Ebook Anak

Sangkar Emas Raja Burung Parkit

 11,767,045 total views,  1,379 views today

Setelah melepaskan perekatnya, pemburu mengambil hasil tangkapannya.

Ada seekor raja burung parkit yang hidup beserta rakyatnya di sebuah hutan di Aceh.

Mereka hidup damai.

Tetapi kedamaian itu kemudian terusik oleh kedatangan seorang pemburu, yang berhasil menaruh perekat di sekitar sangkar-sangkar burung parkit.

Para burung parkit berusaha melepaskan sayap dan badan mereka dari perekat tersebut.

Namun, upaya tersebut gagal.

Burung-burung parkit menjadi panik, kecuali sang Raja Parkit.

“Tenang, kalian jangan panik,” seru Raja parkit menenangkan rakyatnya.

“Bila pemburu itu datang, kita berpura-pura mati.”

“Setelah melepaskan perekat, pemburu itu akan memeriksa kita.”

“Kalau pemburu melihat kita mati, ia akan membuang kita.”

“Tunggulah sampai hitungan ke seratus, sebelum kita bersama-sama terbang kembali,” pesan Raja Parkit pada rakyatnya.

Keesokan harinya, pemburu itu datang.

Setelah melepaskan perekatnya, pemburu mengambil hasil tangkapannya.

Betapa kecewanya pemburu mengetahui burung-burung parkit sudah mati tidak bergerak lagi.

Namun sebelum hitungan keseratus, tiba-tiba pemburu tersebut jatuh terpeleset hingga mengejutkan para burung parkit.

Karena terkejut, mereka pun serentak terbang ke udara.

Hanya Raja Parkit yang belum terlepas dari perekatnya, sehingga pemburu pun cepat menangkapnya.

Raja Parkit kemudian meminta pada pemburu itu untuk tidak membunuhnya.

Sebagai imbalannya, Raja Parkit akan selalu menghibur sang  pemburu.

Hampir tiap hari, Raja Parkit bernyanyi dengan merdunya.

Kabar kemerduan suara Raja Parkit itu terdengar sampai ke istana Raja.

sangkar-emas-raja-burung-parkit-2

Kabar kemerduan suara Raja Parkit itu terdengar sampai ke istana Raja.

Raja pun kemudian menukar Raja Parkit dengan harta perhiasan yang sangat banyak.

Di istana, Raja Parkit ditaruh di dalam sebuah sangkar emas dan diberi makanan yang enak-enak.

Namun, Raja Parkit tidak bahagia.

Raja Parkit selalu ingat hutan Aceh tempat tinggalnya.

Pada suatu hari, Raja Parkit berpura-pura mati.

Sang Raja sangat sedih dan menyuruh Raja Parkit dikuburkan dengan upacara kebesaran.

Ketika Raja Parkit diletakkan di tanah, ia pun langsung terbang ke udara menuju hutan kediamannya.

Di sana, rakyat burung parkit sudah setia menunggu kedatangannya.

Pesan Moral
Kebebasan hidup lebih berharga dibanding harta benda apapun.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *