Nabi Muhammad Menghadiri Jamuan Makan

Loading

Nabi Muhammad Menghadiri Jamuan Makan

Di lain kesempatan, Uqbah bin Abu Mu?ith, salah seorang pembesar Mesir mengadakan jamuan makan di rumahnya.

Uqbah bin Abu Mu’ith mengundang semua pemuka kaum Quraisy, termasuk Nabi Muhammad Saw.

Pada saat acara makan bersama, Nabi Muhammad Saw tidak mau ikut makan.

Uqbah bin Abu Mu’ith mengetahui hal tersebut.

Sebagai tuan rumah, Uqbah bin Abu Mu’ith tidak mau tamunya tidak ikut makan.

Uqbah bin Abu Mu’ith pun menghampiri Nabi Muhammad Saw dan bertanya, ?Mengapa engkau tidak ikut makan??

?Demi Allah, aku tidak makan sebelum engkau mengucapkan dua kalimat syahadat,? ucap Nabi Muhammad Saw kepada Uqbah bin Abu Mu’ith.

Uqbah bin Abu Mu’ith langsung menyetujui syarat dari Nabi Muhammad Saw.

Baca juga:  Nabi Ishak Menikahi Ribka yang Cantik

Uqbah bin Abu Mu’ith segera membaca dua kalimat syahadat.

Kejadian tersebut diketahui oleh Abdullah bin Ubayy.

Ketika acara selesai, Abdullah bin Ubayy bertanya kepada Uqbah bin Abu Mu’ith.

?Hai Uqbah, tadi aku mendengar engkau membaca dua kalimat syahadat. Apa betul engkau telah meninggalkan agama nenek moyang kita?? tanya Abdullah bin Ubayy.

?Demi Latta dan Uzza, aku sama sekali tidak meninggalkan agama nenek moyang kita. Aku membaca dua kalimat syahadat hanya untuk membuat Muhammad senang. Aku tidak ingin dia tidak ikut makan bersama, sedangkan dia masih saudara kita.?

?Bila engkau sudah pindah agama, aku dan teman-temanku tidak akan bergaul lagi denganmu!” ancam Abdullah bin Ubayy.

Baca juga:  Raja Abrahah Datangi Mekah Menghancurkan Kabah

“Namun, bila benar engkau hanya berbohong, engkau harus mencari Muhammad! Ludahi dan tampar pipinya! Lalu, cekik lehernya!” suruh Abdullah bin Ubayy kepada Uqbah bin Abu Mu’ith.

“Jika engkau tidak mau mengerjakannya, berarti engkau sudah menjadi pengikut Muhammad!? seru Abdullah bin Ubayy mengancam Uqbah bin Abu Mu’ith.

Mendengar itu, Uqbah bin Abu Mu’ith menjadi bingung.

Uqbah bin Abu Mu’ith tidak mau dijauhi oleh teman-temannya.

Namun, Uqbah bin Abu Mu’ith juga tidak bisa melakukan perbuatan itu karena Nabi Muhammad Saw sama sekali tidak bersalah kepadanya.

?Baiklah, aku akan melihat apakah engkau sanggup melakukan hal itu,? kata Abdullah bin Ubayy sambil pergi meninggalkan Uqbah bin Abu Mu’ith yang masih terdiam.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *