Pangeran Zhang dan Kembang Api Raksasa

Loading

Pangeran Chang tidak menyampaikan perintah raja itu kepada Pangeran Zhang.

Ulang tahun Ratu akan segera tiba.

Raja menugaskan kedua putranya, Pangeran Zhang dan Pangeran Chang, untuk membuat pesta kembang api yang meriah.

Betapa culasnya Pangeran Chang.

Ia tidak menyampaikan perintah raja itu kepada Pangeran Zhang.

Ia malah menyuruh Pangeran Zhang menghadapi para perampok yang mengacaukan desa Lembah Hijau.

Aku akan mengatakan kepada raja kalau Pangeran Zhang pergi berburu ke ujung negeri.

Raja pasti akan marah karena Pangeran Zhang tidak melaksanakan perintahnya, pikir Pangeran Chang.

Kawanan perampok itu sangat jahat dan berbahaya.

Pangeran Zhang membawa pasukannya yang terpercaya untuk menghadapi mereka.

Perjalanan yang sulit dilaluinya dengan berani.

Pangeran Zhang dan pasukannya mengepung sebuah gua di kaki gunung dekat desa Lembah Hijau.

Baca juga:  Sedekah Menjadi Naungan di Padang Mahsyar

Di gua itulah para perampok bersembunyi dan menyimpan hasil rampokan dan senjatanya.

Pada suatu malam, Pangeran Zhang dan pasukannya menyerbu gua itu.

Pasukan Pangeran Zhang bertempur dengan gagah berani dan berhasil melumpuhkan kawanan perampok.

Pasukan Pangeran Zhang segera mengumpulkan hasil rampokan untuk dikembalikan kepada penduduk desa.

Mereka juga menyita senjata dan bola-bola api yang dikumpulkan para perampok.

Namun, obor salah seorang perampok terlempar dan mengenai bola-bola api.

Syuuut!

Bola-bola api terbakar dan melesat ke langit.

Bola api yang terbakar tampak seperti kembang api yang sangat besar dan meriah.

Para penduduk dan penghuni istana mengira cahaya itu sebagai kembang api persembahan untuk ratu.

Baca juga:  Ebook PDF 101 Doa Anak Saleh, Doa Naik Kendaraan di Laut (29)

Raja menyambut kedatangan Pangeran Zhang dan pasukannya dengan gembira.

Pangeran Zhang telah berhasil menumpas para perampok dan melaksanakan tugas raja untuk membuat pesta kembang api yang meriah.

Raja menganugerahinya medali penghargaan.

Pangeran Chang yang culas hanya bisa marah karena rencananya gagal. (Tamat)

Pesan moral: Niat dan perbuatan buruk seseorang pada orang lain akan mencelakakan dan merugikan dirinya sendiri.

Abadikan hartamu dengan donasi sedekah jariyah membantu kemajuan ebookanak.com berkhidmat untuk umat menuju Indonesia Cerdas Literasi 2045. Klik di sini.

Cloud Hosting Partner:

Jasa Penerbitan Buku
Naskah/Ilustrasi/Komik/Layout Desain/Cetak
WA: 0815 6148 165
Telp: (022) 87824898
e-mail: cbmagency25@gmail.com
Jl. Raden Mochtar III, No. 126, Sindanglaya,
Bandung, Jawa Barat 40195

Baca juga:  Kapan Nabi Muhammad Pernah Mempercepat Shalatnya?

Kontributor:

  • Penulis: Mitha Yanuarti
  • Ilustrator: Nonoy
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Transmedia Pustaka, Jakarta, Indonesia

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
https://shop.ebookanak.com/product/e-159-seri-cerita-rakyat-nusantara-dari-sumatera-utara/
5 ebook seri cerita rakyat nusantara provinsi aceh