101 Komik Adab Rasulullah: Jujur (3)
- Updated: Februari 19, 2026
![]()
Sesungguhnya ada beberapa orang yang mengambil harta Allah dengan cara yang tidak benar, maka bagi mereka pada hari kiamat akan memasuki neraka. (HR Bukhari)
Tissue BABY WIPES Basah Bayi New Born
🚨 Stok Terbatas, Cek di Shopee

Tissue BABY WIPES Basah Bayi New Born
Kiki dan Kotak Amanah
Oleh: Tim Ebookanak.com
Di sebuah hutan yang rimbun dan asri, hiduplah seekor tupai kecil bernama Kiki. Kiki tinggal bersama kakeknya, Kakek Tupai, di sebuah pohon besar yang rindang.
Setiap pagi, Kiki suka berlarian mencari kacang-kacangan. Tapi hari ini, Kiki menemukan sesuatu yang aneh di balik semak-semak.
“Wah, kotak apa ini?” Kiki mengendap-endap mendekat.
Sebuah kotak kayu berukir indah tergeletak di antara akar pohon. Di atasnya tertulis: HARTA ALLAH – MILIK BERSAMA
Kiki membuka kotak itu perlahan. Matanya langsung berbinar-binar!
“Waaah, kacang mete! Kacang almond! Kacang kenari! Banyak sekali!” seru Kiki girang.
Ia melihat ke kiri dan kanan. Sepi. Tidak ada siapa pun.
“Ambil ah, sedikit. Kan nggak ada yang tahu,” bisik Kiki dalam hati.
Tangan Kiki yang Gatal
Kiki memasukkan beberapa kacang ke dalam kantong pipinya. Lalu berlari pulang dengan cepat.
“Kakek! Kakek! Lihat, aku dapat kacang banyak!” teriak Kiki begitu sampai di rumah.
Kakek Tupai yang sedang membaca koran rumput langsung menoleh. Matanya terbelalak melihat kacang-kacangan itu.
“Kiki, dari mana kamu dapat kacang sebanyak ini?”
“Dari kotak di balik semak, Kek. Ada tulisan ‘Harta Allah’ gitu,” jawab Kiki polos.
Kakek Tupai menghela napas panjang. Wajahnya berubah serius.
“Duduklah, Kiki. Kakek ingin cerita sesuatu.”
Cerita Kakek di Bawah Pohon Rindang
Kiki duduk manis di samping Kakek. Angin sore berhembus pelan, membawa aroma dedaunan.
“Nak, tahukah kamu bahwa harta di dunia ini ada yang milik Allah yang dititipkan untuk kita semua? Ada hutan tempat kita mencari makan, ada sungai tempat kita minum, ada kacang-kacangan yang tumbuh untuk kita makan bersama. Itu semua adalah harta Allah.”
Kiki mengangguk-angguk. “Terus, Kek?”
“Kakek ingin sampaikan hadis dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya ada beberapa orang yang mengambil harta Allah dengan cara yang tidak benar, maka bagi mereka pada hari kiamat akan memasuki neraka.’ (HR Bukhari)”
Kiki tersentak. Matanya membulat sempurna. “Neraka, Kek?”
“Iya, Nak. Orang yang mengambil harta yang bukan haknya, apalagi harta milik bersama yang dititipkan Allah, dengan cara curang, mereka akan mendapatkan azab yang pedih di neraka.”
Kiki menunduk lesu. Ekornya yang biasanya tegak kini merunduk sedih. “Berarti Kiki akan masuk neraka, Kek? Karena ambil kacang dari kotak itu?”
Kakek mengelus kepala Kiki lembut. “Kakek senang kamu sadar. Tapi Allah itu Maha Pengampun. Yang penting sekarang, kamu harus mengembalikannya.”
Petualangan Malam Kiki
Malam harinya, bulan bersinar terang. Kiki berjalan sendirian menuju balik semak tempat ia menemukan kotak itu. Kantong pipinya masih penuh kacang yang belum dimakan.
Deg… deg… deg… jantung Kiki berdebar kencang.
Sesampainya di tempat itu, Kiki membuka kotak perlahan. Ia mengeluarkan semua kacang dari pipinya dan mengembalikannya ke dalam kotak.
“Maafkan aku, ya Allah. Aku tidak tahu kalau ini milik-Mu. Aku janji tidak akan mengambil yang bukan hakku lagi,” bisik Kiki sambil memejamkan mata.
Tiba-tiba! Dari balik semak, muncul cahaya temaram. Kiki terkejut dan hampir terjatuh.
Dari dalam cahaya itu, muncullah seekor kunang-kunang besar yang bercahaya indah.
“Jangan takut, Kiki. Aku utusan Allah,” suara lembut itu menenangkan.
Kiki gemetar tapi juga penasaran. “U-U-Uusan Allah?”
“Iya. Aku diutus untuk menyampaikan pesan: Allah melihat perbuatanmu malam ini. Dia sangat senang karena kamu mau mengembalikan harta-Nya dengan jujur. Allah mengampunimu, Kiki.”
Kiki hampir menangis haru. “Benarkah? Allah tidak marah?”
“Allah Maha Pengampun, Kiki. Tapi ingat, mulai sekarang, jangan pernah ambil yang bukan hakmu. Baik itu harta, makanan, atau apa pun. Karena setiap yang diambil dengan cara tidak benar, akan menjadi api neraka kelak.”
Kunang-kunang itu lalu terbang perlahan menghilang di antara pepohonan. Kaki Kiki terasa lemas, tapi hatinya plong luar biasa.
Esok Hari yang Cerah
Pagi harinya, Kiki bangun dengan semangat baru.
“Kakek! Kakek! Semalam Kiki bertemu kunang-kunang ajaib!” cerita Kiki bersemangat.
Kakek tersenyum bijak. “Itu pertanda Allah sayang sama kamu, Nak. Sekarang Kakek mau tanya, apa yang kamu pelajari dari kejadian ini?”
Kiki berpikir keras. “Jangan ambil yang bukan hak kita, Kek! Karena kalau ambil harta Allah dengan cara nggak benar, nanti masuk neraka.”
“Pintar! Tahu tidak, harta Allah itu bukan cuma kacang-kacangan, Nak. Hutan ini, sungai ini, udara yang kita hirup, bahkan tubuh kita sendiri, semua titipan Allah. Kita harus menjaganya dengan baik dan menggunakannya dengan cara yang benar.”
“Apa artinya menggunakan dengan cara benar, Kek?”
“Kita tidak boleh serakah. Kita harus berbagi dengan teman-teman. Kita tidak boleh merusak hutan. Kita tidak boleh menyakiti tubuh kita. Semua itu amanah dari Allah.”
Kiki mengangguk paham. “Ooooh… berarti selama ini Kiki sudah salah kalau ambil kacang banyak-banyak dan nggak mau berbagi?”
Kakek tertawa. “Nah, kamu mulai paham!”
Kiki Si Tupai Dermawan
Sejak hari itu, Kiki berubah jadi tupai paling dermawan di hutan. Setiap kali menemukan kacang, ia selalu berbagi dengan teman-temannya. Bahkan, ia sering mengajak teman-teman untuk menjaga hutan bersama-sama.
“Teman-teman! Ini hutan kita bersama. Ini titipan Allah. Kita harus jaga!” seru Kiki suatu hari.
Tupai, kelinci, kancil, dan burung-burung berkumpul mendengarkan.
“Kalau kita serakah dan merusak hutan, nanti kita bisa masuk neraka, lho!” lanjut Kiki.
“Ciiih… serem amat, Ki!” celetuk si Burung Cendet.
“Iya, makanya kita harus baik sama hutan ini. Jangan ambil lebih dari yang kita butuh. Dan jangan lupa berbagi!”
Semua hewan di hutan setuju. Mereka pun membuat peraturan bersama: mengambil secukupnya, berbagi sebanyaknya, dan menjaga hutan selamanya.
Pesan untuk Anak-anak Hebat
Anak-anak shalih dan shalihah, dari cerita Kiki kita belajar bahwa:
✅ Harta di dunia ini sebagian adalah milik Allah yang dititipkan untuk kita bersama
✅ Mengambil harta dengan cara tidak benar (curang, mencuri, serakah) adalah dosa besar
✅ Orang yang mengambil harta Allah dengan cara tidak benar, ancamannya neraka di akhirat
✅ Allah Maha Melihat, tidak ada yang bisa bersembunyi dari-Nya
✅ Tapi Allah juga Maha Pengampun bagi yang mau bertobat dan mengembalikan hak orang lain
Yuk, Jadi Anak Jujur!
Kita bisa jadi anak yang hebat dengan cara:
- Tidak mengambil milik teman tanpa izin
- Tidak serakah saat diberi jajan – ingat berbagi!
- Menjaga barang titipan dengan baik
- Kalau pinjam, dikembalikan
- Kalau nemu barang, cari pemiliknya
- Menjaga alam sekitar sebagai titipan Allah
Doa agar Dijauhi Sifat Serakah
Jangan lupa baca doa ini, ya:
“Allahumma inni a’udzu bika minal hirsyi wal kadzibi”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat serakah dan dusta.)
Kesimpulan
Harta Allah itu amanah.
Ambil dengan benar, berkah dapat.
Ambil dengan curang, neraka tempat.
Kiki si Tupai sudah belajar. Sekarang giliran kita!
Anak-anak hebat, mari jaga amanah. Jangan pernah ambil yang bukan hak kita. Karena meskipun tidak ada yang melihat, Allah selalu melihat. Dan surga itu hanya untuk orang-orang jujur dan bertakwa.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat serakah dan dimudahkan jalan menuju surga-Nya. Aamiin.
📚 Sumber: HR Bukhari
🎨 Ilustrasi: Tim Kreatif Ebookanak.com
📝 Penulis: Kak Nurul Ihsan
Yuk, koleksi buku-buku islami anak lainnya hanya di www.ebookanak.com
Temukan ribuan ebook edukatif dengan harga terjangkau!
Kak Nurul Ihsan adalah kreator buku anak yang sudah berkarya sejak 1991 hingga sekarang dengan lebih dari 500 buku anak dan buku pendidikan yang dihasilkan Kak Nurul Ihsan?bersama tim CBM Studio. Profil dan karya buku Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio dapat dilihat di sini.
Sumber dan Kontributor Konten:
Penerbit Anak Kita
Jl. H. Montong No. 57, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12630,
Tel. 021 78883030 ext. 213, 021 727 0096
https://anakkita.co.id
Cloud Hosting Partner:
PT Dewaweb
AKR Tower 16th Floor
Jl. Panjang no.5, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: sales@dewaweb.com
Phone: (021) 2212-4702
Mobile: 0813-1888-4702
www.dewaweb.com
DOWNLOAD FULL EBOOK:
WA 0815 6148 165

DONASI: Klik di sini!
Mari dukung Gerakan Indonesia Cerdas Literasi di ebookanak.com dengan donasi dan bantu terus kemajuan dunia penerbitan dan percetakan Indonesia dengan belanja buku cetak berkualitas hanya di Penerbit Anak Kita.
Ya Allah, semoga kami selalu istiqomah di jalan-Mu dan bimbing serta lindungi kami dari segala kekeliruan atas semua konten yang tersaji di www.ebookanak.com. Saran & pengaduan: katabaca1@gmail.com




















































