Menggosok Gigi Sebelum Tidur Malam

Loading

Menggosok Gigi Sebelum Tidur Malam

Matahari sudah terbenam, dan bulan mulai mengintip dari balik awan.
Langit berubah dari jingga menjadi ungu tua, lalu perlahan gelap. Burung-burung sudah pulang ke sarangnya. Rumah-rumah di perumahan itu mulai menyalakan lampu, satu per satu, seperti kunang-kunang raksasa.

Di dalam sebuah rumah sederhana bernuansa kayu, Arka dan Sari sedang asyik bermain di ruang tamu.

“Ayo Arka, Sari, saatnya sikat gigi lalu tidur!” seru Ibu dari luar kamar.

Suara Ibu terdengar jelas meski pintu kamar setengah tertutup. Arka yang berusia lima tahun menghela napas panjang. Ia baru saja merangkai tiga robot-robotan kesayangannya menjadi sebuah “kastil robot raksasa”. Robot merah adalah pemimpinnya, robot biru adalah prajuritnya, dan robot kuning adalah kura-kura ninja pemberani. Cerita pertempuran melawan monster luar angkasa sedang asyik dibangun dalam imajinasinya.

“Tapi, Bu… sebentar lagi, ya?” pinta Arka dengan suara manja.

“Tidak bisa, Nak. Besok sekolah. Sikat gigi sekarang!” jawab Ibu dari balik pintu dengan nada tegas namun lembut.

Sari, adiknya yang berusia tiga tahun, hanya bisa mengikuti kakaknya sambil mengucek matanya yang mulai mengantuk. Boneka kelinci kecilnya, yang diberi nama “Cokelat”, terjepit erat di ketiak kirinya. Sari sebenarnya juga malas. Matanya berat setengah kilogram. Tapi ia tidak mau ketinggalan dari kakaknya.

Baca juga:  Di Surga ada Istana-Istana yang Indah

“Kak Arka, Sari ikut,” gumamnya pelan.

Arka menatap robot-robotannya sekali lagi. “Kalau aku pergi, kalian jaga kastil ini, ya,” bisiknya pada robot-robot itu seolah mereka bisa mendengar. Lalu dengan berat hati, ia berdiri. Kakinya terasa seperti diikat karung pasir.

Mereka berdua berjalan gontai menuju kamar mandi dengan perasaan malas. Lantai keramik dingin terasa menusuk telapak kaki telanjang mereka. Lampu koridor hanya satu yang menyala, membuat bayangan-bayangan aneh di dinding. Arka berusaha tidak takut. Ia menggandeng tangan Sari yang kecil dan hangat.

“Kak, takut hantu,” bisik Sari sambil merapat.

“Enggak ada hantu, Sar. Cuma bayangan sapu,” jawab Arka dengan suara sedikit bergetar.

Sesampainya di kamar mandi, Ibu sudah menyiapkan dua sikat gigi kecil berwarna biru dan pink. Ada pula pasta gigi rasa stroberi favorit mereka. Arka mengambil sikat birunya, lalu memencet pasta gigi terlalu banyak hingga bentuknya seperti gunung kecil di atas bulu sikat.

“Ibu, lihat! Gunung stroberi!” seru Arka.

Ibu tertawa kecil. “Aduh, kegedean. Nanti perutmu sakit kalau tertelan banyak-banyak.”

Sari, yang masih setengah tidur, salah memegang sikat—tangannya terbalik. Bulu sikat menghadap ke luar. Ibu membantunya membalikkan posisi sikat dengan sabar.

Baca juga:  Anak Shalih Rajin Berolahraga dengan Teratur

“Gosok gigi yang bersih, ya. Atas, bawah, samping kiri, samping kanan,” panduan Ibu seperti lagu kecil.

Arka mulai menyikat gigi dengan semangat yang tiba-tiba bangkit. Ia membuat busa putih di mulutnya lalu berkaca-kaca di cermin sambil membuat wajah lucu. Sari hanya menggosok gigi seadanya, matanya sudah setengah terpejam. Dari mulutnya keluar suara “uhuk… uhuk” karena sedikit tersedak busa.

Setelah selesai, Ibu meminta mereka berkumur. “Kumur tiga kali, lalu buang air kecil sebelum tidur.”

Arka melakukannya dengan gaya seperti pahlawan super menyemburkan air api. Sari hanya menepuk-nepuk pipinya agar tidak tertidur berdiri.

Ibu kemudian mengelap wajah mereka berdua dengan handuk kecil yang lembut. Wangi sabun anak-anak tercium harum.

“Ayo, sekarang ke kamar. Ibu akan bacakan satu dongeng sebelum tidur.”

Begitu mendengar kata “dongeng”, mata Arka berbinar. Sari yang sudah sangat mengantuk tiba-tiba sedikit tersadar.

Mereka berdua berlari kecil menuju kamar tidur. Arka melompat ke tempat tidur tingkat atas, sementara Sari naik ke bawah dengan susah payah merangkak tangga kecil. Ibu merapikan selimut mereka, mencium kening Arka, lalu kening Sari.

Baca juga:  Menjadi Diri Sendiri (Cerita dari Yunani)

“Mau dongeng apa?” tanya Ibu.

“Kancil dan Buaya!” seru Arka.

“Sapi…papi…bobo…” gumam Sari yang sudah tidak jelas.

Ibu mulai membacakan dongeng dengan suara lembut. Belum sampai setengah halaman, suara napas teratur Sari terdengar. Arka memejamkan mata, membayangkan dirinya menjadi Kancil yang cerdik. Dalam hitungan menit, ia pun tertidur pulas. Robot-robotannya tertata rapi di meja belajar, siap untuk petualangan besok pagi.

Di luar jendela, bulan tersenyum penuh. Bintang-bintang berkedip seperti ribuan mata kecil yang ikut menjaga tidur Arka dan Sari. Malam yang tenang dan hangat.

Ebook Anak Printable

📖 Printable Islamic & Educational eBook for Kids

✔ Bisa di-download
✔ Bisa di-print sendiri di rumah
✔ Cocok untuk belajar & aktivitas anak

👉 Lihat & Download Sekarang

Quispedia

  1. Siapa yang menyuruh Arka dan Sari untuk sikat gigi lalu tidur?
    Jawaban: Ibu.
  2. Berapa usia Arka?
    Jawaban: Lima tahun.
  3. Apa yang masih ingin dilakukan Arka sebelum tidur?
    Jawaban: Bermain dengan robot-robotannya.
  4. Bagaimana perasaan Arka dan Sari saat berjalan menuju kamar mandi?
    Jawaban: Malas dan gontai (lesu, tidak bersemangat).
  5. Apa yang dilakukan Sari sambil mengikuti kakaknya?
    Jawaban: Mengucek matanya yang mulai mengantuk.


Beli di Shopee

Loading

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Kolmarket Produk Mainan Anak Edukatif