Mengenal dan Mewarnai Seni dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan

Loading

Mengenal dan Mewarnai Seni dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan

Rumah adat Provinsi Sulawesi Selatan adalah rumah tongkonan.

Alat musik tradisional Provinsi Sulawesi Selatan adalah keso keso.

Tari daerah Provinsi Sulawesi Selatan adalah tari kipas.

Senjata tradisional Provinsi Sulawesi Selatan adalah badik.

Pakaian adat Provinsi Sulawesi Selatan adalah pakaian adat makasar.

Pintar Mewarnai Cantiknya 33 Provinsi Indonesiaku 2024
Download full ebook Pintar Mewarnai Cantiknya 33 Provinsi Indonesiaku

SULAWESI SELATAN: PINTU GERBANG KAWASAN TIMUR INDONESIA

25 Tanya Jawab Ilmiah Seputar Profil Provinsi Sulawesi Selatan

Artikel Ilmiah Populer – Sumber Informasi Terpercaya untuk Anak, Pelajar, Guru, dan Masyarakat Umum


KATA PENGANTAR

Salam literasi, Sahabat ebookanak.com!

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi paling strategis di Indonesia. Dijuluki sebagai “Pintu Gerbang Kawasan Timur Indonesia”, provinsi ini menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan alam yang luar biasa. Dari kerajaan-kerajaan besar seperti Gowa dan Bone, hingga situs prasejarah tertua di Nusantara, Sulawesi Selatan adalah mozaik peradaban yang memukau.

Artikel ilmiah populer ini disusun dalam format 25 tanya jawab yang mendalam, informatif, dan edukatif. Setiap jawaban dirangkum dari berbagai sumber terpercaya seperti situs resmi pemerintah, Badan Pusat Statistik (BPS), Kompaspedia, dan jurnal akademik. Dengan pendekatan yang sistematis, artikel ini ditujukan untuk membantu pelajar, pendidik, dan masyarakat umum memahami profil lengkap Provinsi Sulawesi Selatan.

Selamat membaca dan menjelajahi keindahan Sulawesi Selatan!

Tim Redaksi ebookanak.com
2026


DAFTAR ISI

BAGIAN A: IDENTITAS DAN GEOGRAFI (Pertanyaan 1-7)
BAGIAN B: SEJARAH DAN PEMERINTAHAN (Pertanyaan 8-12)
BAGIAN C: DEMOGRAFI DAN SUKU BANGSA (Pertanyaan 13-17)
BAGIAN D: BUDAYA DAN KESENIAN (Pertanyaan 18-23)
BAGIAN E: WILAYAH ADMINISTRATIF (Pertanyaan 24-25)


BAGIAN A: IDENTITAS DAN GEOGRAFI

1. Di mana letak geografis Provinsi Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Provinsi Sulawesi Selatan terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi dengan posisi astronomis antara 0ยฐ12′ โ€“ 8ยฐ Lintang Selatan dan 116ยฐ48′ โ€“ 122ยฐ36′ Bujur Timur . Letaknya yang berada di titik tengah wilayah Indonesia membuat provinsi ini menjadi motor utama penopang pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi sekaligus jembatan penghubung antara kawasan barat dan timur Indonesia .

Batas-batas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan:

  • Utara:ย Berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat
  • Timur:ย Berbatasan dengan Teluk Bone dan Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Barat:ย Berbatasan dengan Selat Makassar
  • Selatan:ย Berbatasan dengan Laut Floresย 


2. Berapa luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Terdapat perbedaan data mengenai luas wilayah Sulawesi Selatan dari berbagai sumber resmi:

SumberLuas WilayahTahun Data
BPK RI Perwakilan Sulsel62.482,54 kmยฒ
Kompaspedia46.083,94 kmยฒ2023
Media Indonesia45.764,53 kmยฒ2025

Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh metodologi pengukuran yang berbeda atau perubahan administrasi wilayah setelah pemekaran. Namun, secara umum Sulawesi Selatan termasuk provinsi dengan wilayah cukup luas di Pulau Sulawesi .

Secara geografis, wilayah ini mencakup pesisir dan pulau, dataran rendah dan dataran tinggi, dengan 67 aliran sungai dan tiga danau. Terdapat Gunung Bawakaraeng di selatan, serta Gunung Lompobattang dan Rante Mario di utara. Pada bagian tengah, membentang bukit karst sepanjang Maros dan Pangkep yang terkenal dengan keindahan alamnya .


3. Apa ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan adalah Kota Makassar .

Kota Makassar merupakan daerah terpadat di Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk mencapai 1.526.677 jiwa pada tahun 2019 . Sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa, Makassar menjadi kota metropolitan terbesar di kawasan timur Indonesia.

Nama “Makassar” sendiri berasal dari suku Makassar yang mendiami wilayah pesisir selatan Sulawesi. Kota ini dulunya dikenal dengan nama Ujung Pandang (1971-1999) sebelum dikembalikan ke nama aslinya, Makassar.


4. Kapan hari jadi Provinsi Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Hari jadi Provinsi Sulawesi Selatan ditetapkan pada tanggal 19 Oktober 1669 berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 1995 .

Tanggal ini dipilih untuk memperingati peristiwa bersejarah berupa perlawanan rakyat Sulawesi Selatan terhadap kolonialisme. Penetapan ini melalui kajian sejarah yang mendalam oleh para sejarawan dan akademisi, dengan mempertimbangkan momentum penting dalam perjalanan panjang peradaban di wilayah ini .


5. Apa dasar hukum pembentukan Provinsi Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Pembentukan Provinsi Sulawesi Selatan melalui beberapa tahapan penting :

TahunDasar HukumPeristiwa
1950UU Nomor 21 Tahun 1950Pembentukan Provinsi Administratif Sulawesi
1960Perpu Nomor 47 Tahun 1960Pembentukan Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara
1964UU Nomor 13 Tahun 1964Pemisahan Sulawesi Tenggara dari Sulawesi Selatan
2004UU Nomor 26 Tahun 2004Pemisahan Sulawesi Barat dari Sulawesi Selatan

Cikal bakal provinsi ini diawali dengan lahirnya UU Nomor 21 Tahun 1950 tentang pembentukan Provinsi Administratif Sulawesi. Sepuluh tahun kemudian, pemerintah mengeluarkan Perpu Nomor 47 Tahun 1960 yang mengesahkan terbentuknya Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara serta Sulawesi Utara-Tengah .

Pada tahun 1964, melalui UU Nomor 13 Tahun 1964, pemerintah memisahkan Sulawesi Tenggara dari Sulawesi Selatan. Terakhir, berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004, berdiri Provinsi Sulawesi Barat yang sebelumnya juga merupakan bagian dari wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Selatan .


6. Mengapa Sulawesi Selatan dijuluki “Pintu Gerbang Kawasan Timur Indonesia”?

Jawaban:

Sulawesi Selatan dijuluki “Pintu Gerbang Kawasan Timur Indonesia” karena beberapa faktor strategis :

1. Letak Geografis yang Strategis
Provinsi ini berada di titik tengah wilayah Indonesia dan berbatasan dengan laut yang menghubungkan benua Asia dan Australia. Posisi ini menjadikannya simpul transportasi dan logistik utama antara kawasan barat dan timur Indonesia .

2. Pusat Perekonomian dan Perdagangan
Sulawesi Selatan menjadi motor utama penopang pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi. Kota Makassar, sebagai ibu kota, berkembang menjadi pusat perdagangan, jasa, dan industri terbesar di kawasan timur Indonesia .

3. Sejarah Maritim yang Panjang
Sejak masa keemasan perdagangan rempah-rempah (abad ke-15 hingga ke-19), Sulawesi Selatan berperan sebagai pintu gerbang ke kepulauan Maluku, tanah penghasil rempah. Pelabuhan Makassar telah menjadi pusat perdagangan internasional sejak abad ke-16 .

4. Infrastruktur Modern
Saat ini, Sulawesi Selatan memiliki infrastruktur modern seperti Pelabuhan Makassar, Bandara Sultan Hasanuddin, serta pengembangan jalur kereta api yang semakin memperkuat perannya sebagai gerbang kawasan timur.


7. Bagaimana kondisi geografis dan topografi Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sulawesi Selatan memiliki kondisi geografis dan topografi yang sangat beragam :

A. Bentang Alam

  • Pesisir dan Pulau:ย Wilayah pesisir membentang di sepanjang Selat Makassar (barat) dan Laut Flores (selatan)
  • Dataran Rendah:ย Terdapat di sebagian besar wilayah, terutama di sekitar Kota Makassar dan kabupaten pesisir
  • Dataran Tinggi:ย Membentang di wilayah utara dan tengah, termasuk kawasan Toraja
  • Pegunungan dan Bukit Karst:ย Terdapat Gunung Bawakaraeng di selatan, Gunung Lompobattang, Gunung Rante Mario, sertaย bukit karst sepanjang Maros dan Pangkepย yang menjadi destinasi wisata alam kelas duniaย 

B. Hidrologi

  • Memilikiย 67 aliran sungaiย yang tersebar di seluruh wilayah
  • Terdapatย tiga danauย utama, termasuk Danau Tempe dan Danau Sidenreng yang menjadi sumber kehidupan masyarakatย 
  • Danau Tempe merupakan danau banjiran (floodplain lake) terluas di Sulawesi Selatan yang menjadi pusat perikanan air tawar
Baca juga:  100 Ilmuwan dan Penemu Terpopuler di Dunia: Al Kindi

C. Iklim
Sulawesi Selatan beriklim tropis dengan dua musim:

  • Musim Kemarau:ย Mei – Oktober
  • Musim Hujan:ย November – April

BAGIAN B: SEJARAH DAN PEMERINTAHAN

8. Bagaimana sejarah awal peradaban di Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sejarah Sulawesi Selatan terentang sejak masa prasejarah :

A. Jejak Manusia Purba
Data radiokarbon yang diperoleh arkeolog pada peninggalan sejarah di Kabupaten Maros menunjukkan manusia modern pertama mendiami wilayah Sulawesi Selatan sejak 30.000 SM. Penemuan tertua ditemukan di gua-gua dekat bukit kapur sekitar Kabupaten Maros, berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Makassar .

B. Penelitian Arkeologi
Keberadaan situs prasejarah di Maros dan Pangkep diketahui oleh dunia luar sejak penelitian oleh Paul dan Fritz Sarasin pada tahun 1902. Sejak itu, serangkaian penelitian terus dilakukan oleh para arkeolog ternama :

PenelitiTahun
Paul dan Fritz Sarasin1902
P Van Stein Callenfels1933 dan 1937
Heeren Palm1950
HR van Heekeren
RP Soejono
DJ Mulvaney

C. Temuan Artefak
Dari hasil penelitian di situs Cakondo, Uleleba, dan Balisao, umumnya ditemukan artefak berupa serpih, bilah, mata panah bergerigi. Selain itu, yang cukup menonjol adalah lukisan-lukisan dalam berbagai bentuk di dinding-dinding gua .

D. Teori Migrasi
Simulasi Peter Bellwood, Profesor Arkeologi asal Australia, dalam bukunya Southeast Asia From Prehistory to History (2004) menunjukkan kehidupan manusia modern di Sulawesi berasal dari masuknya para peladang berbahasa Austronesia. Asal muasal para “pendatang” tersebut, berdasarkan catatan radiokarbon di Maros, adalah dari pulau Kalimantan .


9. Bagaimana sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sejarah kerajaan di Sulawesi Selatan sangat kaya dan kompleks :

A. Masa Awal Kerajaan (Abad ke-14)
Pada sekitar abad ke-14, di Sulawesi Selatan terdapat sejumlah kerajaan kecil. Dua kerajaan yang menonjol saat itu adalah:

  • Kerajaan Gowaย yang berada di sekitar Makassar
  • Kerajaan Bugisย yang berada di Boneย 

B. Masa Keemasan Gowa (Abad ke-16)
Pada tahun 1530, Kerajaan Gowa mulai mengembangkan diri, dan pada pertengahan abad ke-16, Gowa menjadi pusat perdagangan terpenting di wilayah timur Indonesia. Pada tahun 1605, Raja Gowa memeluk agama Islam serta menjadikan Gowa sebagai Kerajaan Islam. Antara tahun 1608โ€“1611, Kerajaan Gowa menyerang dan menaklukkan Kerajaan Bone, sehingga Islam dapat tersebar ke seluruh wilayah Makassar dan Bugis .

C. Perlawanan terhadap VOC
Perusahaan dagang Belanda (VOC) melihat Kerajaan Gowa sebagai hambatan terhadap keinginan mereka menguasai perdagangan rempah-rempah. VOC kemudian bersekutu dengan seorang pangeran Bugis bernama Arung Palakka yang hidup dalam pengasingan setelah jatuhnya Bugis di bawah kekuasaan Gowa .

D. Perjanjian Bungaya
Setelah berperang selama setahun, Kerajaan Gowa berhasil dikalahkan. Raja Gowa, Sultan Hasanuddin, kemudian dipaksa menandatangani Perjanjian Bungaya yang mengurangi kekuasaan Gowa. Selanjutnya, Bone di bawah Arung Palakka menjadi penguasa di Sulawesi Selatan .

E. Perlawanan Berkelanjutan
Persaingan antara Kerajaan Bone dengan pemimpin Bugis lainnya mewarnai sejarah Sulawesi Selatan. Ratu Bone sempat muncul memimpin perlawanan menentang Belanda saat Belanda sibuk menghadapi Perang Napoleon di Eropa. Perlawanan masyarakat Makassar dan Bugis terus berlanjut menentang kekuasaan kolonial hingga masa revolusi 1945 .


10. Siapa Sultan Hasanuddin dan mengapa beliau terkenal?

Jawaban:

Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa ke-16 yang memerintah Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan. Beliau lahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin dan memerintah dari tahun 1653 hingga 1669 .

Mengapa Sultan Hasanuddin terkenal?

1. Pahlawan Nasional
Sultan Hasanuddin ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia karena perjuangannya melawan kolonialisme Belanda. Beliau memimpin perlawanan sengit terhadap VOC yang ingin menguasai perdagangan rempah-rempah di wilayah timur Indonesia .

2. Julukan “Ayam Jantan dari Timur”
Karena keberanian dan kegigihannya dalam pertempuran, Sultan Hasanuddin dijuluki “De Haantjes van Het Oosten” atau “Ayam Jantan dari Timur” oleh pasukan Belanda. Julukan ini diberikan karena semangat juangnya yang tidak pernah padam meskipun harus menghadapi pasukan VOC yang lebih kuat .

3. Perjanjian Bungaya
Puncak perlawanan Sultan Hasanuddin terjadi ketika beliau dipaksa menandatangani Perjanjian Bungaya pada tahun 1667 setelah setahun berperang melawan VOC dan sekutunya. Perjanjian ini sangat merugikan Kerajaan Gowa dan mengurangi kekuasaannya .

4. Simbol Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan
Hingga kini, nama Sultan Hasanuddin diabadikan sebagai nama universitas (Universitas Hasanuddin), bandara (Bandara Sultan Hasanuddin), dan berbagai fasilitas umum lainnya. Makamnya di kompleks pemakaman Kerajaan Gowa, Kabupaten Gowa, menjadi tujuan wisata religi dan sejarah .


11. Bagaimana sistem pemerintahan pada masa kolonial?

Jawaban:

Pada masa penjajahan, Sulawesi (dengan sebutan Celebes) berada dalam satu wilayah administratif provinsi :

A. Masa Pemerintahan Belanda
Belanda membentuk pemerintahan kolonial di wilayah Pulau Sulawesi di bawah kendali Gouverneur van Celebes (Gubernur Sulawesi). Gubernur pertama adalah CA Kroesen yang menjabat pada tahun 1904. Gubernur-gubernur berikutnya adalah :

Nama GubernurMasa Jabatan
HNA Swart1904โ€“1908
AJ Quarles de Quarles1908โ€“1910
WJ Coenen1910โ€“1913
Th AL Heijting1913โ€“1915
AJL Couvreur1915โ€“1927
LJJ Caron1927โ€“1933
JLM Swaab1933โ€“1936
CH ter Laag1936โ€“1941

B. Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)
Pada masa pendudukan Jepang, pemerintahan di Sulawesi mengalami kekosongan. Tidak ada catatan resmi mengenai orang yang ditunjuk sebagai Gubernur Sulawesi oleh pemerintah Jepang, dan juga tidak ditemukan catatan lepas mengenai hal tersebut .

C. Masa Awal Kemerdekaan
Setelah Jepang takluk kepada pasukan sekutu pada Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Presiden Soekarno kemudian mengangkat Ratulangi (Dr. G. S. S. J. Ratoe Langie) sebagai Gubernur Sulawesi .


12. Siapa tokoh nasional terkenal dari Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sulawesi Selatan melahirkan banyak tokoh nasional yang berjasa bagi bangsa Indonesia. Berikut beberapa di antaranya:

1. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie
Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Beliau adalah Presiden RI ke-3 (1998-1999) dan dikenal sebagai ilmuwan jenius di bidang teknologi pesawat terbang. Jejak masa kecil dan romantikanya dengan Hasri Ainun Besari di Parepare menjadi inspirasi penataan ruang publik bertema cinta dan keluarga di kota kelahirannya .

2. Sultan Hasanuddin
Sebagaimana telah dibahas, beliau adalah Pahlawan Nasional dari Kerajaan Gowa.

3. Andi Mappanyukki
Pahlawan nasional dari Kerajaan Bone yang memimpin perlawanan terhadap Belanda pada masa revolusi 1945 .

4. Dr. G.S.S.J. Ratulangi
Tokoh perjuangan kemerdekaan yang diangkat Presiden Soekarno sebagai Gubernur Sulawesi pertama setelah kemerdekaan .

5. Tokoh Kontemporer
Selain tokoh sejarah, Sulawesi Selatan juga melahirkan banyak tokoh kontemporer di bidang politik, akademisi, seni, dan olahraga yang mengharumkan nama bangsa.


BAGIAN C: DEMOGRAFI DAN SUKU BANGSA

13. Berapa jumlah penduduk Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Berdasarkan data dari berbagai sumber, jumlah penduduk Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan :

TahunJumlah Penduduk
20108.032.551 jiwa
20138.342.047 jiwa
20209.073.509 jiwa
20229.225.747 jiwa
20249.463.390 jiwa (estimasi)

Fakta Demografis:

  • Kota Makassarย adalah daerah terpadat denganย 1.526.677 jiwaย (data 2019)
  • Kepulauan Selayarย memiliki penduduk paling sedikit, sekitar 134.280 jiwa
  • Kepadatan penduduk tertinggi ada di Kota Makassar (8.580 jiwa/kmยฒ)
  • Kabupaten Takalar memiliki kepadatan 522 jiwa/kmยฒย 
Baca juga:  Worksheet Seni Budaya 34 Provinsi Indonesia (2)

14. Apa saja suku-suku yang mendiami Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sulawesi Selatan adalah rumah bagi berbagai suku bangsa yang hidup harmonis. Berikut adalah suku-suku utama di provinsi ini :

1. Suku Bugis

  • Populasi:ย Sekitar 3,6 juta jiwa (Sensus 2010) – terbesar di Sulawesi Selatan
  • Persebaran:ย Kabupaten Bone, Wajo, Soppeng, Pinrang, dan sekitarnya
  • Keunikan:ย Dikenal sebagai pelaut ulung dan memiliki aksara Lontara
  • Filosofi:ย Terkenal dengan semangat merantau dan nilai kehormatan (siri’ na pacce)

2. Suku Makassar

  • Populasi:ย Lebih dari 2 juta jiwa – terbesar kedua
  • Persebaran:ย Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng
  • Bahasa:ย Memiliki tiga dialek: Lakiung, Turatea, dan Bantaeng
  • Sejarah:ย Merupakan pendukung utama Kerajaan Gowa di masa lalu

3. Suku Toraja

  • Persebaran:ย Tana Toraja dan Toraja Utara
  • Keunikan:ย Terkenal dengan tradisi pemakaman unik (Rambu Solo) dan rumah adat Tongkonan
  • Budaya:ย Ritual adat dan arsitektur tradisionalnya sangat khas dan mendunia

4. Suku Mandar

  • Populasi:ย Sekitar 250.000 jiwa di Sulawesi Selatan (Sensus 2000)
  • Persebaran:ย Wilayah perbatasan dengan Sulawesi Barat, seperti Kabupaten Pinrang
  • Keahlian:ย Terkenal sebagai pelaut dan pembuat perahu tradisional

5. Suku Lainnya

  • Suku Konjo:ย Di Kabupaten Bulukumba, terkenal sebagai pembuat kapal Pinisi
  • Suku Duri:ย Di Kabupaten Enrekang
  • Pendatang:ย Suku Jawa, Tionghoa, dan Bali juga cukup signifikan. Di Luwu Timur, suku Jawa mencapai 30% dari total pendudukย 

15. Apa yang dimaksud dengan filosofi “Siri’ na Pacce”?

Jawaban:

Siri’ na Pacce (atau Siri’ na Pesse dalam bahasa Bugis-Makassar) adalah falsafah hidup yang menjadi pegangan utama masyarakat Bugis-Makassar .

Makna Filosofis:

Siri’ secara harfiah berarti “malu” atau “harga diri”. Namun dalam konsep yang lebih dalam, Siri’ adalah prinsip menjaga kehormatan dan martabat, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun komunitas. Seseorang yang kehilangan Siri’ dianggap “mati” secara sosial karena telah kehilangan harga dirinya.

Pacce (atau Pesse) berarti “pedih” atau “perasaan”, yang merepresentasikan solidaritas sosial, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Pacce adalah rasa ikut merasakan penderitaan orang lain dan dorongan untuk membantu.

Implementasi dalam Kehidupan:

  • Semangat juang:ย Siri’ mendorong seseorang untuk berjuang mati-matian mempertahankan kehormatan
  • Gotong royong:ย Pacce mewujud dalam tradisi tolong-menolong di masyarakat
  • Merantau:ย Dorongan Siri’ untuk sukses dan tidak “memalukan” keluarga menjadi motivasi merantau
  • Keadilan:ย Keduanya menjadi landasan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan

Filosofi ini telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan dan menjadi identitas yang membedakan mereka dengan suku bangsa lain di Indonesia.


16. Apa bahasa daerah yang digunakan di Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sulawesi Selatan memiliki kekayaan bahasa daerah yang beragam, sesuai dengan suku bangsanya :

1. Bahasa Bugis

  • Digunakan oleh Suku Bugis di kabupaten seperti Bone, Wajo, Soppeng
  • Memiliki aksara sendiri yang disebutย Aksara Lontara
  • Masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan naskah-naskah kuno

2. Bahasa Makassar

  • Digunakan oleh Suku Makassar di Makassar, Gowa, Takalar, dan sekitarnya
  • Memiliki tiga dialek utama: Lakiung, Turatea, dan Bantaeng
  • Juga menggunakan Aksara Lontara dengan beberapa variasi

3. Bahasa Toraja

  • Digunakan oleh Suku Toraja di Tana Toraja dan Toraja Utara
  • Memiliki kekayaan kosakata yang berkaitan dengan ritual adat
  • Terbagi dalam beberapa dialek sesuai wilayah

4. Bahasa Mandar

  • Digunakan oleh Suku Mandar, terutama di wilayah perbatasan dengan Sulawesi Barat
  • Masih lestari dalam komunikasi sehari-hari

5. Bahasa Konjo dan Duri

  • Bahasa Konjo digunakan di pesisir Bulukumba
  • Bahasa Duri digunakan di wilayah Enrekang

Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa resmi dan pemersatu, namun bahasa daerah masih digunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari, upacara adat, dan kesenian tradisional.


17. Bagaimana perkembangan penduduk Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Perkembangan penduduk Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun :

A. Tren Pertumbuhan

PeriodePertambahanRata-rata per Tahun
2010-2013309.496 jiwaยฑ 103.000 jiwa
2013-2020731.462 jiwaยฑ 104.000 jiwa
2020-2024389.881 jiwaยฑ 97.000 jiwa

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi

  1. Angka Kelahiran:ย Masih cukup tinggi meskipun program Keluarga Berencana terus digalakkan
  2. Urbanisasi:ย Kota Makassar menjadi tujuan utama migrasi dari kabupaten sekitar
  3. Migrasi:ย Ada arus masuk pendatang dari luar Sulawesi karena aktivitas ekonomi
  4. Peningkatan Kesejahteraan:ย Perbaikan layanan kesehatan menurunkan angka kematian

C. Sebaran Penduduk

  • Kota Makassarย menjadi pusat konsentrasi penduduk (kepadatan 8.580 jiwa/kmยฒ)
  • Kabupaten-kabupaten di pesisir barat cenderung lebih padat
  • Wilayah pegunungan seperti Toraja relatif lebih jarang penduduknyaย 

BAGIAN D: BUDAYA DAN KESENIAN

18. Apa nama rumah adat Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sulawesi Selatan memiliki beberapa jenis rumah adat sesuai dengan suku bangsanya :

1. Rumah Adat Bugis
Rumah adat Bugis memiliki nilai arsitektur dan keunikan tersendiri. Bentuk rumah Bugis biasanya memanjang ke belakang, dengan tambahan di samping bangunan utama dan bagian depan. Masyarakat Bugis menyebut bagian ini dengan sebutan lego-lego .

Secara arsitektur, bangunan rumah adat Bugis memiliki beberapa bagian penting seperti tiang utama (alliri) yang terdiri dari empat batang di setiap barisnya. Rumah adat Bugis biasanya memiliki kolong-kolong sehingga dikenal dengan nama Rumah Panggung .

2. Rumah Adat Makassar (Balla)
Rumah adat Makassar juga berbentuk panggung dengan tiang-tiang tinggi. Memiliki pembagian ruang yang jelas, termasuk ruang tamu, ruang tidur, dan dapur. Atapnya berbentuk pelana yang khas.

3. Rumah Adat Toraja (Tongkonan)
Tongkonan adalah rumah adat Suku Toraja yang sangat terkenal hingga mancanegara. Ciri khasnya adalah atap yang melengkung menyerupai perahu. Tongkonan bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga pusat kehidupan sosial dan ritual adat masyarakat Toraja. Nama “Tongkonan” berasal dari kata “tongkon” yang berarti “duduk bersama” .

4. Rumah Adat Mandar (Boyang)
Rumah adat Suku Mandar berbentuk panggung dengan tiang-tiang tinggi. Memiliki ukiran khas Mandar yang membedakannya dengan rumah adat lainnya.


19. Apa nama pakaian adat Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Pakaian adat Sulawesi Selatan yang paling terkenal adalah Baju Bodo untuk perempuan dan Baju Tutu untuk laki-laki, terutama dari Suku Bugis-Makassar .

A. Baju Bodo (Pakaian Perempuan)

Baju Bodo adalah sejenis baju kurung berlengan pendek dengan ujung ketat. Dulunya, Baju Bodo adalah baju khas wanita Suku Makassar, namun sekarang telah dijadikan baju khas wanita Sulawesi Selatan secara keseluruhan .

Makna Warna Baju Bodo :

WarnaMakna/Usia Pemakai
JinggaAnak perempuan usia sekitar 10 tahun
Jingga dan MerahAnak perempuan usia 10-14 tahun
MerahPerempuan usia 17-25 tahun
PutihPerempuan dari kalangan pembantu dan dukun
HijauPerempuan dari kalangan bangsawan
UnguPara janda

B. Baju Tutu (Pakaian Laki-laki)

Pakaian adat laki-laki Bugis-Makassar disebut Baju Tutu. Terdiri dari baju jas tutup dengan kerah tinggi, celana panjang, dan sarung sutra yang dilipat di pinggang. Dilengkapi dengan Passapu (penutup kepala) dan Keris sebagai aksesoris.

C. Aksesoris Pendukung :

Untuk Laki-laki:

  • Potto Naga: Gelang terbuat dari emas dengan motif naga
  • Keris Passatimpo: Keris dengan tampilan mewah dan indah
  • Selempang: Kain senada dengan warna pakaian, dihiasi benang sulam emas
  • Rante Sembang: Kalung bermotif burung dikalungkan sepanjang dada
Baca juga:  Mengenal dan Mewarnai Seni dan Budaya Provinsi DI Yogyakarta

Untuk Perempuan:

  • Bangkarak: Anting panjang
  • Sima’: Pengikat ujung lengan pakaian
  • Bando: Hiasan mahkota di kepala
  • Kalung: Terdiri dari tiga jenis (Geno Ma’bule, Rantekote, Geno Sibatu)

20. Apa saja alat musik tradisional Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sulawesi Selatan memiliki beragam alat musik tradisional yang unik :

1. Mandoling (Mandali’)
Mandoling atau yang lazim oleh orang Bugis-Makassar disebut Mandali’ merupakan alat musik tradisional petik dan tindis. Alat musik ini terbilang khas dan unik karena diduga diciptakan atas pengaruh budaya Cina .

Karakteristik Mandoling:

  • Untuk petiknya terdiri atasย tiga senar
  • Untuk tindisnya terdiri atasย dua puluh tujuh nada
  • Dimainkan bersamaan layaknya gitar, dengan petikan dan tindisan terpasang pada papan berbentuk persegi panjang

Status Saat Ini: Alat musik ini terancam punah karena tak banyak lagi yang bisa memainkannya. Mandoling juga tak lagi diproduksi. Di Minasatene Pangkep, terdapat satu sanggar seni yang masih melestarikannya, namun hanya tinggal lima orang yang memiliki alat musik ini .

2. Kecapi
Alat musik petik khas Sulawesi Selatan yang sering dimainkan bersama suling. Menghasilkan alunan musik yang lembut dan mendayu-dayu.

3. Suling Lembang
Suling bambu khas Toraja dengan ukuran panjang dan nada yang khas.

4. Pakkeke
Alat musik tiup dari bambu khas Suku Mandar.

5. Gandrang
Gendang tradisional yang menjadi pengiring berbagai tarian dan upacara adat.

6. Puik-puik
Alat musik tiup mirip terompet yang terbuat dari kayu dan logam.


21. Apa saja tarian tradisional Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sulawesi Selatan memiliki kekayaan tarian tradisional yang beragam :

1. Tari Padduppa
Tari Padduppa adalah tarian tradisional Bugis yang ditujukan untuk memberikan sambutan kepada tamu atau pejabat yang hadir dalam suatu acara. Tari Padduppa ini dibawakan oleh tujuh orang penari. Tarian ini dapat pula ditarikan pada acara pernikahan dan pesta adat .

Makna Filosofis: Masyarakat Bugis percaya bahwa tarian Padduppa merupakan simbol dari penghormatan dan keterbukaan terhadap perubahan tanpa menghilangkan nilai estetika moral dan etika suku Bugis โ€‹โ€‹.

2. Tari Pakarena
Tarian khas Makassar yang menggambarkan kelembutan dan kesopanan wanita. Gerakannya lembut namun penuh makna filosofis.

3. Tari Ma’badong
Tarian ritual dari Toraja yang dilakukan dalam upacara kematian (Rambu Solo). Penari membentuk lingkaran sambil menyanyikan syair-syair duka.

4. Tari 4 Etnis
Tarian kolaborasi yang menampilkan gerakan khas dari empat etnis utama: Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar.

5. Tari Bosara
Tarian yang menggambarkan kebiasaan masyarakat Bugis-Makassar menyajikan bosara (wadah berisi kue tradisional) kepada tamu.

6. Tari Pajoge
Tarian pergaulan muda-mudi Bugis yang biasanya ditampilkan pada acara-acara keramaian.


22. Apa senjata tradisional Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Salah satu senjata tradisional yang dikenal dari Sulawesi Selatan adalah Gecong (Badik) :

Gecong adalah senjata tradisional khas masyarakat Bugis-Makassar. Selain sebagai senjata, Gecong juga menjadi perlambang status pemiliknya. Gecong memiliki berbagai macam bentuk dengan motif dan makna filosofis tertentu :

Jenis-jenis Gecong :

Jenis GecongCiri KhasMakna/Kegunaan
Gecong Lamalomo SugiMotif kaitan pada bilahDigunakan sebagai senjata; dipercaya dapat memberikan kekayaan dan kesejahteraan bagi pemiliknya
Gecong Lataring TelluMotif tiga noktah dalam posisi tungkuDipercaya membawa keberuntungan; pemilik tidak akan kekurangan makanan dan tidak mengalami duka nestapa; cocok bagi petani
Gecong Lade’ NateyaiPamor bulatan kecil pada pangkal, guratan bejajar di mataMemiliki motif berbentuk gala pada pangkalnya; dipercaya mendatangkan rezeki bagi pemiliknya

Senjata Tradisional Lainnya:

  • Tappiย (Parang): Digunakan untuk berburu dan bercocok tanam
  • Passatimpoย (Keris): Senjata pusaka yang melambangkan kebangsawanan
  • Panaย (Panah): Digunakan untuk berburu di masa lalu

23. Apa lagu daerah terkenal dari Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Sulawesi Selatan memiliki beberapa lagu daerah yang terkenal, terutama dari Suku Bugis :

1. “Indo Logo” (Lagu Bugis)

Lirik (Bugis):

text

Dua bulu’ samanna mate tongeng, Indo’ Logo

Dua bulu’ samanna mate tongeng, Indo’ Logo

Kegasi samanna rionroi, ala rionroi

Palla bu’ sengereng

Sengeremmu samanna pada bulu’, Indo’ Logo

Sengeremmu samanna pada bulu’, Indo’ Logo

Adammu samanna silappae, ala silappae

Buttungeng manengngi

2. “Bulu Alau’na Tempe” (Lagu Bugis)

Lirik (Bugis):

text

Bulu’ Alua’na Tempe (2x)

Madeceng Ri Copponge, Alla Matiro Walie

Utiro toni lagosi (2x)

Kulira’ lira toni, Alla tengngana tosora

Ritosara mana’ mita Patennung tali benang,

Alla natea makkalu Makkalu si sabe bura

Pakessi batang loka Alla topanre adae

Panre adammu naritu (2x)

Mu lengeng lepa-lepa, Alla temmu ri tonangi

Lepa-lepa makkacicu (2x)

Masere dua tau, Alla natellu pa’bisena

3. “Ana’ Mali’e” (Lagu Bugis)

Lirik (Bugis):

text

U kucapu kucampa’ko

Paraddeni ro nyawamu

Hooo ana aja’ muteri

Kupakkuru sumange’mu (2x)

U kucapu kucampa’ko

Paredde’ni ro nyawamu

Hooo ana’ku mamasewe

Ana tabbe ri ambo’na

4. “Anging Mammiri”
Lagu daerah berbahasa Makassar yang sangat populer, menceritakan tentang kerinduan dan cinta.

5. “Ma’Rencong”
Lagu yang mengiringi tari Pakarena, penuh dengan nilai-nilai filosofis.

Lagu-lagu daerah ini biasanya dinyanyikan dalam upacara adat, pesta pernikahan, atau sekadar hiburan di waktu senggang. Saat ini, beberapa lagu daerah telah diaransemen ulang dengan sentuhan modern agar lebih dikenal oleh generasi muda.


BAGIAN E: WILAYAH ADMINISTRATIF

24. Berapa jumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Provinsi Sulawesi Selatan terdiri dari 21 kabupaten dan 3 kota, sehingga total wilayah administrasinya adalah 24 daerah otonom .

Daftar Kabupaten (21):

  1. Kabupaten Bantaeng
  2. Kabupaten Barru
  3. Kabupaten Bone
  4. Kabupaten Bulukumba
  5. Kabupaten Enrekang
  6. Kabupaten Gowa
  7. Kabupaten Jeneponto
  8. Kabupaten Kepulauan Selayar
  9. Kabupaten Luwu
  10. Kabupaten Luwu Timur
  11. Kabupaten Luwu Utara
  12. Kabupaten Maros
  13. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep)
  14. Kabupaten Pinrang
  15. Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap)
  16. Kabupaten Sinjai
  17. Kabupaten Soppeng
  18. Kabupaten Takalar
  19. Kabupaten Tana Toraja
  20. Kabupaten Toraja Utara
  21. Kabupaten Wajo

Daftar Kota (3):

  1. Kota Makassarย (ibu kota provinsi)
  2. Kota Palopo
  3. Kota Parepare

Menurut data BPS Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025, seluruh kabupaten/kota tersebut terbagi menjadi 313 kecamatan .


25. Apa keunikan masing-masing kota di Sulawesi Selatan?

Jawaban:

Tiga kota di Sulawesi Selatan memiliki keunikan dan karakteristik masing-masing:

1. Kota Makassar (Ibu Kota Provinsi)

  • Julukan:ย “Kota Daeng” dan “Pintu Gerbang KTI”
  • Keunikan:ย Kota metropolitan terbesar di kawasan timur Indonesia
  • Ikon:
    • Pantai Losari: Destinasi wisata ikonik dengan pemandangan sunset yang indahย 
    • Fort Rotterdam: Benteng peninggalan Kerajaan Gowa dan VOC
    • Trans Studio Makassar: Wahana rekreasi keluarga terbesar di kawasan timur
  • Kuliner Khas:ย Coto Makassar, Pallubasa, Sop Konro, Pisang Epe
  • Fakta:ย Daerah terpadat dengan kepadatan 8.580 jiwa/kmยฒย 

2. Kota Parepare

  • Julukan:ย “Kota Pelabuhan Romantis” dan “Kota Kenangan”
  • Keunikan:ย Kota kelahiran Presiden RI ke-3, B.J. Habibieย 
  • Lokasi:ย Terletak di pesisir barat Sulawesi Selatan menghadap Selat Makassar, memanjang mengikuti kontur teluk dan perbukitan pesisirย 
  • Atraksi:
    • Jalur Tepi Laut: Tempat favorit menikmati sunset
    • Waterfront Park: Taman tepi laut dengan instalasi huruf kota
    • Bukit-bukit Pandang: Viewpoint untuk melihat teluk secara menyeluruh
  • Kuliner Khas:ย Coto Bugis versi Parepare, Barongko, Sokko Ketan
  • Akses:ย 4-5 jam perjalanan darat dari Makassar via Trans Sulawesiย 

3. Kota Palopo

  • Lokasi:ย Di Teluk Bone, bagian timur Sulawesi Selatan
  • Keunikan:ย Kota pelabuhan di pesisir timur yang menjadi pintu masuk ke kawasan Luwu Raya
  • Sejarah:ย Pusat Kerajaan Luwu, salah satu kerajaan tertua di Sulawesi Selatan
  • Ikon:ย Masjid Jami’ Tua Palopo, masjid bersejarah peninggalan abad ke-17
  • Potensi:ย Pusat perdagangan dan jasa di kawasan Teluk Bone

LAMPIRAN

Tabel 1: Data Ringkas Provinsi Sulawesi Selatan

AspekData
Ibu KotaMakassar
Hari Jadi19 Oktober 1669
Dasar HukumUU No. 13/1964
Luas Wilayahยฑ 45.000 – 62.000 kmยฒ
Jumlah Penduduk (2024)9.463.390 jiwa
Jumlah Kabupaten21
Jumlah Kota3
Jumlah Kecamatan (2025)313
Suku UtamaBugis, Makassar, Toraja, Mandar
Bahasa DaerahBugis, Makassar, Toraja, Mandar
Rumah AdatTongkonan, Balla, Boyang
Pakaian AdatBaju Bodo, Baju Tutu
Senjata TradisionalGecong (Badik)
Alat Musik KhasMandoling (Mandali’)

Tabel 2: 10 Kabupaten dengan Kecamatan Terbanyak (2025) 

PeringkatKabupatenJumlah Kecamatan
1Bone27
2Luwu22
3Toraja Utara21
4Tana Toraja19
5Gowa18
6Luwu Utara15
7Maros14
7Wajo14
9Pangkajene dan Kepulauan13
10Enrekang12
10Pinrang12
10Takalar12

Tabel 3: Tokoh-Tokoh Bersejarah Sulawesi Selatan

TokohAsalPeran
Sultan HasanuddinGowaPahlawan Nasional, Raja Gowa
Arung PalakkaBoneRaja Bone, sekutu VOC
Ratu BoneBonePemimpin perlawanan terhadap Belanda
Andi MappanyukkiBonePejuang kemerdekaan
Dr. G.S.S.J. RatulangiGubernur Sulawesi pertama
B.J. HabibiePareparePresiden RI ke-3

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Sulawesi Selatan. (2025).ย Profil Provinsi Sulawesi Selatan. Diakses dariย https://sulsel.bpk.go.id/profil-provinsi-sulawesi-selatan/ย 
  2. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. (2026).ย *Jumlah Kecamatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, 2025*. Diakses dariย https://sulsel.bps.go.idย 
  3. Kompaspedia. (2023).ย Provinsi Sulawesi Selatan: Pintu Gerbang Kawasan Timur Indonesia. Jakarta: Kompas.ย 
  4. Kompas.id. (2020).ย Provinsi Sulawesi Selatan. Diakses dariย https://www.kompas.idย 
  5. Media Indonesia. (2025).ย Profil Sulawesi Selatan: Kabupaten, Suku, dan Jumlah Penduduk. Diakses dariย https://mediaindonesia.comย 
  6. Wikipedia. (2024).ย Budaya Bugis-Makassar. Diakses dariย https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Bugis-Makassarย 
  7. Wonderful Indonesia. (2025).ย Kota Parepare, Sulawesi Selatan: Kota Pelabuhan Romantis di Teluk. Diakses dariย https://wonderfulindonesia.co.idย 

PENUTUP

Demikian artikel ilmiah populer tentang profil lengkap Provinsi Sulawesi Selatan dalam format 25 tanya jawab. Kami berharap artikel ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi pelajar, pendidik, dan masyarakat umum dalam memahami kekayaan sejarah, budaya, geografi, dan demografi provinsi yang dijuluki sebagai “Pintu Gerbang Kawasan Timur Indonesia” ini.

Sulawesi Selatan bukan hanya sekadar wilayah administratif, melainkan mozaik peradaban dengan warisan budaya yang tak ternilai. Dari situs prasejarah Maros yang berusia 30.000 tahun, kejayaan Kerajaan Gowa dan Bone, hingga kontribusi tokoh-tokoh nasional seperti B.J. Habibie, provinsi ini terus memainkan peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Kami menyadari bahwa artikel ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan di masa mendatang.

Selamat belajar dan teruslah mencintai kekayaan budaya Nusantara!


ebookanak.com – Super Powerfull Educational Media
Mencerdaskan Bangsa dengan Informasi Terpercaya

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ’ณ Donasi via PayPal ๐Ÿคฒ Dukung via Kitabisa
?
Promo IKEA di Shopee
Furniture estetik harga hemat
Lihat
error: Content is protected !!
Spesial Belanja Pertama (1)