Ebook Anak

Rasulullah Lihat Panen Padi Saat Isra Miraj

1,297,721 kali dilihat, 261 kali dilihat hari ini

Rasulullah Lihat Panen Padi Saat Isra Miraj

Pada saat Nabi Muhammad Saw mengalami penganiayaan dari kaumnya, Allah SWT kemudian menghiburnya.

Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad Saw ke alam gaib, sehingga Nabi Muhammad Saw bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Isra’ artinya berjalan pada malam hari dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa di Palestina. 

Mi’raj artinya diangkat ke alam gaib melalui langit yang berlapis-lapis.

Kedua kejadian tersebut terjadi dalam waktu semalam.

Kejadian tersebut merupakan keistimewaan yang didapat Nabi Muhammad Saw dari Allah SWT.

Sebelum Nabi Muhammad Saw melakukan Isra’, terlebih dahulu Malaikat Jibril membedah dadanya dan mengeluarkan kotoran-kotoran yang terdapat di dalam dadanya.

Hati Nabi Muhammad Saw disucikan dengan air zamzam, kemudian dadanya ditutup kembali.

Setelah itu, Nabi Muhammad Saw mendapat kendaraan yang bernama Buraq.

Kecepatan Buraq sama dengan kilat.

Nabi Muhammad Saw pun mengendarai Buraq sampai ke Baitul Maqdis di Palestina.

Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad Saw mengerjakan shalat dua rakaat.

Setelah selesai shalat, Malaikat Jibril menghidangkan dua buah minuman kepadanya.

Yang satu berisi susu dan yang satu lagi berisi minuman keras.

Nabi Muhammad Saw memilih yang berisikan susu.

Air susu merupakan lambang kesucian.

Dalam perjalanan Isra’, Nabi Muhammad Saw melihat orang yang sedang panen.

Setelah dipotong, tumbuh lagi dan dipotong lagi dan seterusnya.

Nabi Muhammad Saw bertanya kepada Malaikat Jibril.

“Siapakah gerangan itu?”

“Itulah contoh umatmu yang suka bersedekah, harta yang disedekahkan tidaklah hilang. Bahkan, makin bertambah di sisi Tuhan. Di kemudian hari, hartanya akan berlipat ganda,” jawab Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw.

Kemudian, Nabi Muhammad Saw menemukan kuburan yang bau harumnya.

Lalu, Nabi Muhammad Saw bertanya kepada Malaikat Jibril.

“Kuburan siapakah ini, wahai Jibril?”

“Itulah kuburan Siti Masyitah, tukang sisir anak raja Firaun. Masyitah yang beriman kepada Allah tidak mengaku Tuhan kepada Firaun. Akibatnya, Masyitah dan keluarganya disiksa, direbus dengan air panas dalam kuali yang besar sampai menemui ajalnya,” jelas Malaikat Jibril panjang lebar.

 

  • Supported Content by: Studio Creative Business Media (CBM Agency)
  • Kontak: Telp/WA/SMS: 0815 6148 165
  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

www.ebookanak.com

www.katabaca.com

www.cbmagency.com

www.cbmagency.com/shop

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *