Ebook Anak

Pengikut Musa 40 Tahun Terkurung di Padang Tih

2,252,055 kali dilihat, 1,897 kali dilihat hari ini

Pengikut Musa 40 Tahun Terkurung di Padang Tih

Nabi Musa as mendapat perintah dari Allah SWT agar dia dan umatnya, kaum Bani Israel, hijrah dari Mesir ke daerah Baitul Maqdis.

Nabi Musa as segera menyuruh kaumnya untuk hijrah.

Akan tetapi, kaum Nabi Musa as tidak mau menuruti perintah Allah SWT.

Alasan kaum Bani Israel bermacam-macam.

Pengikut Nabi Musa as bilang kalau di Siria banyak terdapat orang-orang Jabarin atau orang-orang yang kuat dan gagah perkasa.

Pengikut Nabi Musa as takut orang-orang Jabarin akan menindas mereka.

Karena pengikut Nabi Musa as telah ingkar, Allah SWT pun menghukum mereka.

Allah SWT membuat pengikut Nabi Musa as tidak tahu jalan pulang.

Allah SWT mengurung pengikut Nabi Musa as selama empat puluh tahun di Padang Tih. 

Selama 40 tahun itu, pengikut Nabi Musa as hanya berputar-putar di Padang Tih.

Walaupun Allah SWT menghukum pengikut Nabi Musa as, Allah SWT tetap memberi karunia kepada mereka.

Selama empat puluh tahun, Allah SWT melindungi pengikut Nabi Musa as dengan awan sehingga mereka tidak kepanasan.

Allah SWT juga menurunkan makanan yang bernama Manna dan Salwa.

Allah SWT menyuruh pengikut Nabi Musa as untuk menikmati rezeki yang telah Allah SWT berikan.

Namun, pengikut Nabi Musa as tidak mau bersyukur dengan pemberian Allah SWT itu.

Pengikut Nabi Musa as malah menyuruh Nabi Musa as untuk meminta makanan yang lain.

“Hai Musa, kami bosan memakan makanan yang sejenis,” seru pengikut Nabi Musa as dengan jengkel.

“Mintalah kepada Tuhanmu supaya ditumbuhkan bermacam-macam tumbuhan seperti sayuran, ketimun, bawang putih, dan bawang merah,” ucap pengikut Nabi Musa as.

“Aku heran, kalian lebih suka menukar barang baik dengan barang yang buruk,” jawab Nabi Musa as.

“Jika kalian mau seperti itu, pergilah ke kota dan kalian akan mendapat apa yang kalian inginkan, namun kalian akan memperoleh kehinaan,” kata Nabi Musa as mengingatkan.

Ucapan Nabi Musa as menjadi kenyataan.

Pengikut Nabi Musa as menyesal, tapi semuanya sudah terlambat.

Setelah empat puluh tahun, Allah SWT pun menunjukkan jalan menuju kota kepada pengikut Nabi Musa as.

Allah SWT mensyaratkan kepada pengikut Nabi Musa as agar ketika di pintu masuk kota mereka membaca perkataan minta ampun kepada Allah dengan ucapan “Hiththah”, tetapi mereka mengganti kalimat dengan ucapan “Hinthah” yang artinya minta gandum.

QS. Al Baqarah: 57-61

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

Jasa penerbitan buku dan self publishing

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *