Kata Nabi Musa, shalat yang dikerjakan dalam lima waktu masih berat bagi umat Nabi Muhammad Saw.

Namun, Nabi Muhammad Saw sudah merasa malu untuk meminta keringanan lagi kepada Allah SWT.

Setelah selesai menerima perintah shalat dari Allah SWT, kembalilah Nabi Muhammad Saw ke dunia.

Nabi Muhammad Saw sampai di Mekah saat hari sudah subuh.

Dengan kejadian Isra Mi’raj ini, hampir semua orang tidak percaya, kecuali Abu Bakar.

Abu Bakar berkata, “Yang lebih aneh dari ini pun aku tetap percaya kepadamu karena engkau tidak pernah berbohong.”

Dari sinilah Abu Bakar diberi gelar As Siddiq, artinya orang yang sangat iman kepada Allah.

 

  • Supported Content by: Studio Creative Business Media (CBM Agency)
  • Kontak: Telp/WA/SMS: 0815 6148 165
  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

www.ebookanak.com

www.katabaca.com

www.cbmagency.com

www.cbmagency.com/shop

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *