Ebook Anak

Mentiko Bertuah, Hadiah dari Ular Raksasa

 12,025,667 total views,  883 views today

Tiba-tiba, datang seekor ular besar mendekatinya.

Pada zaman dulu di negeri Semeulue tersebutlah seorang raja yang kaya raya, arif, dan bijaksana.

Sayangnya raja tidak memiliki seorang putra mahkota.

Setelah menunggu lama, berkat usaha dan doa, akhirnya Permaisuri melahirkan seorang putra yang diberi nama Rohib.    

Raja dan permaisuri sangat sayang dan memanjakan Rohib, anaknya.

Rohib pun tumbuh besar.

Rohib lalu dikirim ke kota untuk menuntut ilmu.

Sayangnya, Rohib tak menyelesaikan sekolahnya.

Raja menjadi sangat marah.

Rohib diusir dan diberi modal uang untuk berdagang.

Di tengah perjalanannya, Rohib melihat banyak orang yang menganiaya binatang.

Rohib tidak tega melihatnya.

Rohib menawarkan sebagian uang agar mereka berhenti menganiaya binatang.

Modal Rohib untuk berdagang pun nyaris habis.

Rohib berhenti di tengah hutan dan menangis meratapi nasibnya.

Tiba-tiba, datang seekor ular besar mendekatinya.

Rohib sangat ketakutan.

Tetapi ular itu berkata.

“Jangan takut anakku.”

“Aku takkan memangsamu.”

“Sesungguhnya aku hendak memberimu hadiah, karena kamu telah melindungi binatang yang ada di hutan ini dari aniaya manusia,” jelas sang ular pada Rohib sambil mengeluarkan sesuatu dari mulutnya.

Ular itu memberi Rohib sebuah benda yang disebut mentiko bertuah.

Mentiko bertuah, yaitu benda yang dapat mengabulkan semua permintaan.

Rohib pun memberanikan diri pulang ke istana.

Agar tidak hilang, Rohib pergi ke tukang emas untuk menempa mentiko bertuah menjadi cincin.

Sayangnya, tukang emas menipu Rohib dan lari membawa mentiko bertuah.

Rohib lalu meminta pertolongan pada anjing, kucing, dan tikus.

Anjing berhasil menemukan jejak tukang emas.

Tikus berhasil mengambil cincin itu.

Sebelum mentiko bertuah dikembalikan ke Rohib, tikus menipu kedua temannya dengan mengatakan bahwa mentiko bertuah terjatuh ke dalam sungai.     

Rohib pun mengira hanya tikus yang paling berjasa menemukan kembali mentiko bertuahnya.

Mengetahui hal itu, kucing dan anjing sangat kesal pada tikus.

Sejak saat itu, kucing dan anjing jadi sangat membenci dan memusuhi tikus. (Dongeng dari Nanggroe Aceh Darussalam)

Pesan Moral
Sayangilah binatang karena binatang banyak manfaatnya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *