Siti Hajar dan Ismail Ditinggalkan Nabi Ibrahim

11,528,697 kali dilihat, 5,473 kali dilihat hari ini

Sepeninggal Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail berdiam di tempat yang terpencil dan sunyi. Bekal makanan dan minumannya pun habis dimakan.

Hati Siti Hajar sangat sedih dan cemas ketika akan ditinggalkan Nabi Ibrahim.

Tempat itu begitu sunyi senyap, yang ada hanya batu gunung dan pasir.

Sementara itu, Ismail, putranya masih sangat kecil.

Siti Hajar menangis memohon belas kasihan Nabi Ibrahim.

Siti Hajar tidak mau ditinggalkan di tempat yang kosong itu.

Tidak ada seorang manusia pun di sana, tidak ada pohon dan binatang, sedangkan dia menanggung beban mengasuh anak yang masih menyusui.

Nabi Ibrahim tidak tega meninggalkan anak dan istrinya.

Akan tetapi, Nabi Ibrahim sadar, bahwa yang dilakukannya itu merupakan kehendak dari Allah.

Kemudian Nabi Ibrahim berkata, “Bertakwalah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya.”

“Dialah yang memerintahkan aku membawamu ke sini,” lanjut Nabi Ibrahim menenangkan Siti Hajar.

“Dan Dialah yang akan melindungi dan menyertaimu di tempat sunyi ini,” jelas Nabi Ibrahim kepada Siti Hajar.

“Jika bukan karena perintah dari Allah, aku tidak akan meninggalkan kalian di sini,” tambah Nabi Ibrahim.

“Percayalah, Allah tidak akan menelantarkan kalian,” tegas Nabi Ibrahim meyakinkan Siti Hajar.

Siti Hajar segera melepaskan genggamannya pada baju Nabi Ibrahim, setelah mendengar ucapan itu.

Siti Hajar pun merelakan Nabi Ibrahim pergi kembali ke Palestina.

Siti Hajar menangis tersedu-sedu.

Nabi Ibrahim pun tidak dapat menahan air matanya ketika meninggalkan Mekah menuju Palestina.

Nabi Ibrahim berdoa meminta Allah untuk melindungi Ismail dan Siti Hajar di Mekah.

Nabi Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, aku telah menempatkan putraku dan anak-anak keturunannya di dekat rumah-Mu, di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia.”

“Tujuannya agar mereka mendirikan shalat dan beribadah kepada-Mu,” kata Nabi Ibrahim.

“Berilah mereka rezeki dan buah-buahan yang lezat,” kata Nabi Ibrahim memohon pada Allah.

Sepeninggal Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail berdiam di tempat yang terpencil dan sunyi.

Siti Hajar harus menerima nasib yang telah ditakdirkan oleh Allah dengan kesabaran dan keyakinan akan mendapat perlindungan dari Allah.

Bekal makanan dan minumannya pun habis dimakan.

Siti Hajar mulai merasakan beban hidup yang harus ditanggungnya sendiri, tanpa bantuan suami. 

Siti Hajar menjadi panik, bingung, dan cemas.

(QS.Ibrahim: 37, HR. Al-Bukhari (Hadits Al-Anbiya)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

Jasa pracetak penerbitan buku dan media promosi

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *