Fatimah binti al-Mundzir Menjadi Guru bagi Suaminya

11,464,583 kali dilihat, 8,946 kali dilihat hari ini

Karena sama-sama memiliki pengetahuan yang luas di bidang hadis, maka Fatimah binti al-Mundzir dan suaminya kemudian bekerja sama mengajarkan hadis kepada orang lain.

Selain berbekal kecerdasan, semua ilmu yang Fatimah binti al-Mundzir miliki tidak datang begitu saja.

Semuanya Fatimah binti al-Mundzir dapatkan dengan belajar tekun dan giat sepanjang hayat.

Sejak usia 14 tahun, Fatimah binti al-Mundzir sudah berguru pada Ummu Salamah, salah seorang istri Rasulullah Saw.

Sedangkan untuk ilmu hadis, Fatimah binti al-Mundzir belajar langsung pada seorang wanita ahli hadis, Amrah binti Abdurrahman.

Di samping itu, dalam kesehariannya, Fatimah binti al-Mundzir senantiasa ada dalam didikan neneknya, Asma binti Abu Bakar.

Di kemudian hari, Fatimah binti al-Mundzir pun kemudian dikenal sebagai guru yang terhormat, karena keahliannya dalam ilmu hadis.

Fatimah binti al-Mundzir kemudian menikah dengan salah seorang ahli hadis pula, bernama Hisyam bin Urwah.

Namun meski begitu, Hisyam bin Urwah mengakui kelebihan Fatimah binti Al-Mundzir dalam bidang hadis.

Hisyam bin Urwah bahkan menyebut istrinya, Fatimah binti Al-Mundzir, sebagai gurunya dalam ilmu hadis.

Salah seorang ulama menyebut Fatimah binti Al-Mundzir, sebagai imam dan syaikh bagi umat Islam.

Bekerja sama dengan Suami

Karena sama-sama memiliki pengetahuan yang luas di bidang hadis, maka Fatimah binti al-Mundzir dan suaminya kemudian bekerja sama mengajarkan hadis kepada orang lain.

Salah satu hadis yang mereka riwayatkan berbunyi, “Berinfak dan bersedekahlah dan jangan menunggu kelebihan harta. Sebab apabila kalian menunggu kelebihan harta, kalian tidak akan dilebihkan sedikit pun. Dan apabila kalian bersedekah, maka kalian tidak akan mendapat rasa kekurangan.”

Pesan Sebelum Wafat

Sebelum wafat, Fatimah binti al-Mundzir masih sempat berpesan pada keluarganya.

“Apabila aku wafat, mandikanlah aku serta kafani dan berikan wewangian.”

“Janganlah kalian hamburkan wewangian itu pada kain kafanku dan janganlah kalian iringi pemakamanku dengan membawa api.”

Sampai akhir hayatnya, Fatimah binti al-Mundzir sudah meriwayatkan sekitar 400 hadis.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *