Ebook Anak

Novel Klasik Indonesia 1937: Layar Terkembang Karya Sutan Takdir Alisjahbana

 14,877,975 total views,  4,279 views today

Layar Terkembang adalah novel karya Sutan Takdir Alisjahbana yang diterbitkan pada tahun 1937 oleh Balai Pustaka.

Novel ini mengisahkan dua bersaudara mahasiswa kedokteran (Tuti dan Maria).

Novel ini dianggap memberikan gambaran adopsi budaya Barat oleh masyarakat Indonesia.

Novel ini merupakan salah satu ciri khas dari kelahiran periodisasi Pujangga Baru.

Novel ini dianggap unik karena dianggap salah satu cerita yang baru mengangkat setting di luar kota Melayu, melainkan di Batavia.

Cerita yang diangkat merupakan masalah seorang kakak adik yang memiliki latar belakang berbeda memandang suatu kehidupan.

Tokoh Maria (adik) dengan sifat periang dan mudah mengagumi, sedangkan tokoh Tuti (kakak) dengan sifat yang tegas dalam memandang suatu hal dan memiliki kriteria yang tinggi untuk menilai sesuatu merupakan dua kolaborasi sifat yang unik dalam penokohan yang diciptakan oleh pengarang.


Novel-novel klasik memang tak bisa hilang begitu saja dalam memori para pembacanya, ada nostalgia yang dapat kembali terungkap ketika membacanya. Namun selain dapat mengangkat kembali kenangan masa lalu, novel klasik juga dapat membawa para pembaca baru untuk dapat merasakan bagaimana keadaan kehidupan, bahasa, dan budaya di masa lampau melalui tulisan-tulisan para pujangga besar Indonesia tersebut.

Oleh karena itulah Balai Pustaka kembali menghadirkan 30 Koleksi Klasiknya, dengan menampilkan desain sampul seperti pertama kali terbit semakin membuat koleksi buku ini seperti mesin waktu yang membawa pembacanya benar-benar kembali ke masa lampau.
30 judul koleksi klasik tersebut adalah:

1. Atheis – Achdiat K. Mihardja
2. Azab dan Sengsara – Merari Siregar
3. Cinta Tanah Air – Nur St. Iskandar
4. Habis Gelap Terbitlah Terang – R.A. Kartini; Penerjemah, Armijn Pane
5. La Hami – Marah Roesli
6. Layar Terkembang – St. Takdir Alisjahbana
7. Salah Asuhan – Abdoel Moeis
8. Salah Pilih – Nur St. Iskandar
9. Sengsara Membawa Nikmat – Toelis St. Sati
10. Sitti Nurbaya – Marah Roesli
11. Airlangga – Sanoesi Pane; Penerjemah, Das Chall
12. Hulubalang Raja – Nur St. Iskandar
13. Cerita si Penidur – Aman Dt. Madjoindo
14. I Swasta Setahun di Bedahulu – A.A. Pandji Tisna
15. Kalau Tak Untung – Selasih
16. Pahlawan Minahasa – M.R. Dayoh
17. Robert Anak Surapati – Abdoel Moeis
18. Sukreni Gadis Bali – A.A. Pandji Tisna
19. Surapati – Abdoel Moeis
20. Tiga Menguak Takdir – Chairil Anwar, Rivai Apin, Asrul Sani
21. Abunawas – Nur St. Iskandar
22. Aki – Idrus
23. Damarwulan – Zuber Usman
24. Hujan Kepagian – Nugroho Notosusanto
25. Kasih Tak Terlarai – Soeman H.S.
26. Manusia dan Tanahnya – Aoh K. Hadimadja
27. Masa Bergolak – M.A. Salmun
28. Pak Janggut – Aman Dt. Madjoindo
29. Hikayat Bayan Budiman – Tim Balai Pustaka
30. Malim Demam dan Putri Bungsu – Aman Dt. Madjoindo


Penulis
Sutan Takdir Alisjahbana (STA), (lahir di Natal, Mandailing Natal, Sumatra Utara, 11 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 pada umur 86 tahun) adalah seorang budayawan, sastrawan dan ahli tata bahasa Indonesia.

Ia juga salah seorang pendiri Universitas Nasional, Jakarta.

Ibunya, Puti Samiah adalah seorang Minangkabau yang telah turun temurun menetap di Natal, Sumatra Utara.

Puti Samiah merupakan keturunan Rajo Putih, salah seorang raja Kesultanan Indrapura yang mendirikan kerajaan Lingga Pura di Natal.

Dari ibunya, STA berkerabat dengan Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama Indonesia.

Ayahnya, Raden Alisyahbana gelar Sutan Arbi, ialah seorang guru.

Kakek STA dari garis ayah, Sutan Mohamad Zahab, dikenal sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan agama dan hukum yang luas.

Di atas makamnya tertumpuk buku-buku yang sering disaksikan terbuang begitu saja oleh STA ketika dia masih kecil.

Kabarnya, ketika kecil STA bukan seorang kutu buku, dan lebih senang bermain-main di luar.

Setelah lulus dari sekolah dasar pada waktu itu, STA pergi ke Bandung, dan sering kali menempuh perjalanan tujuh hari tujuh malam dari Jawa ke Sumatra setiap kali dia mendapat liburan.

Pengalaman ini bisa terlihat dari cara dia menuliskan karakter Yusuf di dalam salah satu bukunya yang paling terkenal: Layar Terkembang.

Spesifikasi Buku
Judul: Azab dan Sengsara
Penulis: Merari Siregar
Ilustrator:
Usia: dewasa/umum
Isi: 123 hal
Ukuran:
Publication: 1922
Publisher: Balai Pustaka
Publication City/Country: Jakarta
Bahasa: Indonesia
ISBN: 978-979-407-168-7 (cetakan ke-22)
Harga buku cetak:
Ebook PDF: 7,2 MB

Yayasan Sebaca Indonesia
Redaksi ebookanak.com 
Jl. Raden Mochtar III No. 126,
Desa Sindanglaya,
Kec. Cimenyan,
Kab. Bandung,
Jawa Barat, 40195
Telp. (022) 87 824 898
Mobile: 0815 6148 165
WA: 0815 6148 165
email: katabaca1@gmail.com

Sumber dan Kontributor
PT. Balai Pustaka (Persero)
Jl. Bunga No. 8-8A, Matraman, Jakarta timur, DKI-Jakarta, 13140, Indonesia
Telp. 021-8583369
Instagram: pt_balaipustaka
Facebook: Balai Sastra (Balai Pustaka)
LinkedIn: Balai Pustaka
Twitter: @PTBalaiPustaka
Youtube: Balai Pustaka
humas.balaipustaka@gmail.com
tatausaha.bp@gmail.com
balaipustaka.co.id

Cloud Hosting Partner:
PT Dewaweb
AKR Tower – 16th Floor
Jl. Panjang no.5, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: sales@dewaweb.com
Phone: (021) 2212-4702
Mobile: 0813-1888-4702
www.dewaweb.com


Download Ebook:
WA 0815 6148 165

Bantu kemajuan dunia penerbitan Indonesia dengan membaca dan membeli buku versi cetak Penerbit Balai Pustaka, serta mengunjungi situsnya: balaipustaka.co.id

 2,492 total views,  1 views today