Komik Adab Memberi Petunjuk Kebaikan
- Updated: September 1, 2025
![]()
Barang siapa memberikan petunjuk kebaikan, maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang diterima oleh orang yang mengikutinya, dan tidak berkurang sedikit pun hal itu dari ganjaran orang tersebut.
(HR. Muslim)
(www.ebookanak.com)

Kontributor:
- Naskah: Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Desain layout: Yuyus Rusamsi
- Penerbit: Anak Kita (Jakarta, Indonesia) dan Edukid Distributors Sdn. Bhd. (Malaysia)
- Hak cipta/copy right: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

Adab Memberikan Petunjuk Kebaikan: Panduan untuk Anak Muslim

Halo Adik-adik! Apa kabar? Pernahkah kalian melihat teman yang melakukan hal kurang baik, misalnya membuang sampah sembarangan atau berbicara kasar? Tentu kalian ingin menasihatinya, bukan? Tapi, bagaimana cara menasihati yang benar agar teman kita mau mendengarkan?
Memberi petunjuk kebaikan atau menasihati itu tidak boleh sembarangan, loh. Ada adab-adab yang harus kita ikuti. Adab menasihati dalam Islam adalah ilmu yang sangat penting. Dengan menasihati yang baik, kita tidak hanya membantu teman, tapi juga menyebarkan kebaikan. Allah SWT pun menyukai hamba-Nya yang berbuat baik.
Yuk, kita pelajari bersama cara memberi petunjuk kebaikan melalui kisah-kisah menakjubkan dan penuh hikmah!
Teladan Para Nabi: Memberi Nasihat dengan Lembut dan Sabar
Para nabi adalah contoh terbaik dalam memberikan nasihat. Salah satunya adalah Nabi Musa as. yang diutus oleh Allah SWT untuk menasihati seorang raja yang sangat sombong bernama Firโaun. Firโaun tidak hanya zalim, tapi juga mengaku sebagai tuhan!
Bayangkan, bagaimana cara menasihati orang seperti itu? Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as. dan saudaranya, Nabi Harun as.: โMaka berbicaralah kalian berdua kepadanya (Firโaun) dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia menjadi ingat atau takut.โ (QS. Taha: 44).
Pelajaran dari ayat ini sangatlah berharga. Meskipun Firโaun adalah musuh Allah dan orang yang sangat jahat, Allah tetap memerintahkan untuk menasihati dengan lemah lembut. Nasihat yang baik tidak disampaikan dengan amarah, makian, atau nada tinggi. Sebaliknya, nasihat yang lembut dan sabar justru lebih mudah diterima oleh hati.
Mengapa harus lemah lembut? Karena hati manusia itu lembut. Jika kita menasihati dengan kasar, hati teman kita akan tertutup dan ia akan menolak nasihat kita. Tapi jika kita menasihati dengan senyum dan kata-kata yang baik, ia akan merasa nyaman dan mau mendengarkan. Memberi nasihat yang baik adalah bagian dari akhlak mulia seorang Muslim.
Kebaikan Bukan untuk Diperlihatkan: Ikhlas Memberi Petunjuk

Adab penting lainnya adalah ikhlas. Apa itu ikhlas? Ikhlas artinya melakukan sesuatu hanya karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang lain. Adab ikhlas dalam menasihati sangatlah penting.
Bayangkan, jika kalian melihat teman membuang sampah sembarangan, lalu kalian berteriak, “Hey, jangan buang sampah di situ! Lihat, aku buang sampah di tempatnya, aku anak baik!” Kira-kira, bagaimana perasaan temanmu? Pasti ia merasa malu dan marah. Ia mungkin tidak akan mau mendengarkan kalian lagi.
Nasihat yang tulus dan ikhlas tidak perlu disiarkan di mana-mana. Lebih baik kita menasihati teman secara pribadi, tanpa ada orang lain yang mendengar. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Agama itu adalah nasihat.” (HR. Muslim). Nasihat adalah kebaikan yang harus disampaikan dengan cara yang benar.
Nasihat yang disampaikan secara diam-diam (tidak di depan umum) akan menjaga harga diri teman kita. Ia tidak merasa malu dan lebih terbuka untuk menerima kebaikan. Memberi nasihat tanpa mempermalukan adalah salah satu contoh teladan Nabi yang bisa kita tiru.
Pilihan Kata yang Baik dan Waktu yang Tepat
Selain lembut dan ikhlas, kita juga harus memperhatikan pilihan kata dan waktu saat menasihati.
Ketika ingin menasihati, gunakanlah kata-kata yang sopan dan mudah dipahami. Hindari kata-kata yang menyudutkan atau menyalahkan. Contohnya, daripada berkata, “Kamu bodoh sekali buang sampah sembarangan!”, lebih baik kita berkata, “Temanku, alangkah baiknya kalau sampahnya dibuang di tempat sampah, agar lingkungan kita bersih.” Pilihan kata yang baik akan membuat teman kita merasa dihargai.
Waktu yang tepat juga sangat penting. Jangan menasihati teman saat ia sedang marah atau sedih. Tunggulah sampai hatinya tenang. Menasihati saat ia sedang senang juga bisa jadi pilihan, tapi yang terbaik adalah saat ia sedang santai dan tidak dalam keadaan emosional. Menasihati dengan cara yang bijaksana akan lebih efektif.
Ingatlah, memberi petunjuk kebaikan adalah salah satu cara kita menunjukkan kasih sayang kepada sesama. Allah SWT berjanji akan memberikan balasan yang luar biasa bagi hamba-Nya yang suka berbuat kebaikan dan menasihati dengan cara yang benar.
QUISPEDIA ADAB MEMBERIKAN PETUNJUK KEBAIKAN

SOAL PILIHAN GANDA
Soal 1
Allah SWT memerintahkan Nabi Musa as. dan Nabi Harun as. untuk berbicara kepada Firโaun dengan…
A. Suara yang keras dan tegas
B. Perkataan yang lemah lembut
C. Perkataan yang menyindir
D. Perkataan yang panjang dan bertele-tele
Jawaban Benar: B. Perkataan yang lemah lembut
Pembahasan Lengkap: Dalam Al-Qur’an (QS. Taha: 44), Allah SWT dengan jelas memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk menasihati Firโaun dengan perkataan yang lemah lembut. Ini adalah adab utama dalam menasihati bahkan kepada orang yang sangat zalim sekalipun. Kelembutan adalah kunci untuk membuka hati.
Pesan Kuis: Memberi nasihat tidak boleh dengan marah-marah atau suara keras. Nasihat yang lemah lembut jauh lebih efektif dan disukai oleh Allah.
Soal 2
Apa tujuan utama dari nasihat yang lemah lembut?
A. Agar terlihat lebih pintar
B. Agar orang lain merasa takut
C. Agar nasihat mudah diterima oleh hati
D. Agar nasihat cepat selesai
Jawaban Benar: C. Agar nasihat mudah diterima oleh hati
Pembahasan Lengkap: Nasihat yang disampaikan dengan lemah lembut bertujuan agar pesan kebaikan itu sampai ke hati orang yang dinasihati. Hati manusia itu lembut, dan kelembutanlah yang bisa menyentuhnya, bukan kekerasan. Ini adalah hikmah dari adab menasihati yang diajarkan oleh Allah.
Pesan Kuis: Kelembutan adalah kekuatan yang sesungguhnya. Jika kita ingin kebaikan kita diterima, gunakanlah kelembutan, bukan kekerasan.
Soal 3
Mengapa menasihati teman di depan umum tidak dianjurkan?
A. Agar terlihat lebih sopan
B. Agar teman kita tidak merasa malu
C. Agar kita tidak kelelahan
D. Agar kita bisa pergi lebih cepat
Jawaban Benar: B. Agar teman kita tidak merasa malu
Pembahasan Lengkap: Menasihati teman di depan umum bisa membuat ia merasa malu dan dipermalukan. Hal ini akan membuatnya menolak nasihat kita. Adab memberi nasihat yang benar adalah secara pribadi, agar ia merasa dihargai dan tidak kehilangan harga diri.
Pesan Kuis: Menasihati adalah bentuk kasih sayang. Lindungi harga diri temanmu dengan memberinya nasihat secara diam-diam, bukan di depan umum.

Soal 4
Sifat apa yang harus kita miliki saat memberikan nasihat agar diterima Allah?
A. Ikhlas
B. Sombong
C. Terburu-buru
D. Pelit
Jawaban Benar: A. Ikhlas
Pembahasan Lengkap: Ikhlas artinya melakukan sesuatu hanya karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau dianggap baik oleh orang lain. Nasihat yang diberikan dengan ikhlas akan membawa berkah dan lebih mudah diterima oleh orang lain.
Pesan Kuis: Semua kebaikan harus kita lakukan dengan hati yang tulus. Berbuat baik karena ingin dipuji hanya akan sia-sia di mata Allah.
Soal 5
Apa yang harus kita perhatikan saat memilih waktu untuk menasihati teman?
A. Saat dia sedang marah
B. Saat dia sedang sedih
C. Saat hatinya sedang tenang dan senang
D. Saat kita sedang buru-buru
Jawaban Benar: C. Saat hatinya sedang tenang dan senang
Pembahasan Lengkap: Menasihati saat teman kita sedang emosional (marah atau sedih) hanya akan membuat nasihat kita ditolak. Waktu terbaik untuk menasihati adalah saat hatinya sedang tenang dan ia bisa berpikir dengan jernih. Ini adalah adab yang bijaksana dalam menasihati.
Pesan Kuis: Perhatikan waktu yang tepat untuk berbicara. Kebaikan yang disampaikan di waktu yang salah bisa jadi sia-sia.
Soal 6
Mana di antara kalimat berikut yang merupakan contoh pilihan kata yang baik saat menasihati?
A. “Kamu bodoh sekali!”
B. “Kamu itu salah terus!”
C. “Aku lebih baik dari kamu!”
D. “Yuk, kita buang sampah ini ke tempatnya.”
Jawaban Benar: D. “Yuk, kita buang sampah ini ke tempatnya.”
Pembahasan Lengkap: Pilihan kata yang baik adalah yang tidak menyalahkan, tapi mengajak untuk berbuat kebaikan. Kalimat “Yuk, kita buang sampah ini ke tempatnya” adalah contoh ajakan yang baik. Kalimat tersebut tidak menghakimi tapi justru mengajak.
Pesan Kuis: Jadilah anak yang kreatif dalam berbuat baik. Mengajak teman dengan cara yang menyenangkan lebih efektif daripada memarahinya.

Soal 7
Bagaimana sikap kita jika teman yang kita nasihati tidak mau mendengarkan?
A. Mengomelinya
B. Memusuhinya
C. Mengingatkan dengan sabar di lain waktu
D. Membiarkannya begitu saja
Jawaban Benar: C. Mengingatkan dengan sabar di lain waktu
Pembahasan Lengkap: Jika teman kita tidak mau mendengarkan, jangan putus asa. Kita harus sabar dan mencoba menasihatinya lagi di lain waktu, dengan cara yang berbeda. Tugas kita hanya menyampaikan kebaikan, hidayah tetap milik Allah.
Pesan Kuis: Kesabaran adalah kunci keberhasilan dalam berdakwah. Jangan lelah dalam menyebarkan kebaikan, karena setiap usaha akan dihitung sebagai pahala.
Soal 8
Apa yang dilakukan oleh para nabi saat menghadapi orang yang menolak nasihat mereka?
A. Mereka marah-marah
B. Mereka terus berdoa dan bersabar
C. Mereka membalas kejahatan
D. Mereka berhenti berdakwah
Jawaban Benar: B. Mereka terus berdoa dan bersabar
Pembahasan Lengkap: Para nabi, termasuk Nabi Nuh as., Nabi Luth as., dan Nabi Muhammad SAW, selalu menghadapi penolakan dengan kesabaran dan terus berdoa kepada Allah. Mereka tahu bahwa tugas mereka hanya menyampaikan, bukan memaksa.
Pesan Kuis: Doa adalah senjata orang beriman. Jika usaha kita belum berhasil, kembalilah kepada Allah dengan doa.
Soal 9
Apa yang bisa kita lakukan saat ingin menasihati, tapi kita merasa tidak berani?
A. Berkata kasar
B. Minta bantuan guru atau orang tua
C. Tidak jadi menasihati
D. Menasihati di depan umum
Jawaban Benar: B. Minta bantuan guru atau orang tua
Pembahasan Lengkap: Jika kita merasa tidak berani, kita bisa meminta bantuan guru atau orang tua. Mereka adalah orang yang lebih bijaksana dan bisa memberikan nasihat dengan cara yang tepat. Ini adalah strategi cerdas dalam berbuat baik.
Pesan Kuis: Jangan malu meminta bantuan orang dewasa. Mereka bisa membimbing kita untuk berbuat baik dengan cara yang benar.

Soal 10
Apa balasan dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang suka berbuat kebaikan dan menasihati dengan baik?
A. Harta yang banyak
B. Makanan yang lezat
C. Balasan yang luar biasa di dunia dan akhirat
D. Menjadi orang terkenal
Jawaban Benar: C. Balasan yang luar biasa di dunia dan akhirat
Pembahasan Lengkap: Allah SWT menjanjikan balasan yang besar bagi hamba-Nya yang beriman dan berbuat kebaikan. Balasan itu tidak hanya berupa harta atau popularitas, tapi berupa kebahagiaan dan pahala yang luar biasa di dunia dan di surga kelak.
Pesan Kuis: Lakukanlah kebaikan karena Allah, bukan karena mengharapkan balasan dari manusia. Janji Allah jauh lebih indah dan mulia.
Kesimpulan dan Pesan Akhir
Adik-adik, adab memberikan petunjuk kebaikan adalah akhlak yang sangat mulia. Dengan menasihati yang baik, kita tidak hanya membantu orang lain, tapi juga membuktikan bahwa kita adalah anak Muslim yang punya hati lembut dan peduli.
Ingatlah 5 poin penting ini:
- Lembut saat berbicara.
- Ikhlas di dalam hati.
- Pilih waktu yang tepat.
- Gunakan kata-kata yang baik.
- Berikan nasihat secara diam-diam (pribadi).
Semoga materi tentang adab menasihati ini bisa membuat kita menjadi anak yang lebih baik dan berguna bagi sesama. Mari kita terus berlatih untuk menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.
![]()





















































