Allah Menegur Nabi Nuh Ketika Kan’aan Tenggelam dalam Banjir

Loading

Nabi Nuh menyesali kelalaiannya.

Nabi Nuh baru sadar setelah mendapat teguran Allah.

Kasih sayang kepada putranya telah membuatnya lupa pada janji dan ancaman Allah terhadap orang kafir, termasuk putranya.

Cinta kasih yang sesungguhnya hanya kepada Allah.

Cinta kepada Allah harus melebihi cinta kepada apa pun.

Nabi Nuh menyesali kelalaiannya.

Nabi Nuh pun menghadap Allah dan memohon ampunan-Nya.

Nabi Nuh berseru, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari godaan Setan.”

“Ya Allah, ampunilah kelalaian dan kekhilafanku sampai-sampai aku menanyakan sesuatu yang aku tidak mengetahuinya.”

“Ya Tuhanku, bila Engkau tidak memberi ampunan serta menurunkan rahmat bagiku, niscaya aku menjadi orang yang rugi.”

Setelah air bah itu mencapai puncak keganasannya, lalu semua kaum Nuh yang zalim binasa sesuai dengan kehendak Allah, maka surutlah air lautan diserap bumi.

Baca juga:  Siti Sarah Menyuruh Nabi Ibrahim Menikahi Siti Hajar

Kemudian, perahu Nabi Nuh berlabuh di Bukit Juud.

Lalu Allah menyuruh Nabi Nuh dan para pengikutnya untuk turun di sana.

Allah berfirman, “Hai Nuh, turunlah dengan selamat. Kalian orang-orang yang beriman kepada-Ku akan dilimpahi berkah-Ku.”

Nabi Nuh dan pengikutnya mulai menjalani kehidupan baru yang diberkahi Allah.

Sedikit demi sedikit, manusia kembali memenuhi bumi.

(QS. Al Qamar: 9-17, Hud: 25-48)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)
jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *