Ebook Anak

Malaikat Sempat Khawatir Atas Penciptaan Manusia

 11,792,553 total views,  1,982 views today

Para malaikat langsung sujud di hadapan Adam.

Ketika Allah memberitahu para malaikat tentang rencana-Nya menciptakan manusia, para malaikat merasa takut dan khawatir jika manusia itu merusak bumi.

Para malaikat pun berkata kepada Allah, “Wahai Tuhan kami, untuk apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah, dan mengagungkan nama-Mu, tanpa henti-hentinya.”

“Sementara itu, makhluk yang Tuhan akan ciptakan akan bertengkar satu dengan yang lainnya,” lanjut para malaikat.

“Mereka akan saling membunuh, berebut kekayaan alam sehingga akan merusak dan menghancurkan bumi yang Engkau ciptakan,” tambah para malaikat.

Allah pun berfirman untuk menghilangkan kekhawatiran para malaikat itu.

“Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmah penguasaan anak cucu Adam di bumi-Ku.”

“Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepadanya, bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan ketaatan, serta bukan sebagai sujud ibadah,” kata Allah.

Kemudian, Allah menciptakan Adam dari segumpal tanah liat kering dan lumpur hitam.

Setelah bentuknya disempurnakan, Allah meniupkan roh ke dalamnya.

Setelah itu, berdirilah Adam sebagai manusia yang sempurna.

Para malaikat langsung sujud di hadapan Adam.

Hal itu dilakukan sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang mendapat amanat menguasai bumi dengan segala isinya.

Namun, iblis merasa dirinya lebih mulia daripada Adam.

Iblis diciptakan dari unsur api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah dan lumpur.

Kebanggaan atas asal-usulnya membuat dia sombong.

Iblis merasa rendah bila harus bersujud menghormati Adam.

Dia tidak mau bersujud seperti yang dilakukan para malaikat yang lain.

Tuhan bertanya kepada iblis, “Hai iblis, mengapa kamu tidak bersujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?”

“Adakah engkau menganggap dirimu benar dan agung?” tanya Allah pada iblis.

Iblis pun menjawab, “Aku lebih mulia dan lebih baik daripada Adam.”

“Engkau telah menciptakan aku dari api, sedangkan Adam diciptakan dari lumpur,” jawab iblis pada Allah.

Walaupun Allah telah menegurnya, iblis tetap sombong dan congkak.

Allah pun berfirman pada iblis, “Keluarlah dari sini karena kamu terkutuk. Kutukan itu selalu akan menimpamu sampai hari kiamat.”

Allah pun mengusir iblis dari surga.

Di samping itu, iblis dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Kemudian iblis berkata, ”Ya Tuhanku, berilah waktu kepadaku sampai hari kebangkitan manusia.”

Allah pun meluluskan permohonan iblis.

(QS. Yunus: 3-6, Al Anbiya: 30, Al Baqarah:29,117, dan 164, Yasin: 33-40)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *