Kenapa Rasulullah Saw Tak Sungkan Mencium Tangan Kasar Tukang Kayu?
- Updated: Desember 15, 2025
![]()

Ada seorang sahabat Rasul Saw. yang selalu menyembunyikan tangannya jika bersalaman dengan Rasul.
Rasulullah Saw. keheranan dan langsung menegurnya.
“Ya Rasullullah, aku mohon maaf. Hal itu terpaksa aku lakukan karena aku malu. Aku cuma seorang tukang Kayu. Tanganku ini kasar dan tidak halus seperti tangan engkau dan para sahabat lainnya,” jelas sahabat itu sedih.
Lalu Rasulullah Saw. memegang tangan sahabat itu dan tiba-tiba menciumnya dengan penuh kasih sayang.
“Justru tangan ini yang akan menyelamatkanmu dari jilatan api neraka,” tegas Rasulullah Saw.
Sahabat itu pun terharu.
Seorang rasul pemimpin umat mau mencium tangan seorang tukang kayu.
Subhanallah, betapa mulia akhlak Rasulullah Saw.
KEUTAMAAN BEKERJA KERAS
- Termasuk sifat mulia para nabi dan rasul.
- Bekerja adalah kewajiban.
- Laki-laki yang mencari nafkah mendapat pahala seperti seorang mujahid.
- Memelihara kemuliaan sebagai manusia.
- Kedudukannya sejajar dengan para syuhada.
- Tidak bekerja adalah sifat setan.
Download Full Ebook dengan Donasi Infak
Pesan Ebook: 0815 6148 165

Resensi Kisah Teladan: Tangan Tukang Kayu yang Dicium Rasulullah ๏ทบ
Ringkasan Kisah
Kisah ini menceritakan tentang seorang sahabat Nabi Muhammad ๏ทบ yang berprofesi sebagai tukang kayu. Setiap kali bersalaman dengan Rasulullah ๏ทบ, ia selalu menyembunyikan tangannya karena malu. Tangannya kasar dan penuh kapalan akibat pekerjaannya.
Ketika Rasulullah ๏ทบ bertanya mengapa ia melakukan hal tersebut, sang sahabat menjelaskan alasannya dengan penuh rasa malu. Namun, yang terjadi selanjutnya sangat mengharukan. Rasulullah ๏ทบ justru memegang dan mencium tangan sahabatnya itu sambil berkata bahwa tangan itulah yang akan menyelamatkannya dari api neraka.
Nilai-Nilai Islami dalam Kisah
1. Menghargai Pekerjaan Halal
Kisah ini mengajarkan kita bahwa dalam Islam, tidak ada pekerjaan halal yang rendah atau hina. Rasulullah ๏ทบ sangat menghargai orang yang bekerja dengan tangannya sendiri untuk mencari rezeki yang halal. Tangan yang kasar karena bekerja keras justru menjadi bukti kejujuran dan kesungguhan seseorang dalam mencari nafkah.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya: “Dialah yang menjadikan bumi mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15)
2. Akhlak Mulia Rasulullah ๏ทบ
Kisah ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Rasulullah ๏ทบ. Beliau tidak pernah memandang rendah siapa pun berdasarkan pekerjaan atau status sosialnya. Bahkan, beliau rela mencium tangan seorang tukang kayu sebagai bentuk penghargaan dan kasih sayang. Ini mengajarkan kita untuk selalu merendahkan diri dan menghormati orang lain.
Rasulullah ๏ทบ bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
3. Kerja Keras adalah Ibadah
Tangan yang kasar dan penuh kapalan bukan sesuatu yang memalukan, tetapi justru menjadi bukti kerja keras dan kesungguhan. Dalam Islam, bekerja dengan jujur dan tekun untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga adalah bentuk ibadah. Rasulullah ๏ทบ bahkan menyatakan bahwa tangan yang bekerja itulah yang akan menyelamatkan pemiliknya dari api neraka.
4. Tidak Boleh Merasa Rendah Diri
Sahabat tukang kayu ini sempat merasa malu dan rendah diri karena profesinya. Namun, Rasulullah ๏ทบ mengajarkan bahwa yang dinilai oleh Allah SWT bukanlah penampilan fisik atau pekerjaan kita, melainkan ketakwaan dan amal perbuatan kita.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
5. Kesetaraan dalam Islam
Kisah ini juga mengajarkan tentang prinsip kesetaraan dalam Islam. Tidak ada perbedaan antara pemimpin dan rakyat, antara orang kaya dan miskin, atau antara pekerjaan yang satu dengan yang lain, selama semuanya dilakukan dengan jujur dan halal. Rasulullah ๏ทบ sebagai pemimpin umat tidak segan untuk menunjukkan penghargaan kepada orang biasa.
Hikmah dan Pelajaran
- Jangan pernah malu dengan pekerjaan halal yang kita lakukan, sekecil atau sesederhana apa pun itu.
- Hargai setiap orang tanpa memandang pekerjaan atau status sosialnya.
- Bekerja keras dengan jujur adalah cara terbaik untuk mendapatkan rezeki yang berkah.
- Akhlak yang baik lebih penting daripada penampilan atau kedudukan.
- Rendah hati adalah sifat yang sangat mulia, bahkan Rasulullah ๏ทบ yang merupakan pemimpin umat tetap rendah hati.
Pesan untuk Anak-Anak dan Pelajar
Adik-adik yang baik, dari kisah ini kita belajar bahwa:
- Tidak ada pekerjaan yang memalukan selama halal dan jujur
- Kita harus menghormati semua orang, termasuk tukang kayu, tukang sampah, petani, dan pekerjaan lainnya
- Tangan yang bekerja keras adalah tangan yang mulia di mata Allah SWT
- Jangan pernah meremehkan orang lain karena pekerjaannya
- Akhlak yang baik adalah yang paling penting
Mari kita teladani akhlak Rasulullah ๏ทบ yang selalu menghargai dan menghormati setiap orang. Kelak ketika kita dewasa, apa pun pekerjaan kita, lakukanlah dengan jujur, tekun, dan penuh tanggung jawab. Ingatlah bahwa Allah SWT melihat niat dan usaha kita, bukan dari seberapa mewah pekerjaan kita.
Kesimpulan
Kisah sederhana namun sangat menyentuh ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menghargai kerja keras, tidak memandang rendah pekerjaan halal, dan meneladani akhlak mulia Rasulullah ๏ทบ. Kisah ini sangat cocok untuk dibaca anak-anak dan pelajar sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu a’lam bishawab (Allah Yang Maha Mengetahui yang benar)




















































