Nyai Anteh, Wanita Penunggu Bulan

11,528,041 kali dilihat, 4,815 kali dilihat hari ini

Nyai Anteh, Wanita Penunggu Bulan

Dahulu kala di Kerajaan Pakuan ada dua gadis cantik, bernama Endahwarni dan Nyai Anteh.

Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya, meski Nyai Anteh adalah putri dayang kesayangan sang Ratu yang meninggal pada saat melahirkan Nyai Anteh.

Suatu hari, sang Ratu hendak menjodohkan Endahwati dengan Anantakusuma, putra adipati dari Kadipaten Wetan.

Akhirnya, Adipati Wetan datang bersama Anantakusuma untuk melamar putri Endahwati.

Ketika Nyai Anteh datang menyajikan minuman kepada para tamu, tak sengaja pandangan Anantakusuma tertuju kepada Nyai Anteh.

Anantakusuma terpesona melihat kecantikan Nyai Anteh.

Anantakusuma jatuh hati pada Nyai Anteh.

Endahwati mengetahui sikap Anantakusuma itu.

Endahwati menjadi  marah dan cemburu.

Nyai Anteh pun diusirnya dari istana.

Setelah diusir dari istana, Nyai Anteh pulang ke desanya.

Di sana, Nyai Anteh bekerja sebagai penjahit pakaian dan menikah.

Dari pernikahannya itu, ia mempunyai dua orang anak.

Setelah lama, Endahwati menyesal dan mencari-cari Nyai Anteh.

Akhirnya, mereka bertemu.

Endahwati meminta Nyai Anteh tinggal kembali di istana bersama keluarganya.

Namun setelah beberapa hari Nyai Anteh di Istana, Anantakusuma kembali datang merayu Nyai Anteh.

Nyai Anteh ketakutan. ”Oh Tuhan, tolonglah hamba ini!”

Tiba-tiba, Nyai Anteh merasa ada kekuatan yang menarik tubuhnya ke atas.

Dilihatnya sinar bulan menyelimuti Nyai Anteh dan menariknya.

Nyai Anteh akhirnya hilang bersama sinar bulan yang tertutup awan.

Sejak saat itu, Nyai Anteh tinggal di bulan sendiri dengan ditemani kucing kesayangannya.

Kini jika bulan purnama, kita bisa melihat bayangan Nyai Anteh sedang duduk menenun ditemani kucing kesayangannya.

Pesan Moral
Menjaga diri dari perbuatan tak terpuji, merupakan sebuah sikap yang amat mulia.

(Cerita dan Dongeng Rakyat Provinsi Jawa Barat)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com
Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *