Daendels dan Keberanian Bupati Kusumahdinata

11,528,867 kali dilihat, 5,643 kali dilihat hari ini

Daendels dan Keberanian Bupati Kusumahdinata

Pada saat pemerintahan penjajah Belanda dipegang Gubernur Daendels, ada sebuah proyek pembuatan jalan sepanjang 1000 km dari Anyer sampai ke Panarukan.

Dalam pembuatan jalan itu, Daendels memerintah dengan kejam.

Terutama ketika pembuatan jalan itu melewati daerah Sumedang, karena pembuatan jalan di sana harus melewati gunung dan perbukitan batu cadas yang sulit ditembus.

Akhirnya, banyak berjatuhan korban para pekerja Indonesia.

Namun, para mandor Belanda hanya bisa memerintah dan memukul pekerja yang kelelahan.

Di tempat lain, pembuatan jalan serupa hanya memakan waktu dua bulan, namun di daerah
Sumedang ini pengerjaannya hampir memakan waktu empat bulan.

Sehingga Daendeles pun langsung meninjau pembuatan jalan di tanjakan cadas itu.

Bupati Sumedang, Kusumahdinata tampak menyambut kedatangan Daendels di sana.

Daendels pun mengulurkan tangan kanannya untuk menyalami Kusumahdinata, Sang Bupati itu.

Namun apa yang terjadi?

Bupati Kusumahdinata mengulurkan tangan kirinya ke arah tangan kanan Daendels.

Sementara tangan kanan Bupati Kusumahdinata, mencabut keris Ki Dukun yang terkenal itu.

Dan bila berniat, bisa saja saat itu Bupati Sumedang menghunuskan kerisnya ke tubuh Gubernur Jenderal Daendels.

Dalam pertemuan itu, Bupati Kusumahdinata menjelaskan, bahwa keterlambatan pembuatan jalan di Sumedang itu bukan karena rakyatnya malas, tetapi di daerah itu terdapat banyak batu cadas yang keras.

Bupati Kusumahdinata minta agar Daendels mengirimkan serdadu Belanda yang ahli di bidang pembuatan jalan raya.

Daendels pun setuju.

Akhirnya, rakyat Sumedang bersama-sama tentara Belanda menyelesaikan pembuatan jalan itu sampai selesai.

Untuk mengenang keberanian Bupati Kusumahdinata, semenjak itu, orang-orang kemudian menyebut jalan itu dengan nama Jalan Cadas Pangeran.

Pesan Moral
Melindungi keselamatan rakyat sudah menjadi tugas dan kewajiban pemimpin.

(Cerita dan Dongeng Rakyat Provinsi Jawa Barat)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

Jasa penerbitan buku dan self publishing

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *