Ebook Anak

Nabi Zakaria dan Kesucian Siti Maryam

2,261,139 kali dilihat, 5,468 kali dilihat hari ini

Nabi Zakaria dan Kesucian Siti Maryam

Setelah Nabi Sulaiman as meninggal, keturunannya banyak yang menjadi pemimpin agama.

Keturunan Nabi Sulaiman as yang menjadi nabi adalah Zakaria.

Nabi Zakaria merupakan ulama besar di kalangan Bani Israel.

Istrinya bernama Isya, saudara perempuan Hannah, istri Imran.

Imran merupakan salah seorang pembesar di kalangan Bani Israel.

Hannah dan Imran merupakan pasangan suami istri yang taat beribadah.

Sudah lama Hannah berumah tangga dengan Imran, namun keduanya belum juga dikaruniai anak.

Hannah dan Imran selalu berdoa kepada Allah SWT agar mereka dikaruniai anak.

“Ya Allah, aku bernazar apabila aku memperoleh anak, maka akan aku serahkan kepada Engkau, akan kuberikan ke Baitulmaqdis untuk memelihara rumah Tuhan,” Hannah berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT.

Allah SWT mendengarkan doa Hannah dan mengabulkan doanya.

Tanda-tanda kehamilan pun muncul pada diri Hannah.

Hari berganti hari, bulan terus bertambah, kandungan Hannah pun semakin membesar.

Setelah sembilan bulan mengandung, Hannah pun melahirkan seorang anak perempuan.

Hannah menyangka dia akan memperoleh seorang anak laki-laki yang akan dia serahkan kepada rumah Tuhan.

Ketika dia melahirkan seorang anak perempuan, Hannah agak kebingungan.

Namun, Allah SWT lebih mengetahui apa yang terjadi pada manusia.

Hal itu juga yang Hannah percayai.

Hannah yakin dengan ketentuan dari Allah SWT.

Hannah pun berdoa kepada Allah SWT.

“Ya Allah, Engkau telah memberiku seorang anak perempuan. Kuberi dia nama Maryam. Dia akan kuserahkan ke rumah-Mu. Semoga Engkau melindunginya dari godaan setan.”

Hannah pun menyerahkan putrinya, Maryam, kepada Nabi Zakaria yang saat itu memimpin  Bailtulmaqdis.

Nabi Zakaria sangat hati-hati memelihara dan menjaga Maryam.

Ketika Maryam beranjak dewasa, Nabi Zakaria membuatkan sebuah kamar dekat mihrab.

Jika Nabi Zakaria bepergian, dia mengunci kamar Maryam dari luar sehingga Maryam tidak bisa keluar.

Hal itu dilakukan untuk menjaga kesucian Maryam.

Ketika Nabi Zakaria pulang, dia sering menemukan di kamar tersebut ada makanan.

QS. Ali Imran: 33-39, 45-47, Maryam: 16-36

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

Website:

Email:

[email protected]

Redaksi

Creative Business Media

Studio Jasa Penerbitan Buku dan Media

(Naskah/Editing/Ilustrasi/Komik/Layout/Desain)

Jl. Raden Mochtar III No. 126

RT 003 RW 02

Kompleks Pos Giro

Sekebunar, Sindanglaya

Arcamanik Bihbul

Bandung 40195

Jawa Barat

Indonesia

Telp/Whatsapp/SMS

0815 6148 165

0817 223 029

(022) 8782 4898

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *