Ebook Anak

Putri Kuning dan Asal-Usul Bunga Kemuning

 12,036,521 total views,  2,502 views today

Kesepuluh puteri Raja dinamai dengan nama-nama warna.

Tersebutlah seorang Raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik.

Permaisuri Raja sudah meninggal dunia ketika melahirkan putrinya yang bungsu, sehingga semua putri Raja diasuh oleh para inang pengasuh.

Kesepuluh puteri Raja dinamai dengan nama-nama warna.

Puteri Sulung bernama Puteri Jambon.

Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Biru, Puteri Ungu, Puteri Merah Merona, dan terakhir puteri bungsu, bernama Puteri Kuning.     

Meskipun kecantikan mereka sama, tapi Puteri Kuning sama sekali berbeda.

Putri Kuning tak terlihat manja dan nakal seperti kesembilan putri lainnya.

Suatu hari, Raja akan bepergian jauh.

Di depan kesepuluh putrinya, Raja bertanya, ”Kalian ingin Ayah belikan hadiah apa, Putri-putriku?”  

Kesembilan putrinya langsung meminta hadiah yang mahal-mahal.

Hanya Putri Kuning saja yang permintaannya lain, ”Aku hanya ingin Ayahanda pulang dengan selamat,” 

Mendengar hal itu Raja amat terharu.

”Kau memang putri yang baik, akan aku bawakan kau hadiah yang bagus dan mahal,” kata Sang Raja pada Putri Kuning.

Selang beberapa minggu kemudian, Raja kembali ke istana.

Raja lalu membagikan hadiah kepada putri-putrinya.

Dan kepada Putri Kuning, Raja memberikan hadiah istimewa berupa kalung hijau yang bagus.

Ternyata kesembilan Putri yang lain menjadi iri pada Putri Kuning.

Kenapa Raja memberikan hadiah kalung hijau istimewa itu hanya pada Putri Kuning saja?

Setelah Raja pergi, kesembilan kakak-kakaknya memarahi putri Kuning dan memukul kepalanya.

Tak disangka, pukulan tersebut menyebabkan Putri Kuning meninggal.

Mereka terkejut.

Agar tak diketahui Raja dan yang lainnya, mereka segera mengubur jenazah Putri Kuning di taman istana.

Putri Kuning pun akhirnya dinyatakan hilang dari istana.

Di atas tempat Putri Kuning dikuburkan, kemudian tumbuh jenis tanaman bunga baru.

Bentuk dan warna bunga itu seperti mengingatkan Raja pada Putri Kuning.

Bunganya putih kekuningan, wangi, daunnya bulat berkilau, seperti kalung batu hijau.

Batangnya seperti gaun Putri Kuning.

Maka Raja pun kemudian memberi nama bunga kemuning pada bunga itu.

(Dongeng Rakyat Provinsi Riau)

Pesan Moral
Jauhi iri dan dengki karena akan merusak persaudaraan.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

 

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *