Sunan Kalijaga dan Beras Menjadi Pasir

11,466,751 kali dilihat, 1,432 kali dilihat hari ini

Sunan Kalijaga dan Beras Menjadi Pasir

Ketika itu, Sunan Kalijaga tiba di sebuah dusun.

Sunan Kalijaga merasa sedih karena rakyat di dusun itu banyak yang kelaparan, sementara kepala dusunnya hidup dalam kemewahan dari hasil jerih payah rakyatnya.

Kemudian Sunan Kalijaga melihat seorang miskin datang ke kepala dusun.

Dia minta dipinjami beras seliter untuk makan anaknya yang belum makan.

Namun semuanya tidak didengar kepala dusun, malahan dia berkata, bahwa karung-karung miliknya itu berisi pasir, bukan beras.

Mendengar kebohongan itu, Sunan Kalijaga lalu berdoa kepada Allah SWT agar mengubah semua beras dalam karung itu menjadi pasir.   

Ternyata, doa itu dikabulkan Allah SWT.

Kepala dusun itu terperanjat kaget, “Aku rugi gara-gara kamu, tahu! Beras-berasku berubah semua menjadi pasir,” bentak kepala dusun dengan penuh kekesalan.

“Lho, bukannya tadi kata Juragan semua karung itu memang isinya pasir, bukan beras?” kata orang miskin tadi.

Penduduk pun berdatangan melihat kejadian itu.

Kepala dusun itu segera minta tolong kepada Sunan Kalijaga.

“Kanjeng Sunan tolonglah saya. Kembalikan beras-beras saya yang akan saya jual ini.…” pinta kepala dusun setengah memelas.

“Lho, bukannya engkau tadi mengatakan isi karung ini memang pasir?” Sunan Kalijaga menyindir kepala dusun yang kikir tersebut.

“Ampun Kanjeng Sunan. Tadi karung-karung ini memang berisi beras. Saya tadi hanya berbohong kepada orang miskin itu agar tidak meminjam beras yang saya miliki,” ujar kepala dusun.

Kepala dusun menyesal dan berjanji akan membagikan beras miliknya pada penduduk kampung.

Kepala dusun pun ingin Sunan Kalijaga berkenan mengangkatnya menjadi muridnya.

Kemudian Sunan Kalijaga pun berdoa semoga Allah SWT mengampuninya dan mengembalikan pasir itu menjadi beras kembali.

Allah SWT mengabulkan doa Sunan Kalijaga.

Maka pasir yang ada dalam karung-karung itu kembali menjadi beras.

Kemudian kepala dusun itu membagikan berasnya kepada penduduk kampung, termasuk kepada orang miskin tadi.

Pesan Moral
Hati-hati dengan kebohongan, karena bisa mencelakakan hidupmu.

(Cerita dan Dongeng Rakyat Provinsi Jawa Barat)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

Jasa penerbitan buku dan self publishing

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *