Ebook Anak

Imam Abu Dawud Pengumpul 50 Ribu Hadits

 12,015,398 total views,  502 views today

Puluhan ribu hadits ini kemudian diseleksi dan ditulisnya kembali hingga menjadi 4.800 shahih.

Imam Abu Dawud lahir di Basrah, Irak tahun 202 H (817 M).

Semasa hidupnya, Imam Abu Dawud telah mengumpulkan sekitar 50.000 hadits.

Puluhan ribu hadits ini kemudian diseleksi dan ditulisnya kembali hingga menjadi 4.800 shahih.

Hadits-hadits sahih itu, di antaranya terkumpul pada kitab hadits Sunan Abu Dawud.

Kecintaan Imam Abu Dawud dalam ilmu hadits telah terlihat sejak berusia belasan tahun.

Bahkan saat wafatnya Imam Muslim, Abu Dawud sempat menyaksikan dan menyolatkannya.

Imam Abu Daud menyusun kitab pada hadits-hadits yang terkait dengan syariat.

Setiap hadits, Imam Abu Dawud periksa dan disesuaikan dengan Al-Qur’an, bahkan Imam Abu Dawud selalu memperlihatkan haditsnya kepada Imam Ahmad untuk dikoreksi.

Berkat kerja kerasnya dalam mengumpulkan hadits, maka tidak sedikit ulama yang meriwayatkan hadits dari Imam Abu Dawud.

Bahkan Imam Al-Ghazali pun pernah mengatakan, bahwa kitab “Sunan Abu Dawud” dapat dijadikan landasan hukum bagi seorang mujtahid.

Tegas Pendirian

Imam Abu Dawud dikenal sangat keras dalam membantah pemahaman yang menyimpang dari kemurnian ajaran Islam.

Bantahan Imam Abu Dawud terhadap penyimpangan ini banyak terlihat pada buku As Sunan.

Selain itu, Imam Abu Dawud juga termasuk tokoh yang tegas dalam membantah aliran Qadariyah dengan menulis sebuah buku Al Qadar.

Selain lama di Baghdad dan Bashrah, Imam Abu Dawud juga kerap melakukan penelitian ilmiahnya ke Saudi Arabia, Khurasan, Mesir, Suriah, Naisabur, dan tempat-tempat lainnya.

Imam Abu Dawud menimba ilmu langsung dari para pakar hadits.

Guru-guru Imam Abu Dawud, di antaranya ialah Imam Ahmad, Al-Qanabiy, Sulaiman bin Harb, Abu Amr adh-Dhariri, Abu Walid ath-Thayalisi, Abu Zakariya Yahya bin Ma’in, Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb, ad-Darimi, Abu Ustman Sa’id bin Manshur serta Ibnu Abi Syaibah.

Mencium Lidah Imam Abu Dawud

Suatu ketika ada seorang sufi menemui Imam Abu Dawud dan berkata, “Julurkanlah lidahmu yang engkau gunakan untuk meriwayatkan hadits, sehingga aku bisa menciumnya.”

Lalu tanpa segan, Abu Dawud menjulurkan lidahnya sehingga sang sufi itu bisa mencium lidah Imam Abu Dawud.

Imam Abu Dawud dikenal sangat gigih dalam mencari ilmu, sehingga ia sangat dikenal di kalangan ulama-ulama Islam.

Di antara murid-muridnya adalah imam atau ulama terkenal, seperti Imam Turmudzi dan Imam Nasa’i.

Imam Abu Dawud wafat di kota Bashrah  pada 16 Syawal 275 H.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *