Pangeran Naga dan Buaya (Cerita Rakyat Nusantara dari Kalimantan Tengah)
- Updated: Mei 30, 2026
![]()
Pangeran Naga dan Buaya
Cerita Rakyat Nusantara dari Kalimantan Tengah
Di tepian sungai besar yang airnya mengalir tenang membelah hutan-hutan lebat Kalimantan, berdirilah sebuah kerajaan tua bernama Kerajaan Pulau Mintin. Kerajaan itu terletak di daerah rawa dan sungai yang subur, tempat para pedagang dari berbagai daerah singgah membawa rotan, damar, madu hutan, kain, dan rempah-rempah.
Konon, wilayah itu berada tidak jauh dari aliran besar Sungai Kapuas yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Di sanalah rakyat hidup damai di bawah pemerintahan Raja Mintin, seorang raja yang terkenal adil, bijaksana, dan sangat mencintai rakyatnya.
Kerajaan Pulau Mintin begitu makmur. Sawah-sawah tumbuh hijau, perahu-perahu dagang hilir mudik di sungai, dan anak-anak bermain riang di halaman rumah panggung mereka. Tidak ada pencuri, tidak ada perampok, dan hampir tak pernah terjadi pertikaian antarrakyat.
Raja Mintin memimpin bersama sang permaisuri yang bernama Permaisuri Ratna Sari, seorang perempuan lembut yang dicintai seluruh rakyat negeri. Sang permaisuri dikenal suka membantu rakyat kecil. Ia sering turun langsung ke perkampungan untuk membagikan makanan, kain, dan obat-obatan.
Pasangan kerajaan itu dikaruniai dua orang putra.
Putra pertama bernama Pangeran Naga.
Putra kedua bernama Pangeran Buaya.
Sejak kecil, keduanya sudah menunjukkan sifat yang berbeda.
Pangeran Naga memiliki tubuh tegap dan wajah tampan. Ia pandai berbicara dan berani bertarung. Namun sayangnya, ia juga mudah marah, keras kepala, dan sangat haus kekuasaan. Ia selalu ingin menang sendiri.
Sebaliknya, Pangeran Buaya memiliki sifat tenang dan sabar. Ia tidak terlalu suka kemewahan istana. Ia lebih senang mendengarkan keluhan rakyat dan membantu orang-orang yang kesusahan.
Meski berbeda sifat, keduanya tetap disayangi Raja Mintin.
Namun sang raja sering merasa khawatir.
Suatu malam, ketika hujan turun deras dan petir menyambar langit Pulau Mintin, Raja Mintin berbicara kepada permaisuri.
โAku takut kedua putra kita kelak saling bermusuhan,โ kata sang raja pelan.
Permaisuri Ratna Sari tersenyum lembut.
โMereka bersaudara. Darah yang mengalir dalam tubuh mereka sama. Semoga cinta keluarga akan menjaga mereka,โ jawab sang permaisuri.
Raja Mintin hanya mengangguk, meski hatinya belum benar-benar tenang.
“`html “`Masa Kecil Dua Pangeran
Ketika kedua pangeran tumbuh besar, perbedaan sifat mereka semakin terlihat jelas.
Pangeran Naga gemar berlatih perang bersama para prajurit kerajaan. Ia ahli memainkan tombak dan pedang. Tak ada lawan yang mampu menandingi kecepatannya.
Namun ia juga sering menghukum pelayan hanya karena kesalahan kecil.
โOrang lemah tidak pantas berada di dekatku!โ bentaknya suatu hari kepada seorang pelayan tua yang tidak sengaja menjatuhkan kendi minumannya.
Pelayan itu gemetar ketakutan.
Sementara itu, Pangeran Buaya lebih suka menghabiskan waktu bersama rakyat di perkampungan. Ia sering membantu nelayan memperbaiki jala, menemani anak-anak belajar membaca, dan membantu petani memanen padi.
Suatu hari, seorang rakyat miskin datang menghadap kedua pangeran.
โPaduka pangeran, musim hujan menghancurkan ladang kami. Kami tidak punya makanan,โ katanya sedih.
Pangeran Naga menjawab dingin.
โItu salah kalian sendiri karena tidak bekerja lebih keras.โ
Namun Pangeran Buaya segera memerintahkan pengawal membagikan persediaan beras dari lumbung kerajaan.
โRakyat adalah keluarga kerajaan. Jika mereka lapar, maka istana juga harus merasakan penderitaan mereka,โ katanya.
Mendengar itu, rakyat semakin mencintai Pangeran Buaya.
Hal itu membuat hati Pangeran Naga dipenuhi iri.
Wafatnya Sang Permaisuri
Tahun demi tahun berlalu.
Hingga suatu hari, musibah besar datang ke Kerajaan Pulau Mintin.
Permaisuri Ratna Sari jatuh sakit.
Tabib terbaik kerajaan dipanggil. Ramuan obat dari akar hutan, madu liar, dan tanaman obat diberikan. Namun penyakit sang permaisuri semakin parah.
Rakyat memenuhi halaman istana untuk berdoa.
Raja Mintin tak pernah meninggalkan sisi istrinya.
Pada malam bulan gelap, Permaisuri Ratna Sari mengembuskan napas terakhirnya.
Seluruh kerajaan berduka.
Gong kematian dipukul perlahan.
Tangis rakyat terdengar sampai ke tepian sungai.
Raja Mintin sangat terpukul. Ia menjadi murung dan sering mengurung diri.
Beberapa bulan kemudian, ia memutuskan meninggalkan kerajaan untuk bertapa dan menenangkan hati.
Sebelum pergi, ia memanggil kedua putranya.
โAyah mempercayakan kerajaan ini kepada kalian berdua,โ kata Raja Mintin.
โPimpinlah negeri dengan adil. Jangan saling bermusuhan.โ
Kedua pangeran menundukkan kepala.
Namun jauh di dalam hati, api perselisihan mulai menyala.
🎯 Viral โข Evergreen โข Edukatif โข Printable
Awal Perpecahan Kerajaan
Sepeninggal Raja Mintin, kedua pangeran mulai memimpin bersama.
Pada awalnya semuanya berjalan baik.
Namun lama-kelamaan perbedaan pendapat mulai muncul.
Pangeran Naga ingin kerajaan memperbesar pasukan perang dan memperluas wilayah kekuasaan.
โKita harus menjadi kerajaan terbesar di seluruh sungai!โ serunya dalam sidang istana.
Sebaliknya, Pangeran Buaya lebih memilih memperkuat pertanian dan perdagangan.
โKerajaan yang kuat bukan hanya karena pasukannya, tetapi karena rakyatnya hidup sejahtera,โ jawabnya.
Perdebatan demi perdebatan terus terjadi.
Para bangsawan mulai terpecah menjadi dua kubu.
Sebagian mendukung Pangeran Naga karena ketegasannya.
Sebagian lagi mendukung Pangeran Buaya karena kebaikan hatinya.
Akhirnya, kerajaan benar-benar terbelah.
Wilayah timur dipimpin Pangeran Naga.
Wilayah barat dipimpin Pangeran Buaya.
Mulanya rakyat berharap perpecahan itu hanya sementara.
Namun ternyata kebencian kedua saudara semakin membesar.
Pangeran Naga mulai menuduh adiknya ingin merebut seluruh kerajaan.
Sedangkan Pangeran Buaya kecewa karena kakaknya sering memungut pajak tinggi untuk membiayai pasukan perang.
Ketegangan memuncak ketika beberapa perbatasan wilayah diperebutkan.
Pasukan kedua pihak saling bentrok.
Pertumpahan darah pertama pun terjadi.
Perang Saudara di Pulau Mintin
Perang besar akhirnya pecah.
Dentuman genderang perang menggema di seluruh negeri.
Asap hitam membubung dari kampung-kampung yang terbakar.
Sungai yang dahulu tenang berubah keruh oleh peperangan.
Rakyat ketakutan.
Banyak keluarga kehilangan rumah.
Anak-anak menangis kelaparan.
Para nelayan tidak berani melaut karena sungai dipenuhi prajurit.
Hutan-hutan ditebang untuk membuat benteng pertahanan.
Suatu malam, seorang penasihat tua datang menemui Pangeran Naga.
โPaduka, hentikan perang ini. Rakyat sudah terlalu menderita.โ
Namun Pangeran Naga menggebrak meja.
โTidak! Aku tidak akan berhenti sebelum seluruh kerajaan tunduk kepadaku!โ
Di tempat lain, Pangeran Buaya juga merasa sedih melihat penderitaan rakyat.
Namun para panglimanya terus mendesaknya bertahan.
โJika Paduka menyerah, kita semua akan dihancurkan,โ kata mereka.
Akhirnya perang terus berlangsung.
Bertahun-tahun lamanya.
Kerajaan Pulau Mintin yang dulu makmur berubah menjadi negeri penuh luka.
Pertanda Aneh dari Sungai Kapuas
Pada masa peperangan itu, berbagai kejadian aneh mulai muncul.
Air Sungai Kapuas kadang tampak memerah saat senja.
Kabut tebal sering turun tiba-tiba.
Warga mengaku mendengar suara raungan besar dari tengah sungai pada malam hari.
Para tetua adat percaya alam sedang marah.
โPertumpahan darah saudara sendiri telah mengusik penjaga alam,โ kata seorang tetua kampung.
Namun kedua pangeran tidak memedulikannya.
Mereka terlalu sibuk memikirkan kemenangan.
Kembalinya Raja Mintin
Suatu pagi berkabut, sebuah perahu tua menyusuri Sungai Kapuas menuju Pulau Mintin.
Di atas perahu itu berdiri Raja Mintin.
Rambutnya kini memutih.
Wajahnya tampak lebih tua.
Namun sorot matanya masih tajam dan berwibawa.
Ketika mendekati kerajaan, dadanya terasa sesak.
Ia melihat rumah-rumah terbakar.
Sawah terbengkalai.
Jembatan rusak.
Rakyat hidup dalam ketakutan.
Tangis anak-anak terdengar di mana-mana.
โApa yang telah terjadi pada negerikuโฆโ bisiknya sedih.
Raja Mintin segera menuju istana.
Di sana ia mendapati singgasana kerajaan retak dan dipenuhi bekas peperangan.
Dengan marah ia memanggil kedua putranya.
Pangeran Naga datang dengan pakaian perang berlumur darah.
Pangeran Buaya datang dengan wajah letih dan penuh kesedihan.
Keduanya berdiri di hadapan ayah mereka.
Raja Mintin memandang mereka lama sekali.
โApakah ini yang kalian lakukan terhadap negeri yang ayah titipkan?โ suaranya bergetar menahan amarah.
Tak ada yang menjawab.
โKalian telah menghancurkan kerajaan! Kalian telah membuat rakyat menderita!โ
Pangeran Naga mencoba membela diri.
โAyah, semua ini karena Buaya ingin merebut kekuasaan!โ
โTidak!โ balas Pangeran Buaya. โKakaklah yang memulai semuanya!โ
Perdebatan kembali terjadi di hadapan Raja Mintin.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Raja Mintin benar-benar murka.
Langit mendadak gelap.
Angin berhembus sangat kencang.
Petir menyambar berkali-kali di atas istana.
Raja Mintin mengangkat tongkat pusakanya.
โKalian telah melupakan kasih sayang sebagai saudara! Kalian lebih memilih keserakahan dan peperangan!โ
Ia menatap Pangeran Naga.
โNaga! Engkau harus menerima hukuman setimpal. Engkau akan menjadi ular berkaki dengan lidah api menyala-nyala!โ
Tubuh Pangeran Naga mulai bergetar.
Sisik-sisik muncul di kulitnya.
Tangannya berubah menjadi cakar.
Matanya menyala merah seperti bara api.
โKarena kesalahanmu sangat besar, tinggallah di sepanjang Sungai Kapuas untuk menjaga sungai itu agar tidak ditumbuhi cendawan!โ
Pangeran Naga menjerit keras.
Tubuhnya membesar menjadi seekor naga panjang bersisik hitam kehijauan.
Api keluar dari mulutnya.
Seluruh istana berguncang.
Kemudian Raja Mintin memandang Pangeran Buaya.
โDan engkau, Buaya. Meski hatimu lebih baik, kau tetap bersalah karena gagal menghentikan perang dan ikut menyengsarakan rakyat!โ
Tubuh Pangeran Buaya mulai berubah.
Kulitnya mengeras.
Moncongnya memanjang.
Gigi-gigi tajam tumbuh dari mulutnya.
โKau akan menjadi buaya penjaga Pulau Mintin!โ
Dalam sekejap, ia berubah menjadi buaya besar bermata kuning keemasan.
Rakyat yang menyaksikan kejadian itu ketakutan dan menangis.
Dua putra kerajaan kini telah menjadi makhluk sungai.
Legenda Penjaga Sungai
Setelah kutukan itu, naga besar terbang menuju sepanjang Sungai Kapuas.
Konon, pada malam tertentu, warga masih bisa melihat cahaya merah menyala dari mulut sang naga di tengah kabut sungai.
Sedangkan buaya penjaga Pulau Mintin tetap tinggal di rawa-rawa sekitar kerajaan lama.
Masyarakat percaya buaya itu menjaga kawasan tersebut dari marabahaya.
Raja Mintin sendiri menghilang setelah menjatuhkan kutukan.
Ada yang mengatakan ia kembali bertapa ke pedalaman hutan.
Ada pula yang percaya ia berubah menjadi roh penjaga kerajaan.
Sejak saat itu, perang saudara berakhir.
Rakyat yang tersisa mulai membangun kembali kehidupan mereka.
Mereka hidup dengan satu pesan penting:
Keserakahan dan perebutan kekuasaan hanya akan membawa kehancuran.
Pesan Moral Cerita
Legenda Pangeran Naga dan Buaya mengandung banyak pelajaran berharga.
1. Perebutan Kekuasaan Membawa Bencana
Perang saudara yang dilakukan kedua pangeran menghancurkan kerajaan dan menyengsarakan rakyat.
2. Pemimpin Harus Mengutamakan Rakyat
Seorang pemimpin sejati tidak boleh egois dan haus kekuasaan.
3. Saudara Tidak Boleh Bermusuhan
Perselisihan keluarga dapat membawa kehancuran besar jika tidak diselesaikan dengan bijaksana.
4. Setiap Perbuatan Memiliki Akibat
Kutukan Raja Mintin menjadi simbol bahwa setiap kesalahan harus dipertanggungjawabkan.
🎓 Terbukti sejak 1991 โ Ribuan Lolos PTN Favorit!
Nilai Budaya Kalimantan Tengah dalam Cerita Ini
Cerita rakyat dari Kalimantan Tengah sering berkaitan dengan sungai, hutan, dan makhluk penjaga alam. Sungai Kapuas dan wilayah rawa dianggap memiliki kekuatan spiritual dalam kehidupan masyarakat Dayak dan masyarakat sungai di Kalimantan.
Legenda naga dan buaya juga melambangkan dua kekuatan besar alam:
- Naga melambangkan kekuatan, amarah, dan kekuasaan.
- Buaya melambangkan penjaga wilayah air dan keseimbangan alam.
Cerita seperti ini diwariskan secara turun-temurun melalui dongeng lisan oleh para tetua kampung.
Penutup
Hingga kini, masyarakat di beberapa daerah Kalimantan masih mengenal kisah tentang naga penjaga sungai dan buaya penunggu rawa.
Pada malam sunyi, ketika kabut turun menyelimuti Sungai Kapuas, sebagian orang tua percaya suara gemuruh dari tengah sungai adalah tanda bahwa sang naga masih menjaga aliran air seperti kutukan Raja Mintin dahulu kala.
Sedangkan buaya tua penjaga Pulau Mintin dipercaya tetap mengawasi wilayah kerajaan yang telah lama hilang ditelan zaman.
Begitulah legenda Pangeran Naga dan Buaya.
Sebuah kisah tentang persaudaraan, kekuasaan, kutukan, dan penyesalan yang menjadi warisan budaya Nusantara dari Kalimantan Tengah.
Ebook Karya Kak Nurul Ihsan (ebookanak.com)
DOWNLOAD FULL EBOOK DENGAN DONASI: WA 0815 6148 165

50 Soal Pilihan Ganda Bahasa dan Sastra Indonesia
Pangeran Naga dan Buaya (Cerita Rakyat Nusantara dari Kalimantan Tengah)
Pendahuluan
Cerita rakyat merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang mengandung nilai sejarah, moral, sosial, dan pendidikan karakter. Salah satu cerita rakyat yang menarik untuk dipelajari adalah Pangeran Naga dan Buaya dari Kalimantan Tengah. Kisah ini menceritakan dua putra Raja Mintin yang memiliki sifat berbeda dan akhirnya terlibat konflik yang menyebabkan kehancuran kerajaan.
Melalui kuis ini, siswa dapat melatih kemampuan memahami isi cerita, unsur intrinsik, nilai moral, struktur cerita rakyat, kosakata, karakter tokoh, serta berbagai kompetensi Bahasa Indonesia sesuai Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013.
Ayo uji pemahamanmu! Kerjakan 50 soal berikut dengan teliti dan cermat.
Soal Pilihan Ganda Pangeran Naga dan Buaya
Soal 1โ10 (Memahami Isi Cerita)
1. Siapakah pemimpin Kerajaan Pulau Mintin?
A. Raja Kapuas
B. Raja Mintin
C. Raja Buaya
D. Raja Naga
Jawaban: B
Pembahasan: Kerajaan Pulau Mintin dipimpin oleh Raja Mintin yang dikenal bijaksana.
2. Mengapa Raja Mintin meninggalkan kerajaan?
A. Pergi berperang
B. Mencari harta
C. Bersedih atas wafatnya permaisuri
D. Mengunjungi kerajaan lain
Jawaban: C
Pembahasan: Raja Mintin sangat berduka setelah permaisuri meninggal dunia.
3. Siapakah putra sulung Raja Mintin?
A. Pangeran Buaya
B. Pangeran Kapuas
C. Pangeran Elang
D. Pangeran Naga
Jawaban: D
Pembahasan: Pangeran Naga merupakan putra pertama Raja Mintin.
4. Bagaimana sifat Pangeran Buaya?
A. Serakah
B. Sabar dan baik hati
C. Pemarah
D. Pendendam
Jawaban: B
Pembahasan: Pangeran Buaya dikenal sebagai tokoh yang peduli rakyat.
5. Apa penyebab utama pecahnya kerajaan?
A. Serangan musuh
B. Bencana alam
C. Perbedaan pendapat kedua pangeran
D. Kekurangan pangan
Jawaban: C
Pembahasan: Konflik kepemimpinan menyebabkan kerajaan terpecah.
6. Menjadi berapa wilayah Kerajaan Pulau Mintin terbagi?
A. Dua wilayah
B. Tiga wilayah
C. Empat wilayah
D. Lima wilayah
Jawaban: A
Pembahasan: Kerajaan terpecah menjadi wilayah Pangeran Naga dan Pangeran Buaya.
7. Apa akibat dari perpecahan kerajaan?
A. Kemakmuran meningkat
B. Perdagangan maju
C. Perang saudara
D. Panen melimpah
Jawaban: C
Pembahasan: Perpecahan berujung pada perang saudara.
8. Bagaimana perasaan Raja Mintin saat kembali?
A. Senang
B. Bangga
C. Terkejut dan marah
D. Biasa saja
Jawaban: C
Pembahasan: Raja Mintin kecewa melihat kerajaannya hancur.
9. Menjadi apakah Pangeran Naga setelah dikutuk?
A. Harimau
B. Elang
C. Naga
D. Kuda
Jawaban: C
Pembahasan: Ia berubah menjadi naga penjaga Sungai Kapuas.
10. Menjadi apakah Pangeran Buaya?
A. Buaya
B. Ular
C. Ikan
D. Burung
Jawaban: A
Pembahasan: Ia dikutuk menjadi buaya penjaga Pulau Mintin.
Soal 11โ20 (Unsur Intrinsik Cerita)
11. Tokoh utama dalam cerita adalah ....
A. Raja Mintin
B. Permaisuri
C. Pangeran Naga dan Pangeran Buaya
D. Prajurit
Jawaban: C
Pembahasan: Kedua pangeran menjadi pusat konflik cerita.
12. Latar tempat utama cerita adalah ....
A. Jawa Tengah
B. Pulau Mintin
C. Sumatra
D. Bali
Jawaban: B
Pembahasan: Sebagian besar peristiwa berlangsung di Pulau Mintin.
13. Konflik utama cerita adalah ....
A. Perebutan harta
B. Perebutan tahta
C. Bencana alam
D. Kelaparan
Jawaban: B
Pembahasan: Konflik terjadi karena perbedaan kepemimpinan dan kekuasaan.
14. Amanat utama cerita adalah ....
A. Rajin menabung
B. Menghindari perselisihan dan keserakahan
C. Gemar berburu
D. Berani berkelahi
Jawaban: B
Pembahasan: Keserakahan membawa kehancuran.
15. Alur cerita termasuk ....
A. Maju
B. Mundur
C. Campuran
D. Acak
Jawaban: A
Pembahasan: Cerita berjalan dari awal hingga akhir secara berurutan.
16. Raja Mintin memiliki watak ....
A. Licik
B. Bijaksana
C. Pendendam
D. Sombong
Jawaban: B
Pembahasan: Raja Mintin dikenal sebagai pemimpin yang adil.
17. Tema utama cerita adalah ....
A. Persahabatan
B. Pendidikan
C. Kekuasaan dan persaudaraan
D. Perdagangan
Jawaban: C
Pembahasan: Cerita berfokus pada konflik dua saudara.
18. Puncak konflik terjadi saat ....
A. Raja menikah
B. Permaisuri lahir
C. Perang saudara
D. Panen raya
Jawaban: C
Pembahasan: Perang saudara merupakan klimaks cerita.
19. Penyelesaian cerita terjadi ketika ....
A. Raja kembali
B. Raja mengadakan pesta
C. Raja memberi hadiah
D. Raja mengutuk kedua putranya
Jawaban: D
Pembahasan: Kutukan menjadi akhir konflik.
20. Cerita ini termasuk jenis ....
A. Cerpen modern
B. Legenda rakyat
C. Artikel ilmiah
D. Puisi
Jawaban: B
Pembahasan: Kisah ini merupakan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun.
21. Kata "kerajaan" termasuk kata ....
A. Bilangan
B. Benda
C. Kerja
D. Sifat
Jawaban: B. Benda
Pembahasan: Kata kerajaan merupakan nomina (kata benda) yang menunjukkan nama suatu tempat atau wilayah pemerintahan yang dipimpin oleh raja.
22. Sinonim kata "murka" adalah ....
A. Sedih
B. Marah
C. Bahagia
D. Bingung
Jawaban: B. Marah
Pembahasan: Sinonim adalah kata yang memiliki makna sama atau hampir sama. Kata murka berarti sangat marah atau geram.
23. Antonim kata "damai" adalah ....
A. Aman
B. Tenang
C. Perang
D. Sejahtera
Jawaban: C. Perang
Pembahasan: Antonim adalah lawan kata. Kata damai memiliki arti tenteram dan tidak ada konflik, sedangkan lawannya adalah perang.
24. Kata "bijaksana" termasuk ....
A. Kata sifat
B. Kata kerja
C. Kata bilangan
D. Kata tugas
Jawaban: A. Kata sifat
Pembahasan: Kata bijaksana menjelaskan sifat atau karakter seseorang sehingga termasuk kata sifat (adjektiva).
25. Kalimat berikut yang merupakan kalimat efektif adalah ....
A. Raja Mintin pergi karena sebab bersedih.
B. Raja Mintin meninggalkan kerajaan karena bersedih.
C. Raja Mintin pergi meninggalkan pergi kerajaan.
D. Raja Mintin karena pergi sedih.
Jawaban: B. Raja Mintin meninggalkan kerajaan karena bersedih.
Pembahasan: Kalimat efektif harus jelas, hemat kata, dan mudah dipahami. Pilihan B memenuhi syarat tersebut.
26. Kata baku yang benar adalah ....
A. Resiko
B. Aktip
C. Nasehat
D. Risiko
Jawaban: D. Risiko
Pembahasan: Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk baku yang benar adalah risiko.
27. Kata "pertumpahan darah" bermakna ....
A. Donor darah
B. Luka ringan
C. Peperangan
D. Penyakit
Jawaban: C. Peperangan
Pembahasan: Pertumpahan darah merupakan ungkapan (idiom) yang berarti peperangan atau konflik yang menimbulkan korban jiwa.
28. Imbuhan pada kata "kepemimpinan" adalah ....
A. ke-an
B. pe-an
C. ke-pe-an
D. me-kan
Jawaban: C. ke-pe-an
Pembahasan: Kata kepemimpinan terbentuk dari kata dasar pimpin yang mendapat konfiks ke-pe-an.
29. Kata "rakyat" termasuk ....
A. Nomina
B. Verba
C. Adverbia
D. Konjungsi
Jawaban: A. Nomina
Pembahasan: Kata rakyat menunjukkan kelompok orang sehingga termasuk kata benda (nomina).
30. Kalimat langsung ditandai dengan ....
A. Titik dua
B. Tanda kurung
C. Tanda petik
D. Garis miring
Jawaban: C. Tanda petik
Pembahasan: Kalimat langsung ditulis dengan menggunakan tanda petik ("...") untuk menunjukkan ucapan seseorang secara langsung.
Nilai Moral dan Karakter
31. Sikap baik Pangeran Buaya adalah ....
A. Sombong
B. Peduli rakyat
C. Pemarah
D. Pendendam
Jawaban: B. Peduli rakyat
Pembahasan: Pangeran Buaya digambarkan sebagai pemimpin yang memperhatikan kesejahteraan rakyat dan selalu berusaha membantu mereka.
32. Sifat buruk Pangeran Naga adalah ....
A. Rendah hati
B. Sabar
C. Haus kekuasaan
D. Dermawan
Jawaban: C. Haus kekuasaan
Pembahasan: Keinginan menguasai seluruh kerajaan menjadi penyebab utama konflik dalam cerita.
33. Nilai moral yang dapat dipetik adalah ....
A. Membalas dendam
B. Mengutamakan kepentingan pribadi
C. Menjaga persatuan
D. Berperang terus-menerus
Jawaban: C. Menjaga persatuan
Pembahasan: Cerita mengajarkan bahwa persatuan lebih penting daripada kepentingan pribadi atau kelompok.
34. Konflik dapat dihindari dengan ....
A. Musyawarah
B. Kekerasan
C. Ancaman
D. Pertengkaran
Jawaban: A. Musyawarah
Pembahasan: Musyawarah merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai.
35. Pemimpin yang baik harus ....
A. Peduli rakyat
B. Egois
C. Serakah
D. Pemarah
Jawaban: A. Peduli rakyat
Pembahasan: Tugas utama pemimpin adalah melayani dan menyejahterakan rakyatnya.
36. Dampak keserakahan adalah ....
A. Keharmonisan
B. Kemajuan
C. Kehancuran
D. Kebahagiaan
Jawaban: C. Kehancuran
Pembahasan: Keserakahan Pangeran Naga menyebabkan perang dan kerusakan kerajaan.
37. Persaudaraan seharusnya ....
A. Dijaga
B. Dihancurkan
C. Dilupakan
D. Diputuskan
Jawaban: A. Dijaga
Pembahasan: Hubungan persaudaraan perlu dipelihara agar tercipta keharmonisan dan kedamaian.
38. Tanggung jawab pemimpin adalah ....
A. Menindas rakyat
B. Menyejahterakan rakyat
C. Berperang
D. Menguasai wilayah
Jawaban: B. Menyejahterakan rakyat
Pembahasan: Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya.
39. Raja Mintin memberikan hukuman karena ....
A. Ingin balas dendam
B. Menegakkan keadilan
C. Tak menyukai anaknya
D. Dipaksa rakyat
Jawaban: B. Menegakkan keadilan
Pembahasan: Hukuman diberikan agar kedua putranya mempertanggungjawabkan perbuatan yang menyebabkan penderitaan rakyat.
40. Sikap yang patut diteladani dari Raja Mintin adalah ....
A. Ketegasan
B. Keserakahan
C. Kemarahan
D. Keras kepala
Jawaban: A. Ketegasan
Pembahasan: Raja Mintin berani mengambil keputusan tegas demi kebaikan kerajaan dan rakyatnya.
Literasi dan HOTS
41. Mengapa rakyat menderita selama perang?
A. Tidak ada makanan
B. Banyak wilayah rusak
C. Kehidupan terganggu
D. Semua benar
Jawaban: D. Semua benar
Pembahasan: Perang menyebabkan kerusakan wilayah, kelangkaan pangan, dan terganggunya kehidupan masyarakat sehingga rakyat sangat menderita.
42. Jika kedua pangeran mau bermusyawarah, kemungkinan yang terjadi adalah ....
A. Perang semakin besar
B. Kerajaan tetap utuh
C. Rakyat semakin sengsara
D. Raja marah
Jawaban: B. Kerajaan tetap utuh
Pembahasan: Musyawarah dapat menjadi jalan penyelesaian konflik tanpa kekerasan sehingga kerajaan tidak terpecah.
43. Konflik dalam cerita termasuk konflik ....
A. Alam
B. Teknologi
C. Sosial
D. Ekonomi
Jawaban: C. Sosial
Pembahasan: Konflik terjadi antarmanusia, yaitu antara Pangeran Naga dan Pangeran Buaya, sehingga termasuk konflik sosial.
44. Kutukan dalam cerita berfungsi sebagai ....
A. Hiburan
B. Penyelesaian konflik
C. Perkenalan tokoh
D. Latar cerita
Jawaban: B. Penyelesaian konflik
Pembahasan: Kutukan Raja Mintin menjadi bagian akhir yang mengakhiri konflik dan memberikan pelajaran kepada kedua pangeran.
45. Pesan yang paling relevan bagi pelajar adalah ....
A. Hindari pertengkaran
B. Cari kekuasaan
C. Menang sendiri
D. Balas dendam
Jawaban: A. Hindari pertengkaran
Pembahasan: Pelajar perlu belajar menyelesaikan masalah dengan komunikasi dan kerja sama, bukan pertengkaran.
46. Cerita rakyat termasuk karya sastra ....
A. Lama
B. Modern
C. Kontemporer
D. Digital
Jawaban: A. Lama
Pembahasan: Cerita rakyat merupakan bagian dari sastra lama karena diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
47. Tokoh antagonis dalam cerita adalah ....
A. Raja Mintin
B. Pangeran Naga
C. Pangeran Buaya
D. Prajurit
Jawaban: B. Pangeran Naga
Pembahasan: Pangeran Naga menjadi tokoh antagonis karena sifat haus kekuasaan dan tindakannya yang memicu konflik.
48. Tokoh protagonis adalah ....
A. Pangeran Naga
B. Panglima perang
C. Pangeran Buaya
D. Prajurit
Jawaban: C. Pangeran Buaya
Pembahasan: Pangeran Buaya memiliki sifat baik, peduli rakyat, dan menjadi tokoh yang mewakili nilai-nilai positif.
49. Konflik yang terjadi mengajarkan pentingnya ....
A. Persatuan
B. Permusuhan
C. Kesombongan
D. Kekerasan
Jawaban: A. Persatuan
Pembahasan: Perpecahan menyebabkan penderitaan, sedangkan persatuan membawa kedamaian dan kemajuan.
50. Kesimpulan terbaik dari cerita ini adalah ....
A. Kekuasaan lebih penting daripada keluarga
B. Perang membawa kemakmuran
C. Persatuan dan kebijaksanaan menjaga kesejahteraan rakyat
D. Kutukan adalah solusi semua masalah
Jawaban: C. Persatuan dan kebijaksanaan menjaga kesejahteraan rakyat
Pembahasan: Inti cerita menegaskan bahwa pemimpin harus bijaksana, mengutamakan kepentingan rakyat, menjaga persaudaraan, serta menghindari keserakahan agar tercipta kehidupan yang damai dan sejahtera.
Cerita rakyat Pangeran Naga dan Buaya dari Kalimantan Tengah mengajarkan pentingnya persaudaraan, kepemimpinan yang bijaksana, tanggung jawab, serta menjaga persatuan. Konflik yang terjadi akibat perebutan kekuasaan menunjukkan bahwa keserakahan dapat membawa penderitaan bagi banyak orang.
Melalui 50 soal pilihan ganda ini, siswa dapat meningkatkan kemampuan literasi, memahami unsur intrinsik cerita rakyat, mengenali kaidah Bahasa Indonesia, serta menumbuhkan karakter positif sesuai Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka.
Teruslah membaca cerita rakyat Nusantara agar semakin mengenal budaya Indonesia, memperkaya kosakata, dan meningkatkan kemampuan literasi Bahasa Indonesia secara menyenangkan.
25 Soal Isian Bahasa dan Sastra Indonesia
Pangeran Naga dan Buaya (Cerita Rakyat Nusantara dari Kalimantan Tengah)
Pendahuluan
Cerita rakyat merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu cerita rakyat yang menarik untuk dipelajari adalah Pangeran Naga dan Buaya dari Kalimantan Tengah. Kisah ini mengandung nilai-nilai moral, pendidikan karakter, kepemimpinan, persaudaraan, serta pelajaran penting tentang akibat buruk dari konflik dan perebutan kekuasaan.
Melalui latihan soal isian berikut, siswa dapat meningkatkan kemampuan memahami isi cerita, mengenali unsur intrinsik, mempelajari kaidah Bahasa Indonesia, memperkaya kosakata, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis sesuai Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013.
Ayo uji kemampuan literasimu dengan menjawab 25 soal isian berikut secara mandiri!
Soal Isian Pangeran Naga dan Buaya
Soal 1โ10 (Pemahaman Isi Cerita)
1. Kerajaan yang menjadi latar utama cerita ini bernama Kerajaan __________.
Jawaban: Pulau Mintin
Pembahasan: Seluruh peristiwa utama dalam cerita berlangsung di Kerajaan Pulau Mintin.
2. Raja yang memimpin Kerajaan Pulau Mintin bernama Raja __________.
Jawaban: Mintin
Pembahasan: Raja Mintin dikenal sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana.
3. Raja Mintin meninggalkan kerajaan karena bersedih atas meninggalnya sang __________.
Jawaban: Permaisuri
Pembahasan: Wafatnya permaisuri membuat Raja Mintin sangat berduka.
4. Dua putra Raja Mintin bernama Pangeran Naga dan Pangeran __________.
Jawaban: Buaya
Pembahasan: Kedua pangeran tersebut menjadi tokoh utama dalam cerita.
5. Pangeran Buaya memiliki sifat yang __________ hati.
Jawaban: baik
Pembahasan: Pangeran Buaya dikenal sebagai tokoh yang peduli kepada rakyat.
6. Pangeran Naga memiliki sifat buruk yaitu haus akan __________.
Jawaban: kekuasaan
Pembahasan: Ambisi kekuasaan menjadi penyebab konflik dalam cerita.
7. Akibat perbedaan pendapat, kerajaan akhirnya terpecah menjadi __________ wilayah.
Jawaban: dua
Pembahasan: Kerajaan terbagi menjadi wilayah Pangeran Naga dan wilayah Pangeran Buaya.
8. Konflik yang terjadi antara kedua pangeran berkembang menjadi __________ saudara.
Jawaban: perang
Pembahasan: Perpecahan kerajaan menyebabkan perang saudara yang merugikan rakyat.
9. Setelah kembali ke kerajaan, Raja Mintin merasa sangat __________ melihat kerajaannya hancur.
Jawaban: marah
Pembahasan: Raja Mintin murka karena rakyat menderita akibat perang.
10. Pangeran Naga dikutuk menjadi seekor __________.
Jawaban: naga
Pembahasan: Kutukan diberikan sebagai hukuman atas kesalahannya.
Soal 11โ15 (Unsur Intrinsik Cerita)
11. Tokoh yang berperan sebagai protagonis dalam cerita adalah Pangeran __________.
Jawaban: Buaya
Pembahasan: Pangeran Buaya memiliki sifat yang lebih baik dan peduli terhadap rakyat.
12. Tokoh yang memiliki sifat antagonis adalah Pangeran __________.
Jawaban: Naga
Pembahasan: Pangeran Naga menjadi penyebab utama konflik karena ambisinya.
13. Tema utama cerita ini adalah konflik akibat perebutan __________.
Jawaban: kekuasaan
Pembahasan: Perebutan kekuasaan menjadi inti cerita.
14. Amanat yang dapat diambil adalah pentingnya menjaga __________ dan persatuan.
Jawaban: persaudaraan
Pembahasan: Persaudaraan harus dijaga agar tidak terjadi konflik.
15. Alur cerita Pangeran Naga dan Buaya menggunakan alur __________.
Jawaban: maju
Pembahasan: Peristiwa diceritakan secara berurutan dari awal hingga akhir.
Soal 16โ20 (Bahasa Indonesia)
16. Kata "bijaksana" termasuk jenis kata __________.
Jawaban: sifat
Pembahasan: Kata sifat digunakan untuk menjelaskan karakter atau keadaan seseorang.
17. Sinonim kata "murka" adalah __________.
Jawaban: marah
Pembahasan: Murka berarti sangat marah.
18. Antonim kata "damai" adalah __________.
Jawaban: perang
Pembahasan: Damai berarti tenteram, sedangkan lawannya adalah perang.
19. Kata "rakyat" termasuk kelompok kata __________.
Jawaban: benda
Pembahasan: Rakyat merupakan nomina atau kata benda.
20. Tanda baca yang digunakan untuk mengapit kalimat langsung adalah tanda __________.
Jawaban: petik
Pembahasan: Tanda petik digunakan dalam penulisan dialog atau kalimat langsung.
Soal 21โ25 (Nilai Moral dan HOTS)
21. Pemimpin yang baik harus mengutamakan kesejahteraan __________.
Jawaban: rakyat
Pembahasan: Tugas utama pemimpin adalah melayani rakyat.
22. Konflik dapat diselesaikan dengan cara __________.
Jawaban: musyawarah
Pembahasan: Musyawarah membantu menemukan solusi yang adil.
23. Perang saudara menyebabkan banyak __________ rakyat.
Jawaban: penderitaan
Pembahasan: Konflik yang berkepanjangan selalu membawa dampak buruk bagi masyarakat.
24. Sikap yang harus dihindari berdasarkan cerita ini adalah __________.
Jawaban: keserakahan
Pembahasan: Keserakahan menjadi penyebab utama kehancuran kerajaan.
25. Nilai karakter yang paling penting dalam cerita ini adalah menjaga __________.
Jawaban: persatuan
Pembahasan: Persatuan dapat mencegah konflik dan menciptakan kehidupan yang damai.
Kesimpulan
Cerita rakyat Pangeran Naga dan Buaya dari Kalimantan Tengah memberikan banyak pelajaran berharga tentang kepemimpinan, persaudaraan, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga persatuan. Melalui latihan soal isian ini, siswa tidak hanya belajar memahami isi cerita, tetapi juga memperkuat kemampuan literasi, penguasaan kosakata, serta pemahaman unsur-unsur sastra dan Bahasa Indonesia.
Selain menjadi sarana belajar yang menyenangkan, cerita rakyat Nusantara juga membantu generasi muda mengenal budaya bangsa dan menumbuhkan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Teruslah membaca dan mempelajari cerita rakyat Indonesia agar wawasan budaya, kemampuan literasi, dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia semakin berkembang.
25 Soal Uraian Bahasa dan Sastra Indonesia
Pangeran Naga dan Buaya (Cerita Rakyat Nusantara dari Kalimantan Tengah)
Pendahuluan
Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang memiliki nilai budaya, moral, sosial, dan pendidikan yang tinggi. Salah satu cerita rakyat Nusantara yang menarik untuk dipelajari adalah Pangeran Naga dan Buaya dari Kalimantan Tengah. Kisah ini mengandung berbagai pelajaran tentang kepemimpinan, persaudaraan, tanggung jawab, serta akibat buruk dari keserakahan dan konflik.
Melalui soal-soal uraian berikut, peserta didik dapat melatih kemampuan memahami isi cerita, menganalisis unsur intrinsik, mengembangkan keterampilan berpikir kritis (HOTS), serta memperdalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sesuai Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013.
Ayo kerjakan soal-soal berikut dengan teliti untuk mengasah kemampuan literasi dan berpikir kritismu!
Soal Uraian Pangeran Naga dan Buaya
Pemahaman Isi Cerita
1. Siapakah Raja Mintin dan bagaimana sifatnya?
Jawaban:
Raja Mintin adalah pemimpin Kerajaan Pulau Mintin yang dikenal arif, bijaksana, dan mencintai rakyatnya.
Pembahasan:
Tokoh Raja Mintin digambarkan sebagai pemimpin ideal yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.
2. Mengapa Raja Mintin meninggalkan kerajaan untuk waktu yang lama?
Jawaban:
Karena ia sangat berduka setelah meninggalnya sang permaisuri.
Pembahasan:
Kesedihan mendalam membuat Raja Mintin memilih meninggalkan kerajaan sementara waktu.
3. Sebutkan nama kedua putra Raja Mintin!
Jawaban:
Pangeran Naga dan Pangeran Buaya.
Pembahasan:
Kedua pangeran inilah yang menjadi tokoh utama dalam cerita.
4. Jelaskan perbedaan sifat antara Pangeran Naga dan Pangeran Buaya!
Jawaban:
Pangeran Naga bersifat sombong dan haus kekuasaan, sedangkan Pangeran Buaya baik hati dan peduli rakyat.
Pembahasan:
Perbedaan karakter kedua tokoh menjadi sumber konflik utama.
5. Apa penyebab pecahnya Kerajaan Pulau Mintin?
Jawaban:
Perbedaan pendapat dan perebutan kekuasaan antara kedua pangeran.
Pembahasan:
Ketidakmampuan menyelesaikan konflik secara damai menyebabkan kerajaan terpecah.
Unsur Intrinsik Cerita
6. Apa tema utama dalam cerita Pangeran Naga dan Buaya?
Jawaban:
Perebutan kekuasaan dan pentingnya persaudaraan.
Pembahasan:
Tema tersebut terlihat dari konflik yang terjadi antara dua saudara.
7. Siapakah tokoh protagonis dalam cerita ini? Jelaskan alasannya!
Jawaban:
Pangeran Buaya karena memiliki sifat baik dan peduli terhadap rakyat.
Pembahasan:
Tokoh protagonis biasanya memiliki karakter positif yang dapat diteladani.
8. Siapakah tokoh antagonis dalam cerita ini?
Jawaban:
Pangeran Naga.
Pembahasan:
Sifat haus kekuasaan dan tindakannya memicu konflik dalam cerita.
9. Bagaimana latar tempat utama dalam cerita ini?
Jawaban:
Kerajaan Pulau Mintin dan daerah sekitar Sungai Kapuas.
Pembahasan:
Latar tempat menjadi bagian penting dalam pengembangan cerita.
10. Jelaskan amanat yang dapat diambil dari cerita ini!
Jawaban:
Kita harus menjaga persaudaraan, menghindari keserakahan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Pembahasan:
Amanat merupakan pesan moral yang ingin disampaikan pengarang.
H3: Pembelajaran Bahasa Indonesia
11. Apa yang dimaksud dengan cerita rakyat?
Jawaban:
Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat.
Pembahasan:
Cerita rakyat termasuk karya sastra lama yang menjadi bagian dari budaya daerah.
12. Jelaskan pengertian tema dalam sebuah cerita!
Jawaban:
Tema adalah gagasan utama atau ide pokok yang mendasari sebuah cerita.
Pembahasan:
Tema menjadi dasar pengembangan alur dan konflik.
13. Apa yang dimaksud dengan tokoh dan penokohan?
Jawaban:
Tokoh adalah pelaku dalam cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan sifat tokoh.
Pembahasan:
Penokohan membantu pembaca memahami karakter tokoh.
14. Sebutkan dua kata sifat yang menggambarkan Raja Mintin!
Jawaban:
Bijaksana dan adil.
Pembahasan:
Kata sifat digunakan untuk menjelaskan karakter seseorang.
15. Apa sinonim dari kata "murka" yang terdapat dalam cerita?
Jawaban:
Marah.
Pembahasan:
Sinonim adalah kata yang memiliki makna sama atau hampir sama.
Analisis dan HOTS
16. Mengapa perang saudara membawa penderitaan bagi rakyat?
Jawaban:
Karena perang menyebabkan kerusakan, ketakutan, dan hilangnya kesejahteraan masyarakat.
Pembahasan:
Korban terbesar dari konflik biasanya adalah rakyat biasa.
17. Bagaimana seharusnya kedua pangeran menyelesaikan perbedaan pendapat mereka?
Jawaban:
Melalui musyawarah dan komunikasi yang baik.
Pembahasan:
Musyawarah merupakan cara penyelesaian konflik yang damai.
18. Apa dampak buruk dari sifat haus kekuasaan?
Jawaban:
Menimbulkan konflik, permusuhan, dan kehancuran.
Pembahasan:
Keserakahan sering menjadi penyebab berbagai masalah sosial.
19. Mengapa Raja Mintin memberikan kutukan kepada kedua putranya?
Jawaban:
Karena mereka telah menyebabkan penderitaan rakyat akibat perang saudara.
Pembahasan:
Kutukan menjadi bentuk hukuman atas kesalahan mereka.
20. Apakah keputusan Raja Mintin dapat dianggap adil? Jelaskan!
Jawaban:
Ya, karena kedua putranya sama-sama bertanggung jawab atas kehancuran kerajaan.
Pembahasan:
Keadilan berarti memberikan konsekuensi sesuai perbuatan masing-masing.
Pengembangan Literasi dan Karakter
21. Nilai karakter apa yang paling menonjol dari Pangeran Buaya?
Jawaban:
Peduli terhadap rakyat.
Pembahasan:
Kepedulian sosial merupakan karakter positif yang perlu diteladani.
22. Bagaimana cara menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari?
Jawaban:
Menghargai perbedaan, bekerja sama, dan menghindari pertengkaran.
Pembahasan:
Persatuan dapat tercipta melalui sikap saling menghormati.
23. Apa hubungan cerita ini dengan kehidupan pelajar saat ini?
Jawaban:
Pelajar harus menghindari konflik dan menyelesaikan masalah secara damai.
Pembahasan:
Nilai moral dalam cerita masih relevan dalam kehidupan modern.
24. Menurut pendapatmu, apa pelajaran terpenting dari cerita ini?
Jawaban:
Persaudaraan dan persatuan harus dijaga agar tidak menimbulkan konflik.
Pembahasan:
Perpecahan dapat membawa kerugian bagi banyak pihak.
25. Tuliskan kesimpulan singkat tentang cerita Pangeran Naga dan Buaya!
Jawaban:
Cerita ini mengajarkan bahwa keserakahan dan perebutan kekuasaan dapat menghancurkan persaudaraan dan menyengsarakan rakyat, sedangkan persatuan dan kebijaksanaan membawa kebaikan bersama.
Pembahasan:
Kesimpulan merangkum pesan utama yang terkandung dalam cerita.
Kesimpulan
Cerita rakyat Pangeran Naga dan Buaya dari Kalimantan Tengah merupakan warisan budaya Nusantara yang kaya akan nilai moral dan pendidikan karakter. Melalui kisah ini, pembaca dapat memahami pentingnya persaudaraan, kepemimpinan yang bijaksana, tanggung jawab, dan sikap mengutamakan kepentingan bersama.
Latihan 25 soal uraian ini tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan memahami isi cerita dan unsur sastra, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis, menganalisis masalah, serta mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013.
Teruslah membaca cerita rakyat Nusantara untuk memperluas wawasan budaya, memperkaya kosakata, meningkatkan literasi, dan menumbuhkan karakter positif sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.
Kerajaan Pulau Mintin adalah kerajaan yang damai sentosa yang dipimpin oleh seorang raja arif bijaksana.
Sampai suatu ketika datanglah kedukaan yang menyelimuti seluruh rakyat negeri ketika Raja Mintin memutuskan untuk pergi dari kerajaan dalam waktu yang lama karena bersedih atas meninggalnya sang permaisuri.
Tersebutlah dua putra mahkota yang ditugaskan untuk menggantikan Raja Mintin, yaitu Pangeran Naga dan Pangeran Buaya.

Pangeran Naga memiliki sipat buruk sedangkan Pangeran Buaya memiliki sifat baik.
Dalam kepemimpinan mereka ternyata banyak terjadi perbedaan.
Karena masing-masing memiliki pendirian sendiri-sendiri.
Akhirnya, kerajaan itu pun pecah menjadi dua wilayah.
Yaitu wilayah yang dipimpin Pangeran Naga dan wilayah yang dipimpin Pangeran Buaya.
Perang saudara pun pecah.

Pertumpahan darah besar tak bisa dihindarkan lagi.
Sampai suatu ketika, Raja Mintin memutuskan untuk kembali ke kerajaannya.
Setibanya di kerajaaan, Raja Mintin sangat terkejut melihat kerajaannya telah hancur oleh perang saudara.
Maka dipanggilnya dua putranya menghadap.
Murka Raja Mintin benar-benar tak terbendung sehingga muncullah kutukannya.
โNaga engkau harus menerima hukuman setimpal. Engkau akan menjadi ular berkaki dengan lidah api menyala-nyala. Karena kesalahan yang kau perbuat sungguh besar. Maka tinggallah di sepanjang sungai Kapuas untuk menjaga sungai itu agar tak ditumbuhi cendawan,โ serunya lagi.
โSedang engkau, Buaya. Meski kecil kesalahanmu, kau tetap bersalah telah menyengsarakan rakyat kerajaan. Maka, engkau tetap kuhukum untuk menjadi seekor buaya dengan moncong panjang bergigi tajam. Tetaplah di daerah ini untuk menjaga pulau Mintin,โ lanjut Raja Mintin.
Maka dalam sekejap, kedua putra raja itu telah berubah wujud menjadi seekor naga dan buaya. ***
Pesan Moral: Jagalah ikatan persaudaran jangan sampai terjadi perselisihan.

























































