Ebook Anak

Tata Cara Shalat Wajib: Itidal

 12,104,509 total views,  3,010 views today

Ketika sujud, tujuh anggota badan menempel di lantai dan sambil membaca doa sujud.

I’tidal
I’tidal atau bangun dari rukuk sambil mengangkat punggung dari rukuk dengan mengangkat tangan membaca doa itidal:

Sami’alloohu liman hamidah

“Allah Maha Mendengar terhadap hamba yang memuji-Nya.”

Setelah berdiri tegak sempurna kemudian kamu baca doa i’tidal:

Robbanaa lakalhamdu mil-us samaa-waa-ti wa mil- ur ardhi wa mil-umaa syi‘ta min-syai-in ba’du

“Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi serta sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

Mengucapkan takbir “Alloohu akbar” lalu  bersujud.
Alloohu akbar
“Allah Mahabesar”

Sujud
Ketika sujud, tujuh anggota badan menempel di lantai dan sambil membaca doa sujud:

Sub-haana robbiyal a’laa wa bihamdih (3 kali)
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan aku memuji kepada-Nya.”

Tujuh anggota badan yang termasuk anggota sujud yaitu: dua telapak tangan, dua telapak kaki, dua lutut (kanan dan kiri) dan wajah (kening dan hidung).

Duduk di antara dua sujud (iftirosy)
Bangun dari sujud sambil mengucapkan takbir “Alloohu akbar” lalu duduk di antara dua sujud (iftirosy). Yaitu posisi kita duduk di atas telapak kaki kiri dan menegakkan kaki kanan dan membaca doanya:

Robbigh- firlii warhamnii waj-burnii warfa’nii war zuqnii wahdinii wa-’aa finii wa’fu-’annii.

“Ya Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, tutuplah aibku, tunjukanlah aku ke jalan yang lurus, dan karuniakanlah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan berilah ampunan kepadaku.”
    
Sampai sujud kedua ini, rokaat pertama sudah selesai.

Kemudian dilanjutkan dengan rokaat kedua dan rokaat seterusnya sesuai jumlah rokaat shalat fardu yang sedang dikerjakan.

Bangun dari sujud
Lalu berdiri tegak sambil mengucapkan takbir  “Alloohu akbar” seperti rokaat pertama.

Berdiri tegak
Kemudian membaca surat Al-Fatihah seperti pada rokaat pertama, dilanjutkan membaca surat Al-Qur’an lainnya. Misalnya, surat Al-Ashr:

Wal ‘ashri. Innal insaana lafii khushri. illalladzii na-aamanuu wa ‘amilush-shoolihaati wa tawaa shaubil haqqi, wa ta waa shaubish-shobri.

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Kontributor:

  • Naskah: Nurul Ihsan
  • Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
  • Desain layout: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Indonesia) dan Edukid Distributors Sdn. Bhd. (Malaysia)
  • Copyright/hak cipta: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa penerbitan buku online dan offline.

    

 4,385 total views,  1 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *