Ebook Anak

Al Zahrawi Pelopor Kedokteran Bedah Dunia

 12,036,678 total views,  2,659 views today

Para dokter di zamannya mengakui, bahwa Al-Zahrawi adalah seorang dokter jenius, terutama di bidang bedah.

Al-Zahrawi disebut sebagai peletak dasar ilmu bedah modern di dunia.

Al-Zahrawi atau di dunia Barat dipanggil Abulcasi lahir di kota Al-Zahra pada tahun 936 M.

Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah fenomenal, bahkan ia dikenal sebagai peletak dasar-dasar ilmu bedah modern.

Dokter Istana

Al-Zahrawi mendedikasikan separuh hidupnya untuk praktik dan mengajarkan ilmu kedokteran.

Sebagai seorang dokter termasyhur, Al-Zahrawi pun diangkat menjadi dokter istana pada masa kekhalifahan Al-Hakam II di Andalusia.

Doktor Jenius

Para dokter di zamannya mengakui, bahwa Al-Zahrawi adalah seorang dokter jenius, terutama di bidang bedah.

Jasa Al-Zahrawi dalam mengembangkan ilmu kedokteran sungguh sangat besar.

Al-Zahrawi meninggalkan sebuah peninggalan yang tak ternilai harganya bagi dunia ilmu kedokteran.

Di antaranya, kitab Al-Tasrif li man ajaz an-il-talil—sebuah ensiklopedia kedokteran.

Karya dan hasil pemikiran Al-Zahrawi banyak diadopsi oleh para dokter di dunia Barat.

Bahkan, prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al-Zahrawi telah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa.

Al-Zahrawi secara rinci dan lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedic, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum.

Pada masa itu, Cordoba (Spanyol) menjadi tempat favorit bagi orang-orang Eropa yang ingin menjalani operasi bedah.

Di Cordoba ada sekitar 50 rumah sakit yang memberikan pelayanan prima.

Penemu Alat Bedah Modern

Dalam kitab Al-Tasrif, ‘bapak ilmu bedah’ itu memperkenalkan lebih dari 200 alat bedah yang dimilikinya.

Peralatan penting itu antara lain, pisau bedah (scalpel), curette, retractor, sendok bedah (surgical spoon), sound, pengait bedah (surgical hook), surgical rod, dan speculacatgut dan peralatan bedah lainnya.

Selain itu, Al-Zahrawi juga membuat benang untuk menjahit bekas bedah, menemukan teori mengikat organ tubuh saat pembedahan yang tujuannya untuk mencegah pendarahan, dan orang pertama yang menggunakan suntik.

Al-Zahrawi tutup usia di kota Cordoba pada tahun 1013 M.

Dan untuk mengenang jasa Al-Zahrawi, ada sebuah jalan di Cordoba yang dinamai  ‘Calle Albucasis’.

Di jalan itu, terdapat rumah nomor 6, yaitu rumah tempat Al-Zahrawi pernah tinggal.

Dan kini rumah itu menjadi cagar budaya yang dilindungi Badan Kepariwisataan Spanyol.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *