Ebook Anak

Kenapa Nabi Ibrahim Kecil Dibuang ke dalam Hutan?

 15,754,105 total views,  3,990 views today

Kenapa Nabi Ibrahim Kecil Dibuang ke Hutan?

Terdengar suara tangis seorang bayi laki-laki.

Suaranya begitu kencang sehingga dapat membuat siapa saja yang mendengarnya iba.

Namun, tidak ada yang mendengar suara tangisannya.

Bayi itu berada di dalam sebuah gua yang terletak di dalam hutan.

Bayi tersebut begitu kesepian di gua yang gelap.

Tiba-tiba, tangisan bayi itu terhenti.

Rupanya bayi itu kelelahan karena terlalu lama menangis.

Kemudian, bayi itu tertidur pulas sambil mengisap jari-jarinya.

Setelah hari itu, tidak terdengar lagi suara tangisnya.

Yang ada hanya suara tawa  bahagia.

Ternyata bayi itu adalah Nabi Ibrahim sewaktu masih bayi.

Nabi Ibrahim kecil berada di dalam gua karena terpaksa.

Orangtua Nabi Ibrahim terpaksa membuang Nabi Ibrahim kecil ke dalam hutan karena tidak ingin bayinya itu dibunuh oleh tentara Raja Namruz.

Raja Namruz mengeluarkan peraturan, bahwa di negaranya tidak boleh ada keluarga yang merawat bayi laki-laki.

Apabila lahir seorang bayi laki-laki, bayi itu harus dibunuh.

Raja Namruz mengeluarkan peraturan tersebut karena dia merasa cemas, bahwa suatu hari nanti akan ada seorang laki-laki dari bangsanya yang akan menghancurkan kerajaannya.  

Orangtua Nabi Ibrahim tidak mau melihat bayinya dibunuh.

Oleh karena itu, terpaksa mereka membuang Nabi Ibrahim kecil ke dalam gua.

Semenjak itu, ibunda Nabi Ibrahim selalu memikirkan Nabi Ibrahim kecil.

Azar, ayahanda Nabi Ibrahim selalu berusaha menghibur istrinya.

“Mengapa wajahmu selalu murung?” tanya Azar begitu melihat istrinya merenung di dalam rumah.

“Aku teringat bayi kita, Ibrahim,” jawab ibunda Nabi Ibrahim.

“Jangan engkau cemaskan bayi kita. Lebih baik nasibnya seperti itu, daripada kita melihatnya dibunuh tentara Raja Namruz,” jelas Azar berusaha menenangkan istrinya.

“Bagaimana kalau kita kembali ke dalam hutan untuk melihat keadaan bayi kita, Pak?” tanya ibunda Nabi Ibrahim penasaran.

“Percuma saja, tentu saja bayi kita sudah meninggal. Jangan membuat dirimu semakin menderita, istriku,” tegas ayahanda Nabi Ibrahim.

(QS. Al-An’am: 74-79)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

Jasa pracetak penerbitan buku dan media promosi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *