Nabi Nuh dan Hujan 40 Hari 40 Malam

Loading

Pada zaman nabi nuh terjadi hujan selama 40 hari 40 malam.

Hujan turun selama empat puluh hari empat puluh malam.

Air yang deras tercurah dari langit dan memancar dari bumi.

Dalam sekejap, semua daratan telah tertutup air.

Sungai-sungai meluap membanjiri daerah pemukiman dan pertanian.

Badai begitu menakutkan.

Langit menghitam.

Yang ada hanya kegelapan.

Air laut yang ganas naik semakin tinggi menenggelamkan puncak-puncak gunung.

Semua makhluk hidup yang ada di luar perahu Nabi Nuh tenggelam ditelan banjir.

Dengan iringan doa, berlayarlah perahu Nabi Nuh menyusuri lautan menentang angin dan badai.

Tampak orang-orang kafir berlarian menyelamatkan diri dari banjir.

Nabi Nuh naik ke atas geladak kapal untuk memperhatikan cuaca dan melihat orang kafir yang sedang tenggelam.

Baca juga:  Gadis Menjadi Batu (Cerita Rakyat Nusantara dari Kalimantan Barat)

Saat itu, Nabi Nuh melihat putra sulungnya yang bernama Kan’aan sedang berusaha menyelamatkan diri dari amukan air.

Badannya timbul tenggelam di atas permukaan air.

(QS. Al Qamar: 9-17, Hud: 25-48)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)
jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *