Ebook Anak

Imam Bukhari Hilang Penglihatan di Masa Kecil

 11,762,574 total views,  568 views today

Kitab itu berisi sekitar 9082 hadits pilihan.

Imam Bukhari lahir pada hari Jumat tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M) di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah.

Masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan, karena ia harus kehilangan penglihatannya tidak lama setelah lahir.

Namun untungnya,  ibunya senantiasa berusaha dan berdo’a untuk kesembuhan Imam Bukhari kecil.

Dan alhamdulillah, atas izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun, penglihatan Imam Bukhari sembuh secara total.

Pemimpin Kaum Mukmin di Bidang Hadits

Imam Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama.

Ayahnya dikenal sebagai orang yang wara, sangat berhati-hati terhadap hal-hal yang hukumnya bersifat syubhat (ragu-ragu), apalagi terhadap hal-hal yang bersifat haram.

Imam Bukhari seorang ahli hadits yang termasyhur, selain Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah. 

Daya ingat dan hapalannya juga sangat kuat, sehingga tak heran jika Imam Bukhari banyak meriwayatkan hadits.

Kitab-kitab fiqih dan hadits karya Imam Bukhari memiliki derajat yang tinggi.

Oleh karena kejeniusannya dalam ilmu hadits, maka sebagian ulama menyebut Imam Bukhari dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam bidang Ilmu Hadits).

Mengenai hadits, hampir semua ulama di dunia merujuk kepada hadits Imam Bukhari.

Belajar Hadits Sejak Kecil

Semenjak usia 10 tahun, Imam Bukhari  telah mendalami ilmu hadits yang sulit dan rumit.

Bahkan dalam usia 16 tahun, Imam Bukhari sudah hafal dan menguasai buku-buku seperti  “al-Mubarak” dan “al-Waki”.

Sedangkan pada usia 18 tahun, Imam Bukhari berhasil menerbitkan kitab pertamanya, “Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien” (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’in).

Menghapal 1 Juta Hadits

Karya monumental Imam Bukhari adalah kitab Al-Jami’al-Shahil atau lebih dikenal sebagai Shahih Bukhari.

Kitab itu berisi sekitar 9082 hadits pilihan.

Hadits sebanyak itu, Imam Bukhari kumpulkan dan seleksi selama hampir 16 tahun dengan mengunjungi berbagai tempat.

Selama itu pula, Imam Bukhari bertemu dengan 80 ribu perawi.

Dengan daya ingat dan hapalannya yang amat luar biasa, Imam Bukhari bisa menghapal sekitar 1 juta hadits.

Imam Bukhari wafat bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) setelah sakit beberapa hari.

Imam Bukhari kemudian dimakamkan selepas Shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri, tanpa meninggalkan seorang putra pun.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *