Sunan Kalijaga dan Air Nira Jadi Emas

11,467,506 kali dilihat, 2,187 kali dilihat hari ini

Sunan Kalijaga dan Air Nira Jadi Emas

Alkisah dalam pengembaraannya, Sunan Kalijaga terpikat suara merdu Ki Cokro yang suka berdendang usai menyadap nira.

Sunan Kalijaga meminta Ki Cokro mengganti syair lagunya dengan zikir kepada Allah SWT.

Ketika Ki Cokro berzikir, mendadak gula yang ia buat dari nira itu berubah jadi emas.

Dari keajaiban itu, kemudian Ki Cokro ingin berguru kepada Sunan Kalijaga.

Untuk menguji keteguhan Ki Cokro, Sunan Kalijaga lalu menyuruhnya berzikir di tengah hutan, tanpa berhenti, sampai Sunan Kalijaga kembali lagi ke tempat itu.

Setahun kemudian, Sunan Kalijaga teringat Ki Cokro.

Sunan Kalijaga lalu menyuruh murid-muridnya mencari Ki Cokro, yang masih sedang berzikir di tengah hutan.

Tapi, murid-murid Sunan Kalijaga kesulitan menemukan Ki Cokro, karena tempat berzikir Ki Cokro telah berubah menjadi padang ilalang dan semak belukar.

Barulah setelah murid-murid Sunan Kalijaga membakar padang ilalang itu, tampak Ki Cokro sedang sujud ke arah kiblat.

Tubuh Ki Cokro hangus atau geseng dimakan api.

Tapi, sungguh ajaib.

Ki Cokro masih bugar.

Mulutnya masih terus komat-kamit berzikir.

Sunan Kalijaga lantas membangunkannya dan memberinya nama Sunan Geseng.

Sunan Geseng menyebarkan agama Islam di Desa Jatinom, Klaten.            

Penduduk Jatinom mengenal Sunan Geseng dengan sebutan Ki Ageng Gribik.

Julukan itu bermula dari rumah tempat tinggal Sunan Geseng yang beratap gribik atau anyaman daun kelapa.

Konon, ketika Ki Ageng Gribik pulang dari menunaikan ibadah haji, ia melihat penduduk Jatinom kelaparan.

Ki Ageng Gribik lalu membawa sepotong kue apem yang dibagikan kepada ratusan orang yang kelaparan sampai semuanya kebagian.

Ki Ageng Gribik meminta warga yang kelaparan makan secuil kue apem seraya mengucapkan zikir.

Setelah itu, penduduk Jatinom pun kenyang dan sehat.

Sampai kini, masyarakat Jatinom masih menyelenggarakan upacara zikir tersebut pada setiap bulan Syafar.

Pesan Moral
Keimanan seseorang akan bertambah kuat setelah melewati banyak ujian.

(Cerita dan Dongeng Rakyat Provinsi Jawa Tengah)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

Jasa penerbitan buku dan self publishing

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *