Ebook Anak

Pak Lebai Malang dan Kepala Kerbau

 11,917,756 total views,  8,868 views today

Undangan pertama, rumahnya ada di hulu sungai. Sedangkan undangan kedua, rumahnya di hilir sungai.

Dulu, ada seorang ketua kampung yang tinggal di tepi sungai bernama Pak Lebai. 

Pak Lebai sangat dikenal di seluruh kampung yang berada di hulu sampai hilir sungai tersebut.

Suatu hari, Pak Lebai mendapat dua undangan pesta pernikahan yang bersamaan waktunya.

Undangan pertama, rumahnya ada di hulu sungai.

Sedangkan undangan kedua, rumahnya di hilir sungai.

Pesta di hulu akan memotong dua ekor kerbau, dan Pak Lebai akan mendapat bagian dua kepala kerbau.

Tapi, masakannya kurang enak dan Pak Lebai kurang akrab dengan tuan rumahnya.

Sedangkan pesta di hilir, hanya akan menyembelih satu ekor kerbau dan Pak Lebai akan mendapat satu kepala kerbau saja.

Namun masakan di hilir sangat enak dan Pak Lebai juga kenal baik dengan  tuan rumahnya.

Pak Lebai masih bingung.

Pak Lebai pun pergi ke sungai mengayuh perahunya ke arah hulu.

Pak Lebai masih berpikir, bahwa di sana ia akan mendapat dua kepala kerbau.

Tapi di tengah jalan, Pak Lebai berbalik arah menuju pesta di hilir.

Tapi, setibanya di hilir, pesta telah usai.

Kepala kerbau dan makanan di pesta telah habis oleh para tamu yang lain.

Dengan kecewa, Pak Lebai kemudian pergi ke hulu mengayuh cepat perahunya.

Tapi, pesta di hulu pun telah selesai.

Betapa malangnya Pak Lebai.

Pak Lebai juga telah kehabisan makanan di pesta itu.

Kini, Pak Lebai pulang dengan tangan hampa.

Esoknya, Pak Lebai lalu pergi memancing sambil membawa bekal sebungkus nasi dan membawa anjing miliknya.         

Setelah lama menunggu, “Wah, akhirnya ada ikan yang memakan umpanku,” seru Pak Lebai gembira.

Tapi, sayang kailnya tersangkut di batu.

Pak Lebai pun turun ke dalam sungai untuk mengambil ikan yang memakan umpannya.

Tiba-tiba saja, ikan itu meronta-ronta dan lepas kembali ke sungai.

Dengan kecewa, Pak Lebai naik ke daratan.

Namun, betapa terkejutnya Pak Lebai ketika melihat bungkusan nasi yang dibawanya telah dimakan anjingnya.

Benar-benar malang nasib Pak Lebai.

Sejak saat itu, Pak Lebai dijuluki si Lebai malang.

(Dongeng Rakyat Sumatera Barat)

Pesan Moral
Jangan ragu-ragu dalam mengambil sebuah pilihan. Apapun pilihannya, selalu ada resikonya.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *