Ebook Anak

Rufa’i bin Mihran Orang Pertama Berazan

 11,765,792 total views,  126 views today

Saat tabib menyuruh meminum obat bius agar Rufa’i bin Mihran tak sakit sewaktu kakinya dipotong. Namun Rufa’i bin Mihran menolak, karena ia lebih memilih untuk memanggil pembaca Al-Qur’an.

Rasulullah Saw adalah seseorang yang amat Rufa’i bin Mihran rindukan.

Semasa hidupnya, Rufa’i bin Mihran tidak pernah melihat Rasulullah saw.

Untungnya suatu hari, Anas bin Malik memberi Rufa’i bin Mihran sebutir apel.

Anas bin Malik pernah menjadi pembantu Rasul Saw.

Anehnya, Rufa’i bin Mihran tak memakan apel itu.

Rufa’i bin Mihran malah menciumi apel itu berkali-kali.

Orang-orang pun bertanya keheranan.

“Aku menciumi apel ini karena apel ini telah disentuh oleh tangan Anas bin Malik. Tangan yang pernah menyentuh Rasulllah Saw,” jawab Rufa’i bin Mihran pada orang-orang yang bertanya keheranan padanya.

Orang Pertama Pengumandang Azan

Hal yang paling Rufa’i bin Mihran senangi adalah ikut berjihad melawan Romawi dan Persia.

Rufa’i bin Mihran selalu menjadi orang pertama yang suka mengumandangkan azan di daerah yang sudah ditaklukkan pasukan Islam.

Selama di medan tempur, Rufa’i bin Mihran juga senantiasa membimbing para prajurit agar terus berjihad demi kejayaan Islam.

Belajar pada 2 Sahabat Utama Rasul Saw

Meski tidak sempat bertemu Rasulullah Saw, namun Rufa’i bin Mihran masih beruntung sempat bertemu dengan Abu bakar Ash-Shiddiq.

Bahkan, Rufa’i bin Mihran juga sempat belajar Al-Qur’an dan shalat di belakang Umar bin Khattab.

Dulunya, Rufa’i bin Mihran seorang penyembah berhala asal Persia (Iran).

Ketika Persia ditaklukkan pasukan muslim, Rufa’i bin Mihran menjadi tawanan dan menjadi seorang budak.

Rufa’i bin Mihran baru dibebaskan pemiliknya, setelah ia  memeluk Islam.

Menghindari Dua Sifat

Sebagai orang yang cerdas dan soleh, Rufa’i bin Mihran selalu berpesan pada para sahabatnya.

“Sibukkan kalian mencari ilmu dan hindari sifat malu dan sombong.”

“Orang malu tidak mau bertanya karena ia malu.”

“Sedang orang sombong juga tidak mau bertanya karena kesombongannya.”

Bacaan Al-Qur’an Penghilang Rasa Sakit

Suatu ketika musibah menimpa Rufa’i bin Mihran.

Kaki Rufa’i bin Mihran terluka dan harus dipotong.

Saat tabib menyuruh meminum obat bius agar Rufa’i bin Mihran tak sakit sewaktu kakinya dipotong.

Namun Rufa’i bin Mihran menolak, karena ia lebih memilih untuk memanggil pembaca Al-Qur’an.

Rasa sakitnya sama sekali tak Rufa’i bin Mihran rasakan saat pisau bedah memutus kakinya.

Karena dalam waktu yang bersamaan, Rufa’i bin Mihran dengan khusuk mendengarkan ayat-ayat suci Al Qur’an dibacakan.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *