Usman Bin Haji Mohammad Ali, Pahlawan Indonesia yang Dihukum Gantung Pemerintah Singapura
- Updated: Mei 12, 2025
![]()
Usman Bin Haji Mohammad Ali adalah anggota Korps Komando Operasi Angkatan Laut Republik Indonesia (KKO ALRI, sekarang Marinir).
Pada tanggal 3 Mei 1964, Presiden Soekarno mengumumkan Dwikora sebagai bentuk perlawanan terhadap Malaysia dan Singapura.
Dalam rangka itu, pada 8 Maret 1965, dengan dibekali 12,5 kg bahan peledak, Usman Bin Haji Mohammad Ali bersama Harun dan Gani bin Arup berhasil meledakkan gedung McDonald House di Singapura.
Namun sayang, ketika mereka akan pulang ke Indonesia melalui laut, kapal motor milik mereka mengalami kerusakan.
Akhirnya, tim Patroli Singapura berhasil menangkap mereka di Pulau Sambu.
Setelah ditahan dan diadili, pada 17 Oktober 1968 mereka dihukum gantung pemerintah Singapura di Penjara Changi.
Lahir : Banyumas, 18 Maret 1943
Wafat: Singapura, 17 Oktober 1968
(Nurul Ihsan)
Quiz Pahlawan Indonesia: Mengenal Usman Bin Haji Mohammad Ali
Saya akan menyusun 15 soal pilihan ganda tentang Usman Bin Haji Mohammad Ali, seorang pahlawan Indonesia yang dihukum gantung oleh pemerintah Singapura. Setiap soal akan dilengkapi dengan jawaban dan pembahasan ilmiah berdasarkan sumber-sumber sejarah terpercaya.
Soal 1
Siapakah nama lengkap dan tempat lahir Usman Bin Haji Mohammad Ali?
A. Usman Bin Haji Mohammad Ali, lahir di Jawa Barat
B. Usman Bin Haji Mohammad Ali, lahir di Sumatera Selatan
C. Usman Bin Haji Mohammad Ali, lahir di Jawa Timur
D. Usman Bin Haji Mohammad Ali, lahir di Lampung
Jawaban: C. Usman Bin Haji Mohammad Ali, lahir di Jawa Timur
Pembahasan:
Usman Bin Haji Mohammad Ali lahir pada tanggal 18 Juni 1943 di desa Sedayu, Gresik, Jawa Timur. Ia berasal dari keluarga sederhana dan tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang religius. Latar belakang kehidupannya di Jawa Timur inilah yang kemudian membentuk karakter dan semangat patriotismenya dalam membela kemerdekaan Indonesia.
Soal 2
Apa peristiwa konfrontasi yang menjadi latar belakang misi Usman dan Harun ke Singapura?
A. Gerakan 30 September
B. Konfrontasi Malaysia
C. Agresi Militer Belanda
D. Pertempuran Surabaya
Jawaban: B. Konfrontasi Malaysia
Pembahasan:
Usman dan Harun melaksanakan misi ke Singapura dalam konteks kebijakan Konfrontasi Malaysia (1963-1966) yang dicanangkan oleh Presiden Soekarno. Konfrontasi ini merupakan bentuk perlawanan Indonesia terhadap pembentukan Federasi Malaysia yang dianggap sebagai “proyek neokolonialisme” Inggris. Singapura saat itu masih menjadi bagian dari Federasi Malaysia. Kebijakan konfrontasi ini dikenal dengan slogan “Ganyang Malaysia” yang bertujuan menggagalkan pembentukan federasi tersebut yang dianggap mengancam kedaulatan Indonesia.
Soal 3
Pada tanggal berapa Usman dan Harun melaksanakan misi pengeboman di Singapura?
A. 10 Maret 1965
B. 20 Maret 1965
C. 10 September 1964
D. 20 September 1964
Jawaban: A. 10 Maret 1965
Pembahasan:
Usman dan rekannya Harun bin Said melaksanakan misi pengeboman di MacDonald House, Orchard Road, Singapura pada tanggal 10 Maret 1965. Mereka adalah anggota Korps Marinir Indonesia yang ditugaskan sebagai bagian dari operasi intelijen dalam rangka Konfrontasi Malaysia. Peristiwa ini mengakibatkan tewasnya 3 warga sipil dan 33 lainnya luka-luka, serta menimbulkan kerusakan material yang cukup signifikan di gedung tersebut.
Soal 4
Apa nama operasi khusus yang menjadi misi Usman dan Harun di Singapura?
A. Operasi Dwikora
B. Operasi Flamboyan
C. Operasi Ganyang Malaysia
D. Operasi Konfrontasi
Jawaban: B. Operasi Flamboyan
Pembahasan:
Misi Usman dan Harun ke Singapura merupakan bagian dari Operasi Flamboyan yang dijalankan oleh Korps Marinir Indonesia. Operasi ini merupakan bagian dari strategi militer Indonesia dalam politik Konfrontasi terhadap Malaysia. Operasi Flamboyan dirancang sebagai operasi sabotase untuk menimbulkan tekanan psikologis dan menyampaikan pesan politik bahwa Indonesia serius menentang pembentukan Federasi Malaysia.
Soal 5
Kapan Usman dan Harun dieksekusi di Singapura?
A. 17 Oktober 1968
B. 17 Oktober 1967
C. 17 Agustus 1968
D. 17 Agustus 1967
Jawaban: A. 17 Oktober 1968
Pembahasan:
Usman bin Haji Mohammad Ali dan Harun bin Said dieksekusi dengan cara digantung pada tanggal 17 Oktober 1968 di Penjara Changi, Singapura, setelah melalui proses peradilan yang kontroversial. Mereka menghadapi tuduhan pembunuhan dan sabotase. Eksekusi ini terjadi meskipun ada upaya diplomasi dari pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan mereka. Keduanya menolak untuk meminta pengampunan karena merasa bahwa tindakan mereka merupakan tugas negara dan tidak bersifat personal.
Soal 6
Dari kesatuan manakah Usman bin Haji Mohammad Ali berasal?
A. Angkatan Darat
B. Angkatan Udara
C. KKO Angkatan Laut (Korps Komando)
D. Pasukan Khusus
Jawaban: C. KKO Angkatan Laut (Korps Komando)
Pembahasan:
Usman bin Haji Mohammad Ali adalah anggota KKO AL (Korps Komando Operasi Angkatan Laut) yang sekarang dikenal sebagai Korps Marinir TNI AL. Ia bergabung dengan kesatuan elite ini pada usia muda dan menunjukkan kemampuan dan dedikasi tinggi, yang membuatnya terpilih untuk menjalankan misi-misi khusus. Di KKO, ia menjalani pelatihan intensif termasuk teknik infiltrasi, sabotase, dan pertempuran jarak dekat yang kemudian menjadi bekal dalam menjalankan misinya di Singapura.
Soal 7
Apa status Singapura pada saat pengeboman MacDonald House dilakukan?
A. Koloni Inggris
B. Negara merdeka
C. Bagian dari Federasi Malaysia
D. Wilayah Indonesia yang diduduki
Jawaban: C. Bagian dari Federasi Malaysia
Pembahasan:
Saat pengeboman MacDonald House terjadi pada 10 Maret 1965, Singapura masih merupakan bagian dari Federasi Malaysia. Singapura bergabung dengan Federasi Malaysia pada 16 September 1963, namun kemudian berpisah dan menjadi negara merdeka pada 9 Agustus 1965, sekitar lima bulan setelah peristiwa pengeboman tersebut. Fakta ini penting untuk memahami konteks politik saat itu, di mana operasi Usman dan Harun menargetkan Singapura sebagai bagian dari strategi Konfrontasi terhadap Malaysia.
Soal 8
Setelah kematian Usman dan Harun, penghargaan apa yang diberikan pemerintah Indonesia kepada mereka?
A. Medali Kejujuran
B. Bintang Sakti
C. Gelar Pahlawan Revolusi
D. Gelar Pahlawan Nasional
Jawaban: D. Gelar Pahlawan Nasional
Pembahasan:
Pada tanggal 6 Oktober 1968, tidak lama sebelum eksekusi mereka, Presiden Soeharto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Usman bin Haji Mohammad Ali dan Harun bin Said. Mereka juga dinaikkan pangkatnya secara anumerta. Penganugerahan gelar ini menunjukkan pengakuan resmi negara atas pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas negara. Jenazah keduanya akhirnya dikembalikan ke Indonesia pada tahun 1975 dan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Soal 9
Apa yang menjadi target utama Usman dan Harun dalam misi mereka di Singapura?
A. Kantor Pemerintahan Singapura
B. Pangkalan Militer Inggris
C. MacDonald House di Orchard Road
D. Kedutaan Besar Malaysia
Jawaban: C. MacDonald House di Orchard Road
Pembahasan:
Target utama dari misi Usman dan Harun adalah gedung MacDonald House yang terletak di Orchard Road, Singapura. Gedung ini dipilih karena memiliki nilai simbolis sebagai salah satu bangunan yang merepresentasikan kepentingan bisnis Inggris di Singapura. Pengeboman ini dimaksudkan untuk menciptakan tekanan psikologis dan mengirimkan pesan politik bahwa Indonesia serius dalam politik Konfrontasinya terhadap pembentukan Malaysia yang didukung oleh Inggris.
Soal 10
Apa sikap resmi Indonesia terhadap penangkapan Usman dan Harun?
A. Mengakui kesalahan dan meminta maaf
B. Menuntut pembebasan karena mereka adalah tentara yang menjalankan tugas
C. Menyangkal keterlibatan pemerintah dalam operasi tersebut
D. Mengancam akan menyerang Singapura jika keduanya dieksekusi
Jawaban: B. Menuntut pembebasan karena mereka adalah tentara yang menjalankan tugas
Pembahasan:
Pemerintah Indonesia secara resmi bersikap bahwa Usman dan Harun adalah tentara yang sedang menjalankan tugas negara, bukan kriminal atau teroris. Indonesia berargumen bahwa keduanya seharusnya diperlakukan sebagai tawanan perang sesuai dengan Konvensi Jenewa dan tidak diadili sebagai kriminal biasa. Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya diplomasi untuk pembebasan mereka, termasuk negosiasi tingkat tinggi, namun Singapura tetap pada pendiriannya untuk mengadili keduanya sebagai pelaku kriminal karena menyebabkan korban sipil.
Soal 11
Apa dampak eksekusi Usman dan Harun terhadap hubungan Indonesia-Singapura?
A. Hubungan membaik karena Indonesia menerima keputusan Singapura
B. Hubungan memburuk dan Indonesia memutuskan hubungan diplomatik
C. Tidak ada dampak signifikan terhadap hubungan bilateral
D. Indonesia menyatakan perang terhadap Singapura
Jawaban: B. Hubungan memburuk dan Indonesia memutuskan hubungan diplomatik
Pembahasan:
Eksekusi Usman dan Harun menyebabkan hubungan Indonesia-Singapura memburuk secara drastis. Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Singapura segera setelah eksekusi dilaksanakan. Terjadi demonstrasi anti-Singapura di berbagai kota di Indonesia, dan kedutaan Singapura di Jakarta dirusak oleh massa. Normalisasi hubungan diplomatik baru terjadi beberapa tahun kemudian, pada 1973, setelah jenazah Usman dan Harun dikembalikan ke Indonesia pada 1975 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Soal 12
Fakta unik apa tentang pernikahan Usman bin Haji Mohammad Ali?
A. Ia tidak pernah menikah
B. Ia menikah dengan wanita Singapura
C. Ia menikah beberapa hari sebelum menjalankan misi ke Singapura
D. Ia menikah di penjara Singapura
Jawaban: C. Ia menikah beberapa hari sebelum menjalankan misi ke Singapura
Pembahasan:
Salah satu fakta unik dan tragis dalam kehidupan Usman bin Haji Mohammad Ali adalah bahwa ia menikah hanya beberapa hari sebelum berangkat menjalankan misi ke Singapura. Pernikahan ini menunjukkan sisi kemanusiaan dari sosok pahlawan tersebut dan menambah dimensi tragis dari pengorbanannya. Meskipun baru menikah, ia tetap melaksanakan tugas negara dengan penuh dedikasi, mengesampingkan kebahagiaan pribadi demi menjalankan misi yang dipercayakan kepadanya.
Soal 13
Berapa usia Usman bin Haji Mohammad Ali saat dieksekusi?
A. 23 tahun
B. 25 tahun
C. 27 tahun
D. 30 tahun
Jawaban: B. 25 tahun
Pembahasan:
Usman bin Haji Mohammad Ali dieksekusi pada usia yang sangat muda, yaitu 25 tahun. Ia lahir pada 18 Juni 1943 dan dieksekusi pada 17 Oktober 1968. Usianya yang muda saat menjalankan misi dan saat dieksekusi menjadi salah satu aspek yang menambah dimensi tragis dari kisahnya. Di usia yang seharusnya masih penuh dengan harapan dan masa depan, ia harus menghadapi hukuman mati karena tugas yang diembannya untuk negara.
Soal 14
Apa yang dilakukan pemerintah Singapura terhadap jenazah Usman dan Harun setelah eksekusi?
A. Langsung dikembalikan ke Indonesia
B. Dimakamkan di Singapura sampai 1975 sebelum dikembalikan
C. Dikremasi dan abunya dibuang ke laut
D. Disimpan di museum sebagai bukti sejarah
Jawaban: B. Dimakamkan di Singapura sampai 1975 sebelum dikembalikan
Pembahasan:
Setelah eksekusi pada 17 Oktober 1968, jenazah Usman bin Haji Mohammad Ali dan Harun bin Said tidak langsung dikembalikan ke Indonesia. Jenazah keduanya dimakamkan di Singapura selama sekitar tujuh tahun. Baru pada tahun 1975, setelah proses normalisasi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura mulai berjalan, jenazah kedua pahlawan tersebut dikembalikan ke Indonesia. Pengembalian jenazah ini menjadi bagian dari proses rekonsiliasi politik antara kedua negara setelah peristiwa yang menegangkan tersebut.
Soal 15
Mengapa nama Usman dan Harun diabadikan sebagai nama KRI (Kapal Republik Indonesia)?
A. Karena keduanya adalah mantan kapten kapal
B. Untuk mengenang jasa mereka sebagai anggota KKO Angkatan Laut
C. Karena mereka gugur dalam pertempuran laut
D. Untuk menghormati keluarga mereka yang bekerja di galangan kapal
Jawaban: B. Untuk mengenang jasa mereka sebagai anggota KKO Angkatan Laut
Pembahasan:
TNI Angkatan Laut mengabadikan nama Usman dan Harun sebagai nama kapal perang Indonesia untuk mengenang jasa dan pengorbanan mereka sebagai anggota KKO (Korps Komando) Angkatan Laut. KRI Usman-Harun (pennant number: 359) adalah kapal korvet kelas Bung Tomo yang diresmikan penggunaannya pada tahun 2014. Penamaan ini sempat menimbulkan kontroversi diplomatik dengan Singapura, yang melihatnya sebagai pengagungan terhadap pelaku pengeboman yang menewaskan warga sipil. Namun bagi Indonesia, penamaan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap prajurit yang menjalankan tugas negara.
Quiz ini memberikan gambaran komprehensif tentang profil, perjuangan, dan kontroversi seputar Usman bin Haji Mohammad Ali sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Kisahnya mencerminkan kompleksitas sejarah dan politik di kawasan Asia Tenggara pada era Konfrontasi Malaysia, serta perbedaan perspektif antara Indonesia dan Singapura mengenai peristiwa yang sama.

- Kode Ebook PDF: 014
- File PDF: Download by email
- Donasi: Rp 30 ribu/Rp 50 ribu/Rp 100 ribu/ nominal lain
- Seri: Pengetahuan
- Judul: 100 Pahlawan Nusantara
- Penulis: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
- Ukuran: 21 x 28 cm
- Isi: Full colour
- Tebal: iii + 53 hlm
- Penerbit: Cikal Aksara
- ISBN: 602-8526-34-7

Kak Nurul Ihsan adalah Kreator 500 buku anak, Founder www.ebookanak.com, dan ketua Yayasan Sebaca Indonesia yang sudah berkarya di bidang penerbitan buku anak sejak 1991 hingga sekarang bersama tim kreatif CBM Studio Bandung. Selain sebagai penulis, komikus, ilustrator, desainer, dan pegiat literasi, saat ini Kak Nurul Ihsan juga menjadi inisiator Program Sosial Edukasi Cerdas Literasi dalam Gerakan Indonesia Berbudi: Berbagi Buku Anak Digital di www.ebookanak.com. Profil dan karya buku Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio dapat dilihat di sini.
Donasi sedekah jariyah Sahabat Literasi yang diberikan sungguh sangat berarti bagi jutaan anak di Indonesia dan global untuk bisa membaca buku anak digital berkualitas dan edukatif secara gratis!
Mari bantu terus kami dengan 3D: Doa, Dedikasi, dan Donasi sedekah jariyah untuk ikut merintis, membangun, dan mengembangkan ebookanak.com menjadi media bacaan digital anak free online terbesar dan terbaik di Asia yang bermanfaat bagi umat dan menjadi kebanggaan Indonesia.
Terimakasih dan Salam Indonesia Cerdas Literasi. (Kak Nurul Ihsan Founder ebookanak.com & Penulis 500 Buku Anak)
Donasi Sedekah Jariyah KLIK DI SINI.
Sumber dan Kontributor
Penerbit Cikal Aksara
Jl. H. Montong No. 57 Ciganjur Jagakarsa
Jakarta Selatan 12630 Indonesia
021-788 830 30
Faks: 021 727 0996
www.cikalaksara.com
Cloud Hosting Partner:
PT Dewaweb
AKR Tower 16th Floor
Jl. Panjang no.5, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: sales@dewaweb.com
Phone: (021) 2212-4702
Mobile: 0813-1888-4702
www.dewaweb.com




















































