33 Fabel Dunia: Burung Gagak dan Kendi

Loading

(13) 33 Fabel Dunia; Burung Gagak dan Kendi

Saat itu terjadi musim kemarau panjang.

Sungai, kolam, dan danau kering-kerontang.

Dodo si burung gagak terbang mencari air ke mana-mana.

Akhirnya Dodo menemukan sebuah kendi yang berisi air di sebuah hutan.

“Tapi, kendi ini berleher tinggi dan sempit. Paruhku tak cukup untuk menyentuh air ini,” pikir Dodo kebingungan.

Setelah lama berpikir, barulah Dodo menemukan caranya.

“Memang cara ini sangat lama dan membutuhkan kesabaran,” seru Dodo ketika ia melihat di sekitar kendi banyak berserakan kerikil-kerikil kecil.

Dodo pun dengan paruhnya lalu mengambil kerikil yang ukurannya lebih kecil dibanding mulut kendi.

Memang sungguh membosankan.

Namun, Dodo tak pernah menyerah.

Dengan penuh kesabaran dan kerja keras, kerikil itu dijatuhkannya ke dalam kendi sebutir-sebutir.

Baca juga:  Legenda Matahari dan Pemanah Ulung (Cerita Rakyat Provinsi Jambi)

Plung!Plung!

Setiap kali Dodo menjatuhkan kerikil ke dalam kendi, permukaan air dalam kendi pun berangsur-angsur naik mendekati mulut kendi.

Setelah menunggu lama, akhirnya air tersebut dapat dicapai oleh paruh Dodo.

Srooot!

Dodo pun langsung menyedot air minum di dalam kendi itu sampai hausnya hilang.

Aha, dengan senang hati dodo pun kembali terbang mengangkasa. ***

(12) 33 Fabel Dunia; Burung Gagak dan Kendi
33 Fabel Dunia; Burung Gagak dan Kendi

33 Fabel Dunia
33 Fabel Dunia

Loading

error: Content is protected !!