Ebook Anak

Ibnu Al Haitsam Astronom Muslim yang Jadi Inspirator Astronom Dunia

 12,513,922 total views,  22,752 views today

Ibnu Haitsham diminta untuk mengukur volume Sungai Nil dan membuat bendungan raksasa.

Ibnu Haitsam adalah ilmuwan muslim yang telah menginspirasi para ilmuwan barat.

Ibnu Haitsham lahir di Basrah pada tahun 354 H (965 Masehi).

Di dunia Barat, Ibnu Haitsham lebih dikenal dengan nama Alhazen.

Penemuannya di bidang astronomi, telah mengilhami astronom Eropa seperti Newton, Galileo, Kepler, dan Copernicus dalam penelitian astronomi mereka.

Ilmuwan Perantau
Pendidikan Ibnu Haitsham berawal di Basrah, sebelum ia merantau ke Ahwaz, Baghdad, dan Mesir.

Di Mesir, Ibnu Haitsham meneliti aliran sungai Nil, menyalin buku matematika, dan falaq.

Di kemudian hari, Ibnu Haitsham menjadi seorang yang sangat mahir dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, dan filsafat di Universitas al-Azhar.
 
Suatu ketika, salah seorang penguasa Dinasti Fathimiyah di Kairo, Mesir mengundangnya ke istana.

Ibnu Haitsham diminta untuk mengukur volume Sungai Nil dan membuat bendungan raksasa.

Ternyata rancangan bendungan Ibnu Haitsham persis seperti rancangan Bendungan Aswan modern saat ini.

Ilmuwan Peneliti

Ibnu Haitsam seorang  ilmuwan yang gemar melakukan penelitian mengenai mata, cahaya, dan penelitian mengenai wujud pergerakan gravitasi, sebelum diungkapkan oleh Issaac Newton.

Bahkan, Ibnu Haitsham menjadi orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya, dan beberapa buku yang ditulisnya mengenai cahaya, seperti buku  “Light” dan “On Twilight Phenomena”.

Ilmuwan Penemu Prinsip Kamera

Ibnu Haitsam juga dikenal sebagai  ilmuwan pertama, penemu prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera pada akhir abad ke-10 M.

Ibnu Haitsham berhasil menemukan sebuah kamera obscura bersama  ilmuwan lainnya, bernama Kamaluddin al-Farisi.

Mereka berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura.

Penemuan itu berawal ketika mereka mempelajari gerhana matahari.

Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitsam membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.

Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera dan penemuan film yang saat ini digunakan.

Dan istilah kamera obscura pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M.

Ketika Ibnu Al-Haitsam meninggal, tahun 1039 M/430 H, ribuan pelayat dari tempat-tempat jauh berduyun-duyun menuju rumah beliau di Kairo.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *