Abul Wafa Ahli Matematika dan Astronom Muslim

11,465,616 kali dilihat, 297 kali dilihat hari ini

Abul Wafa dikenal sangat jenius dalam bidang geometri.

Trigonometri berasal dari kata trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur.

Abul Wafa disebut sebagai salah seorang ilmuwan peletak dasar rumus trigonometri.

Ini adalah sebuah cabang matematika yang berpasangan dengan sudut segi tiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen.

Istilah penting matematika ini, ternyata  pertamakali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan muslim yang bernama Abul Wafa yang lahir pada tahun 940  M  di  Buzjan, Nishapur, Iran.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, Abul Wafa lantas meneruskan ke jenjang lebih tinggi di Baghdad tahun 959 M.

Di sana, Abul Wafa pun belajar ilmu matematika.

Berkat bimbingan sejumlah ilmuwan terkemuka masa itu, kemudian Abul Wafa pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang memiliki otak cemerlang.

Abul  Wafa dikenal sangat jenius dalam bidang geometri.

Bahkan, Abul Wafa mampu menyelesaikan masalah-masalah geometri dengan sangat cepat.

Secara khusus, Abul Wafa berhasil menyusun rumus yang menjadi identitas trigonometri dan membentuk rumus geometri untuk parabola.

Kalangan ilmuwan menyebut Abul Wafa sebagai matematikus terbesar di abad ke 10 M.

Betapa tidak.

Sepanjang hidupnya, sang ilmuwan telah berjasa melahirkan sederet inovasi penting bagi ilmu matematika.

Ahli Matematika dan Astronom Muslim

Abul Wafa tidak hanya dikenal sebagai ahli ilmu matematika saja, namun juga ahli dalam bidang astronomi.

Abul Wafa bahkan menulis kritik atas pemikiran Eucklid, Diophantos, dan Al-Khawarizmi.

Kemudian namanya semakin dikenal di bidang astronomi, saat Abul Wafa berhasil membangun sebuah observatorium atas gagasan sultan padanya.

Observatorium astronomi itu dibangun di taman istana sultan di kota Baghdad (Irak) dan secara resmi dibuka pada bulan Juni 988 M.

Karena jasa besarnya di bidang astronomi, kemudian salah satu kawah di bulan ada yang dinamai sesuai namanya, Abul Wafa.

Pemikiran Abul Wafa di Dunia Barat

Buah pemikirannya dan sumbangan Abul Wafa dalam matematika sangat berpengaruh di dunia Barat.

Bahkan pada abad ke-19 M, Baron Carra de Vaux mengambil konsep secan yang dicetuskan Abul Wafa.

Abul Wafa merupakan satu di antara sekian banyak ilmuwan Muslim yang turut mewarnai khazanah pengetahuan masa lalu.

Abul Wafa adalah seorang saintis serba bisa.

Selain jago di bidang matematika, Abul Wafa pun terkenal sebagai insinyur dan astronom terkenal pada zamannya.

Abul Wafa tercatat sebagai salah seorang ahli di bidang ilmu matematika dan astronom besar pada abad 10 M yang wafat pada tahun 997 M di Baghdad, Irak.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *