Futhifar Memasukkan Nabi Yusuf Ke Penjara

11,465,992 kali dilihat, 673 kali dilihat hari ini

Futhifar Memasukkan Nabi Yusuf Ke Penjara

Nabi Yusuf diam mendengar bujukan teman-teman wanita Zulaikha itu supaya mengikuti kemauan Zulaikha.

Kemudian, Nabi Yusuf berdoa kepada Allah Swt meminta petunjuk.

“Ya Allah, aku lebih suka masuk ke dalam penjara daripada harus mengikuti kehendak Zulaikha. Lindungilah aku, berilah aku ketetapan hati. Jauhkan aku dari rayuan dan tipu daya para wanita itu.”

Nabi Yusuf berdoa sangat khusyuk.

Nabi Yusuf tidak ingin terjerat godaan para wanita itu yang tampak menyilaukan, namun sangat menyesatkan.

Nabi Yusuf pun kembali menolak Zulaikha.

Hal itu membuat Zulaikha murka.

Zulaikha pun segera menemui Futhifar, suaminya.

Zulaikha merayu Futhifar dengan air mata agar suaminya memasukkan Nabi Yusuf ke dalam penjara.

Sebenarnya, Futhifar tahu kalau Nabi Yusuf tidak bersalah.

Futhifar tahu yang bersalah adalah Zulaikha istrinya,  namun dia tidak dapat menolak keinginan istrinya.

“Suamiku, bila engkau memasukkan Yusuf ke dalam penjara, tentunya tuduhan kepadaku akan hilang dan mereka akan berbalik menuduh Yusuf,” ucap Zulaikha sambil berurai air mata.

“Namun, kamu tahu kan kalau Yusuf tidak bersalah,” ucap Futhifar bingung.

“Suamiku, apakah engkau mau aku selalu menjadi bahan gunjingan dan ejekan orang-orang. Aku yakin bila engkau memasukkan Yusuf ke dalam penjara, tentunya nama baik keluarga kita akan kembali seperti semula,” ucap Zulaikha meyakinkan suaminya.

“Baiklah, sepertinya itu satu-satunya cara agar kita terbebas dari gunjingan,” ucap Futhifar menyetuju keinginan istrinya.

Futhifar pun kemudian memasukkan Nabi Yusuf ke dalam penjara.

(QS. Yusuf: 22-29)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

Jasa penerbitan buku dan self publishing

 

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *