25 Soal dan Jawaban tentang Siti Aminah (Ibu Nabi Muhammad SAW) untuk Anak SD – Lengkap dan Mudah Dipahami
- Updated: Februari 20, 2026
![]()
“Investasikan hartamu untuk akhiratmu dengan donasi, infaq, dan sedekah jariyah membantu ebookanak.com dan elibrary.id update konten setiap hari.“
Rasul Saw. diasuh oleh bunda Aminah dengan dibantu oleh seorang wanita bernama Ummu Aiman.
Ketika berumur 6 tahun Rasul Saw. diajak Bunda Aminah pergi ke kota Yasrib untuk berziarah ke makam ayahnya dan mengunjungi keluarganya yang tinggal di sana.
Perjalanan ke Yasrib sangat jauh dan lama.
Mereka harus melewati gurun yang gersang dan luas.
Aminah pun kelelahan.
Parfum Anak Kuromi Cinamoroll Melody Giftset 5in1 Travel Size (Isi 5 Botol)
⚡ Klaim Harga Promo Sekarang di Shopee

Dalam perjalanan pulang, Aminah sakit parah hingga wafat dan dimakamkan di desa Abwa.
Yaitu desa yang terletak antara Mekah dan Madinah.
Rasul kini hidup sebatang kara.
Ia kini tinggal bersama Abdul Muthalib, kakeknya.
Namun, Allah Swt. berkehendak lain.
Abdul Muthalib hanya sempat mengasuh cucunya itu selama 2 tahun.
Abdul Muthalib wafat dalam usia 80 tahun.
Setelah kakeknya wafat, Rasul kemudian tinggal bersama pamannya, Abu Thalib. ***
Keutamaan Ibu
- Bila seorang anak menangis pada malam hari dan ibunya tidak marah tapi malah membujuknya dengan kasih sayang, maka ia akan mendapatkan pahala 1 tahun ibadah.
- Bila seorang wanita meninggal di antara 40 hari setelah melahirkan, ia akan mendapat pahala mati syahid.
Sumber dan Kontributor:
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Desain layout: Yuyus Rusamsi
- Penerbit: Smart Books, Bandung, Indonesia
- Copyright/hak cipta: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com
JASA ILUSTRASI SEMUA KEBUTUHAN klik di sini

25 Kuis Tanya Jawab tentang Siti Aminah, Ibunda Nabi Muhammad SAW
Assalamu’alaikum adik-adik dan pengunjung setia ebookanak.com!
Mari kita mengenal lebih dekat sosok mulia Siti Aminah, ibunda Rasulullah tercinta. Melalui 25 pertanyaan dan jawaban berikut, kita akan belajar tentang kehidupan, kemuliaan, serta kisah penuh hikmah dari wanita yang melahirkan pemimpin umat manusia. Seluruh jawaban telah disusun dari sumber-sumber terpercaya dan kredibel.
Dowload 200+ Ebook Anak Bergambar PDF Printable

BAGIAN 1: IDENTITAS DAN NASAB SITI AMINAH
Mengenal asal-usul dan garis keturunan ibunda Nabi
Pertanyaan 1:
Siapakah nama lengkap ibunda Nabi Muhammad SAW?
Jawaban:
Nama lengkap ibunda Nabi Muhammad SAW adalah Aminah binti Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Siti Aminah. Dalam masyarakat Quraisy, beliau juga populer dengan julukan Ibnu Zuhrah, karena berasal dari Bani Zuhrah yang terhormat .
Pertanyaan 2:
Dari klan atau suku manakah Siti Aminah berasal?
Jawaban:
Siti Aminah berasal dari Bani Zuhrah, salah satu klan dalam suku Quraisy. Bani Zuhrah merupakan keluarga terhormat yang juga turut andil dalam menjaga Kakbah. Menariknya, nasab Siti Aminah dan Abdullah (ayah Nabi) bertemu pada kakek yang sama, yaitu Kilab bin Murrah, sehingga mereka masih memiliki hubungan kekerabatan .
Pertanyaan 3:
Siapakah nama ayah dan ibu dari Siti Aminah?
Jawaban:
Ayah Siti Aminah bernama Wahb bin Abdu Manaf, yang merupakan pemimpin dan tokoh paling terhormat dari Bani Zuhrah. Ibunya bernama Barrah binti Abdul Uzza bin Utsman bin Abduddar bin Qushay. Dengan demikian, Siti Aminah terlahir dari keluarga bangsawan Quraisy yang sangat disegani .
Pertanyaan 4:
Di manakah Siti Aminah dilahirkan dan dibesarkan?
Jawaban:
Siti Aminah lahir dan dibesarkan di kota Makkah, tepatnya di lingkungan perkampungan Bani Zuhrah. Masa kecilnya dihabiskan di dekat Baitul Atiq (Kakbah), menyaksikan orang-orang bertawaf dan meminum air Zamzam. Perkampungan Bani Zuhrah dan Bani Hasyim dikenal sebagai perkampungan Arab paling mulia pada masanya .
Pertanyaan 5:
Apa keistimewaan nasab Siti Aminah di kalangan masyarakat Quraisy?
Jawaban:
Siti Aminah dikenal sebagai wanita terbaik dari sisi nasab, kedudukan, dan kota kelahiran di tengah kaum Quraisy. Beliau mewarisi kemuliaan dari nenek moyangnya, dan para sejarawan mencatat bahwa tidak ada wanita Quraisy yang lebih mulia nasabnya daripada Aminah binti Wahb pada zamannya .
BAGIAN 2: PERNIKAHAN DENGAN ABDULLAH
Kisah pertemuan dua garis mulia
Pertanyaan 6:
Bagaimana proses pernikahan Siti Aminah dengan Abdullah bin Abdul Muthalib?
Jawaban:
Pernikahan Siti Aminah dengan Abdullah diawali ketika Abdul Muthalib, kakek Nabi, datang melamar Aminah untuk putranya. Abdul Muthalib menggandeng tangan Abdullah dan pergi ke rumah Wahb bin Abdu Manaf (ayah Aminah). Lamaran keluarga Abdul Muthalib diterima dengan baik, bahkan keluarga Wahb tidak meminta mahar karena kebaikan Abdullah, meskipun pada akhirnya mahar tetap diberikan .
Pertanyaan 7:
Siapakah wanita yang pernah mengajak Abdullah menikah sebelum pernikahannya dengan Siti Aminah?
Jawaban:
Dalam perjalanan menuju rumah Wahb, Abdullah bertemu dengan seorang wanita dari Bani Asad yang tergoda melihat cahaya kewibawaan di wajah Abdullah. Wanita itu mengajak Abdullah menikahinya saat itu juga. Namun Abdullah menolak karena sedang bersama ayahnya. Setelah Abdullah menikah dengan Aminah, wanita Bani Asad itu kemudian menyadari bahwa cahaya yang dilihatnya telah berpindah ke Siti Aminah .
Pertanyaan 8:
Apa yang dikatakan Abdul Muthalib tentang Siti Aminah sebelum menikah dengan putranya?
Jawaban:
Abdul Muthalib memuji Siti Aminah dengan mengatakan kepada putranya, “Puteraku! Aminah adalah seorang gadis yang baik, masih dari kerabat kita sendiri dan tidak ada sepertinya di kota Makkah ini. Aku bersumpah demi keagungan dan kemuliaan Tuhan bahwa di Kota Makkah ini tidak ada gadis yang menyamainya, karena ia menjaga harga diri dan kehormatan, berakhlak mulia, berjiwa suci, cerdas, dan taat beragama” .
BAGIAN 3: KEHAMILAN DAN KELAHIRAN NABI MUHAMMAD
Keajaiban-keajaiban sebelum kelahiran Sang Rasul
Pertanyaan 9:
Kira-kira pada bulan apa Siti Aminah mengandung Nabi Muhammad SAW?
Jawaban:
Menurut beberapa ulama, Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah (bertepatan dengan 570 Masehi). Jika dihitung mundur sembilan bulan, maka Siti Aminah mulai mengandung Nabi Muhammad sekitar bulan Rajab. Dalam kitab Anwarul Muhammadiyah disebutkan bahwa Allah SWT menitipkan ruh Nabi Muhammad dalam kandungan Siti Aminah pada malam Jumat di bulan Rajab .
Pertanyaan 10:
Apa yang dirasakan Siti Aminah selama mengandung Nabi Muhammad?
Jawaban:
Siti Aminah merasakan kehamilan yang sangat berbeda dan istimewa. Dalam riwayat yang dituturkan Ibnu Sa’ad dan Baihaqi, Siti Aminah berkata, “Aku tidak merasa bahwa aku hamil dan aku tidak merasa berat sebagaimana dirasakan oleh wanita hamil lainnya.” Beliau juga tidak merasakan beban berat seperti wanita hamil pada umumnya .
Pertanyaan 11:
Mimpi apa saja yang dialami Siti Aminah saat mengandung?
Jawaban:
Siti Aminah beberapa kali didatangi mimpi-mimpi yang menunjukkan tanda-tanda kebesaran janin yang dikandungnya. Beliau bermimpi didatangi seseorang yang berkata, “Sesungguhnya engkau sedang mengandung pemimpin umat ini” dan diperintahkan untuk menamai bayi itu dengan nama Muhammad. Selain itu, beliau juga melihat cahaya memancar dari perutnya yang menerangi istana-istana Bushra di negeri Syam (Suriah) .
Pertanyaan 12:
Siapa saja yang datang mengunjungi Siti Aminah dalam mimpinya selama masa kehamilan?
Jawaban:
Dalam setiap bulan mengandung, Siti Aminah beberapa kali didatangi oleh para nabi terdahulu yang mengucapkan selamat atas anugerah Allah SWT yang sedang dikandungnya. Mimpi-mimpi tersebut menjadi tanda bahwa ia akan melahirkan nabi dan rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW .
Pertanyaan 13:
Kapankah Nabi Muhammad SAW dilahirkan?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awwal, Tahun Gajah, yang bertepatan dengan tahun 570 Masehi atau sekitar 20 April 571 M (terdapat perbedaan pendapat mengenai tahun pastinya). Kelahiran beliau terjadi di kota Makkah, di rumah yang kemudian dikenal sebagai tempat kelahiran Rasulullah .
Pertanyaan 14:
Siapa saja empat wanita mulia yang membantu Siti Aminah saat melahirkan?
Jawaban:
Saat Siti Aminah melahirkan sendirian di rumah, Allah SWT mengutus empat wanita mulia untuk membantunya. Mereka adalah:
- Siti Hawa (istri Nabi Adam AS) – duduk di sebelah kanan
- Siti Sarah (istri Nabi Ibrahim AS) – duduk di sebelah kiri
- Asiyah binti Muzahim (istri Firaun) – duduk di belakang
- Siti Maryam (ibunda Nabi Isa AS) – duduk di depan
Keempat wanita ini datang dengan cahaya kemilau dan membantu proses persalinan hingga Rasulullah lahir dengan selamat .
Pertanyaan 15:
Apa yang dilakukan Abdul Muthalib saat proses kelahiran Nabi Muhammad?
Jawaban:
Saat proses kelahiran Nabi Muhammad, Abdul Muthalib sedang berada di Kakbah bermunajat dan berdoa. Beliau tengah memohon kepada Allah SWT untuk keselamatan dan kesehatan bagi cucunya yang akan lahir. Karena itu, Siti Aminah sempat merasa sendirian di rumah sebelum akhirnya didatangi empat wanita mulia dari surga.
BAGIAN 4: MASA MENYUSUI DAN PENGASUHAN
Kesederhanaan dan kasih sayang seorang ibu
Pertanyaan 16:
Siapa yang pertama kali menyusui Nabi Muhammad setelah kelahiran?
Jawaban:
Orang yang pertama kali menyusui Nabi Muhammad SAW sesaat setelah lahir adalah Tsuwaibah Al-Islamiyah, seorang budak wanita yang dimerdekakan oleh Abu Lahab. Tsuwaibah juga sempat menyusui Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi. Tradisi masyarakat Arab saat itu memang menyerahkan persusuan bayi kepada perempuan lain (murdi’at) .
Pertanyaan 17:
Siapa ibu susu Nabi Muhammad yang paling terkenal dari Bani Sa’ad?
Jawaban:
Ibu susu Nabi Muhammad yang paling terkenal adalah Halimah binti Abu Dzu’aib As-Sa’diyah atau lebih dikenal dengan Halimah Sa’diyah. Halimah menjadi satu-satunya perempuan Bani Sa’ad yang bersedia menyusui Nabi Muhammad karena para perempuan lain enggan menerima anak yatim (yang tidak memiliki ayah). Halimah kemudian merawat Nabi selama dua tahun di pedalaman Badui sebelum mengembalikannya kepada Siti Aminah .
Pertanyaan 18:
Bagaimana kepribadian Siti Aminah dalam kehidupan sehari-hari?
Jawaban:
Siti Aminah dikenal sebagai sosok yang mulia dengan berbagai sifat terpuji, antara lain: ketakwaan kepada Allah, tutur kata yang baik, sikap santun, berjiwa sosial tinggi, hidup sederhana, dan jauh dari gemerlap dunia. Rasulullah SAW pernah bersabda tentang ibunya, “Aku adalah putra seorang perempuan Quraisy yang memakan daging kering,” yang menandakan kesederhanaan hidup yang diwarisi dari ibunya .
Pertanyaan 19:
Apa pesan yang disampaikan Siti Aminah saat menyerahkan Nabi Muhammad kepada Halimah?
Jawaban:
Meskipun tidak ada catatan spesifik tentang pesan Siti Aminah kepada Halimah, tradisi masyarakat Quraisy saat menyerahkan bayi kepada ibu susu biasanya disertai doa dan harapan agar bayi tumbuh sehat, kuat, dan mendapatkan keberkahan. Siti Aminah mempercayakan putranya kepada Halimah dengan penuh harap agar Muhammad kecil mendapatkan udara segar pedalaman, belajar bahasa Arab yang fasih, serta tumbuh dengan karakter kuat seperti tradisi Arab Badui .
BAGIAN 5: WAFATNYA SITI AMINAH
Perpisahan yang meninggalkan duka mendalam
Pertanyaan 20:
Pada usia berapa Nabi Muhammad kehilangan ibunya?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW kehilangan ibunda tercinta, Siti Aminah, ketika beliau berusia 6 tahun. Saat itu, Siti Aminah wafat dalam perjalanan pulang dari Yastrib (Madinah) menuju Makkah. Sejak saat itu, Rasulullah menjadi seorang yatim piatu karena ayahnya, Abdullah, telah wafat ketika beliau masih dalam kandungan (saat usia kehamilan 2 bulan) .
Pertanyaan 21:
Apa tujuan perjalanan Siti Aminah dan Nabi Muhammad ke Yastrib?
Jawaban:
Siti Aminah mengajak Nabi Muhammad yang berusia 6 tahun untuk pergi ke Yastrib (yang kelak menjadi Madinah) dengan tujuan berziarah ke makam sanak keluarga, khususnya menziarahi makam ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib. Beliau juga ingin memperkenalkan Nabi Muhammad kepada keluarga besar dari Bani Najjar, yakni keluarga dari pihak ibunya. Mereka tinggal di Yastrib selama kurang lebih satu bulan .
Pertanyaan 22:
Siapa yang menemani perjalanan Siti Aminah dan Nabi Muhammad ke Yastrib?
Jawaban:
Perjalanan Siti Aminah dan Nabi Muhammad ke Yastrib ditemani oleh Ummu Aiman (Barakah) , seorang budak perempuan peninggalan Abdullah bin Abdul Muthalib. Ummu Aiman adalah sosok yang sangat setia dan kemudian menjadi pengasuh Nabi Muhammad setelah Siti Aminah wafat. Beliau dianggap seperti saudara sendiri oleh keluarga Rasulullah .
Pertanyaan 23:
Di manakah Siti Aminah wafat dan dimakamkan?
Jawaban:
Siti Aminah wafat di Desa Al-Abwa’ (atau Abwa’), sebuah tempat yang terletak antara kota Makkah dan Madinah, sekitar 250 kilometer dari Makkah. Beliau jatuh sakit dalam perjalanan pulang dari Yastrib, dan setelah beberapa hari menderita sakit, Allah SWT menjemputnya. Siti Aminah dimakamkan di Al-Abwa’, jauh dari kampung halamannya di Makkah .
Pertanyaan 24:
Berapa usia Siti Aminah ketika wafat?
Jawaban:
Siti Aminah wafat pada usia yang masih sangat muda, yaitu sekitar 27 tahun. Beliau lahir sekitar tahun 549 Masehi dan wafat pada tahun 577 Masehi. Di usia yang begitu belia, beliau harus meninggalkan putra tercintanya yang baru berusia 6 tahun .
Pertanyaan 25:
Siapa yang mengasuh Nabi Muhammad setelah wafatnya Siti Aminah?
Jawaban:
Setelah Siti Aminah wafat, Nabi Muhammad kembali ke Makkah ditemani Ummu Aiman. Beliau kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, yang sangat menyayanginya. Namun kebersamaan itu tidak berlangsung lama karena dua tahun kemudian (saat Nabi berusia 8 tahun), Abdul Muthalib juga wafat. Sepeninggal kakeknya, pengasuhan Nabi dilanjutkan oleh pamannya, Abu Thalib, sesuai dengan wasiat sang kakek .
PENUTUP
Demikianlah 25 kuis tanya jawab tentang Siti Aminah, ibunda Nabi Muhammad SAW. Semoga melalui kuis ini, adik-adik dan pengunjung website ebookanak.com dapat semakin mengenal dan mencintai keluarga Rasulullah, terutama sosok wanita mulia yang telah melahirkan pemimpin umat manusia.
Siti Aminah mengajarkan kepada kita tentang kesederhanaan, ketakwaan, dan kasih sayang seorang ibu. Meskipun kebersamaannya dengan Nabi Muhammad hanya singkat, pengaruhnya dalam membentuk karakter Rasulullah sangatlah besar.
“Dialah ibunda Rasulullah SAW, wanita terbaik dari sisi nasab, kota kelahiran, dan kedudukan di tengah kaum Quraisy.”
Selamat belajar dan bermain dengan kuis ini, ayah, bunda, serta adik-adik sekalian!
Sumber Rujukan Terpercaya:
- Republika.co.id – Islam Digest
- BAZNAS.go.id
- Detik.com – Hikmah
- Kompas.com – Stori
- Buku “Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW” karya Abdurrahman bin Abdul Karim
- Buku “Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul” karya Ahmad Hawassy
- Buku “Sirah Nabawiyah” karya Ibnu Hisyam



















































