Keberanian Yukhabid: Ibu Nabi Musa di Tengah Kejamnya Firaun
- Updated: Februari 11, 2026
![]()

Di bawah langit Mesir yang terik dan tanah yang luas membentang di sepanjang Sungai Nil, hiduplah seorang ibu salehah bernama Yukhabid. Ia berasal dari Bani Israil, kaum yang saat itu hidup dalam tekanan kekuasaan Raja Firaun. Pada masa itu, Firaun mengeluarkan perintah yang sangat kejam: setiap bayi laki-laki dari Bani Israil harus dibunuh. Perintah itu membuat banyak keluarga hidup dalam ketakutan.
Di dalam rumahnya yang sederhana, Yukhabid memeluk bayi kecilnya, Musa, dengan penuh kasih sayang. Setiap tangisan kecil membuat jantungnya berdebar. Ia tahu, jika suara itu terdengar oleh para tentara Firaun, keselamatan putranya terancam. Namun cinta seorang ibu lebih kuat daripada rasa takut. Ia bertekad melindungi Musa dengan seluruh kemampuannya.
Hari-hari berlalu dengan penuh kewaspadaan. Yukhabid menyembunyikan Musa selama mungkin, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Allah memberikan ilham ke dalam hatinya. Ia tidak hanya berusaha secara lahiriah, tetapi juga memperkuat hatinya dengan doa dan tawakal kepada Allah. Ia percaya bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui setiap kesulitan hamba-Nya.
Ketika Musa semakin besar dan tangisnya semakin sulit disembunyikan, Yukhabid menyadari bahwa ia membutuhkan petunjuk dari Allah. Dengan iman yang teguh, ia bersiap melakukan sesuatu yang sangat berat bagi seorang ibu. Ia yakin bahwa janji Allah adalah benar, dan bahwa pertolongan-Nya pasti datang pada waktu yang tepat.
Kisah Yukhabid mengajarkan kepada kita bahwa keberanian sejati lahir dari keimanan. Ia tidak melawan dengan kekuatan senjata, tetapi dengan keyakinan kepada Allah Yang Maha Kuasa. Dari rahim seorang ibu yang penuh tawakal inilah kelak lahir seorang nabi besar yang akan mengubah sejarah dan membebaskan kaumnya dari penindasan. (ebookanak.com)


















































