Keberanian Maryam dan Rencana Besar di Tepi Sungai Nil

Loading

Keberanian Maryam dan Rencana Besar di Tepi Sungai Nil
Download ebook anak PDF bergambar: Janji di Tepian Nil: Kisah Keberanian Ibu Nabi Musa (ebookanak.com)

Keberanian Maryam dan Rencana Besar di Tepi Sungai Nil

Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Yukhabid memanggil putrinya, Maryam, seorang gadis kecil yang cerdas, tenang, dan penuh kesetiaan. Di tengah keadaan yang mencekam karena perintah kejam Firaun terhadap bayi laki-laki Bani Israil, mereka tahu waktu bersembunyi hampir berakhir.

Dengan suara lembut namun tegas, Yukhabid menyampaikan rencana yang telah Allah ilhamkan ke dalam hatinya. Ia menjelaskan bahwa Musa harus dibawa ke Sungai Nil dan diletakkan di dalam sebuah peti yang aman. Maryam mendengarkan dengan mata yang berkaca-kaca, tetapi ia tidak membantah. Ia percaya ibunya tidak bertindak tanpa petunjuk dari Allah.

“Kita harus percaya pada janji Allah,” bisik Yukhabid. Ia mengingat janji Allah bahwa Musa akan dikembalikan dan kelak menjadi seorang rasul. Kalimat itu bukan sekadar penghibur hati, melainkan keyakinan yang meneguhkan langkah mereka.

Maryam mengangguk pelan. Meski masih muda, hatinya dipenuhi keberanian. Ia memahami bahwa membantu ibunya berarti menjalankan tugas yang besar. Dalam kisah ini, kita belajar bahwa usia bukan penghalang untuk berbuat kebaikan dan menunjukkan tanggung jawab.

Mereka menyiapkan peti dengan hati-hati. Peti itu dibuat kokoh agar tidak mudah kemasukan air. Ini menunjukkan bahwa tawakal dalam Islam bukan berarti tanpa usaha. Yukhabid tetap melakukan ikhtiar terbaik sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Baca juga:  Mukjizat Rasulullah Sepotong Daging Jadi Batu

Saat Musa tertidur dengan tenang, Yukhabid memeluknya erat. Air mata mengalir, tetapi ia menahannya agar tidak melemahkan tekadnya. Di sinilah letak pelajaran penting: keberanian bukan berarti tidak takut, melainkan tetap melangkah meski hati diliputi rasa khawatir.

Maryam berjalan bersama ibunya menuju tepi Sungai Nil. Angin malam berhembus pelan, seakan menyaksikan momen bersejarah itu. Sungai Nil yang luas menjadi saksi ketaatan seorang ibu dan kesetiaan seorang kakak.

Setelah peti itu dilepaskan ke air, Maryam tidak pergi begitu saja. Sesuai petunjuk ibunya, ia mengikuti dari kejauhan untuk mengamati ke mana arus membawa adiknya. Tindakan Maryam mengajarkan nilai kewaspadaan, kecerdikan, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Di balik peristiwa yang tampak sederhana itu, Allah sedang menyusun rencana besar. Apa yang terlihat seperti perpisahan, sebenarnya adalah awal perlindungan. Allah mengatur pertemuan Musa dengan orang-orang yang kelak menjadi bagian dari takdir besarnya.

Kisah Yukhabid dan Maryam memberi kita pencerahan bahwa iman melahirkan ketenangan, kerja sama keluarga menguatkan langkah, dan janji Allah tidak pernah ingkar. Dalam setiap ujian, selalu ada hikmah dan masa depan yang telah Allah siapkan dengan penuh kasih sayang. (ebookanak.com)

A Mother’s Trust: The Courage of Yocheved and Miriam

Under the blazing Egyptian sun, fear lingered in every home of the Children of Israel. Pharaoh had ordered that every newborn baby boy be taken away. Soldiers searched from house to house. Mothers held their babies close, praying for protection. Among them was a faithful mother named Yocheved, who carried in her arms a precious baby boy — Musa.

Baca juga:  The New Rupert Book 1946 (10)

For months, Yocheved hid her son inside their humble home. Every small sound made her heart tremble. Yet her faith was stronger than her fear. She believed that Allah, the Most Merciful, was watching over her family.

As Musa grew, his cries became louder. Yocheved knew she could no longer hide him safely. Then something extraordinary happened. Allah placed a clear inspiration into her heart — a divine guidance filled with promise. Allah told her not to be afraid and not to grieve. She was instructed to place her baby into a chest and set it upon the river. And Allah promised her something incredible: Musa would be returned to her and would one day become a Messenger.

This was not an easy command for a mother. Imagine placing your beloved baby into a river! Yet Yocheved’s faith was firm. She trusted the promise of Allah more than her own fear. True faith sometimes means obeying Allah even when the path seems impossible.

Before carrying out this courageous act, Yocheved called her daughter, Miriam — a wise and brave young girl. She whispered the plan gently. “We must trust in Allah’s promise,” she told her daughter. Miriam listened carefully, her eyes filled with determination. She was ready to help her mother in this extraordinary mission.

Baca juga:  Kulit Tubuhmu Harus Dijaga Kebersihannya Agar Kulitmu Tetap Sehat

Together, they prepared a sturdy wooden chest. They wrapped baby Musa carefully, ensuring he was comfortable and safe. This was not an act of despair — it was an act of complete trust in Allah.

At dawn, when the world was still quiet, they walked toward the Nile River. The water shimmered under the rising sun. With trembling hands but a heart full of faith, Yocheved placed the chest upon the water. She whispered prayers, asking Allah to protect her beloved son.

As the chest floated away, Miriam followed from a distance, watching closely as instructed. She was brave, careful not to be noticed. This teaches us that even children can show responsibility, intelligence, and courage when they rely on Allah.

The river carried baby Musa exactly where Allah had planned — to the household of Pharaoh himself. The very palace of the king who feared him would become his place of protection. Allah’s plan is always greater than human plans.

Soon, by Allah’s mercy, Musa would be returned to his mother in a way she could never have imagined. Allah fulfilled His promise completely. From this powerful story, we learn beautiful lessons:

  • Trust Allah in times of fear.
  • Obey Allah even when it feels difficult.
  • A mother’s faith can change history.
  • Children can be brave helpers in great missions.
  • Allah’s promise is always true.

Loading

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Soundbook Learning How to Do Shalat