Cinta yang Tumbuh di Istana Fir’aun

Loading

Cinta yang Tumbuh di Istana Fir’aun
Download ebook anak PDF bergambar: Janji di Tepian Nil: Kisah Keberanian Ibu Nabi Musa (ebookanak.com)

Table of Contents

Cinta yang Tumbuh di Istana Fir’aun

Saat penutup keranjang itu dibuka, Asiyah terdiam. Di hadapannya terbaring seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan bercahaya. Wajahnya bersih dan tenang, seolah dijaga oleh perlindungan langit.

Hati Asiyah langsung dipenuhi rasa kasih yang mendalam. Ia merasakan kelembutan yang sulit dijelaskan. Bayi itu bukan sekadar anak kecil yang hanyut di sungai—ia terasa istimewa.

Para pelayan istana mungkin melihatnya sebagai bayi dari kalangan Bani Israil, kaum yang sedang ditindas. Namun Asiyah melihatnya dengan hati, bukan dengan prasangka.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa istri Fir’aun berkata, “Ia penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya. Mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita ambil ia sebagai anak.” (QS. Al-Qasas: 9).

Baca juga:  Hadibah, Istri Abu Bakar yang Selalu Setia

Kalimat “penyejuk mata” menunjukkan cinta yang tulus. Dalam bahasa Arab, ungkapan itu berarti sumber kebahagiaan dan ketenangan hati. Asiyah merasakan kedamaian hanya dengan memandang bayi Musa.

Paket Ebook Anak

Beli & Download

Keputusan itu bukan keputusan kecil. Di tengah perintah Fir’aun untuk membunuh bayi laki-laki Bani Israil, membela seorang bayi berarti mengambil risiko besar.

Namun keberanian Asiyah muncul dari hati yang penuh kasih. Ia tidak ingin bayi itu disakiti. Ia berbicara dengan tegas agar tidak ada yang berani mencelakainya.

Peristiwa ini mengajarkan bahwa kasih sayang adalah kekuatan besar. Bahkan di lingkungan istana yang dipenuhi kekuasaan dan kesombongan, Allah menanamkan kelembutan dalam hati seorang wanita salehah.

Fir’aun mungkin setuju tanpa menyadari bahwa bayi itu kelak akan menjadi penentangnya. Inilah bagian dari rencana Allah yang agung. Orang yang hendak dimusnahkan justru dibesarkan di dalam istana musuhnya.

Baca juga:  Diantar Arus Takdir di Sungai Nil

Dalam hadis sahih disebutkan bahwa Asiyah termasuk salah satu wanita terbaik yang mencapai kesempurnaan iman. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh tempat tinggalnya, tetapi oleh keyakinannya kepada Allah.

Kahf Deodorant 72H No Alcohol

Kahf Antiperspirant Deodorant 72H – No Alcohol & Anti Stain

Deodorant dengan SmartSync Deo Care Technology yang melindungi dari 3 jenis keringat (panas, aktivitas fisik, dan stres) hingga 72 jam tanpa menyebabkan iritasi.

  • ✔ 72H Protection – Smart Release AP-Deo Molecules
  • ✔ 0% Alcohol – Aman untuk kulit sensitif
  • ✔ 3X Allantoin & Natural Extract
  • ✔ Anti Noda & Cepat Kering
  • ✔ Tidak meninggalkan residu
🔥 Cek Harga & Promo di Shopee
Baca juga:  Abu Bakar Menolak Bilal Mencium Kakinya

Varian: Clean Fresh | Extra Dry | Cooling Power

Bagi anak-anak, kisah ini memberi pelajaran tentang keberanian membela yang lemah. Ketika melihat ketidakadilan, kita harus berani berkata benar, seperti yang dilakukan Asiyah.

Kasih sayang juga mengajarkan bahwa setiap anak adalah amanah. Asiyah ingin mengangkat Musa sebagai anak, bukan karena kepentingan pribadi, tetapi karena cinta dan harapan akan kebaikan.

Allah telah menanamkan rasa cinta itu dalam hati Asiyah sebagai bagian dari takdir besar Nabi Musa ‘alaihissalam. Cinta itulah yang menjadi pintu keselamatan bagi Musa di dalam istana.

Dari kejadian ini kita belajar bahwa Allah bisa melembutkan hati siapa saja yang Dia kehendaki. Bahkan di tengah kekuasaan yang zalim, cahaya kebaikan tetap bisa bersinar.

Dan dari sebuah keranjang kecil di Sungai Nil, lahirlah cinta yang mengubah sejarah. Cinta seorang wanita beriman yang kelak memilih Allah di atas segala kemewahan istana. (ebookanak.com)

Loading

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Soundbook Learning How to Do Shalat